Married Accident

Married Accident
Masakan Istri



"Kak... ".Yuni terus memanggil manggil nama suaminya saat ia bangun tapi tidak mendapati naures ada di dekatnya. Bahkan yuni sadar jika ia sudah ada didalam kamar.


" Sayang... "Panggil Yuni lagi saat ia sudah keluar dari kamarnya dan mengedarkan pandangan menyusuri setiap ruangan, tapi masih belum ada tanda tanda keberadaan suaminya.


Dengan senyum yang terbit dibibirnya Yuni langsung melangkah kan kakinya. Menuju ruang kerja suaminya. Dan senyumnya semakin lebar saat melihat pintu ruang kerja Naures sedikit terbuka. Menampakkan wajah tampan suaminya yang saat ini sedang fokus pada layar laptop yang ada di meja kerjanya.


Naures langsung melihat kearah pintu ruangannya saat melihat istrinya yang kini sedang berjalan kearahnya.


"Kamu udah bangun, hm???? ".Senyum Naures pun ikut mengembang saat Yuni malah duduk dipangkuan nya dan melingkar kan kedua tangannya di lehernya.


Yuni hanya menganggukkan kepalanya saja. Sambil menatap wajah tampan suaminya itu. " Apa pekerjaan kakak masih belum kelar??? ".Tanyanya sambil melirik kearah laptop suaminya yang ada di atas meja kerjanya.


" Sedikit lagi sayang".Jawab Naures sambil mengecup bibir Yuni.


Yuni melirik jam yang ada di dinding ruangan itu yang baru menunjukkan pukul 17.00 wib. "Yaudah, kakak lanjutin aja kerjanya!!!. Aku mau masak buat makan malam kita ya".Yuni pun tidak berniat untuk mengganggu suaminya yang sedang bekerja. Ia memilih untuk masak saja.


Naures pun menganggukkan kepalanya. " Emang mau masak apa sayang??? ".


" Hm... Suamiku ini mau dimasakin apa???? ".Tanya balik yuni sambil tersenyum.


" Apa aja sayang, apapun itu pasti aku makan. Kan masakan istri ku selalu enak".Puji Naures.


"Gombal".Yuni tersenyum sambil memncubit gemas hidung mancung suaminya.


Sebelum yuni beranjak Naures lebih dulu menahan tekuk leher istrinya. Dan langsung menyambar nya membuat Yuni hanya pasrah saja menerima serangan mendadak dari suaminya itu. Lalu setelah merasa puas memagut bibir sang istri kini Naures beralih mengusap perut yuni dengan usapan lembut penuh sayang.


"Anak Ayah cepat tumbuh dan sehat sehat ya sayang!!!. Jangan buat bunda capek!! ".Lirihnya seolah sedang memberitahu sang janin.


" Siap Ayah".Sahut Yuni sambil menirukan suara anak kecil. Membuat Naures pun ikut tersenyum.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Satu jam berlalu kini yuni pun sudah selesai memasak. Ia tinggal menata semuanya di meja makan.


"Alhamdulillah kelar juga".Seru Yuni senang karena ia bisa menyelesaikan semua hidangan yang akan jadi menu makan malam mereka berdua.


" Hem... Aromanya bikin perut lapar nih".Naures yang baru saja masuk ke dapur dengan masih memaki handuk nya yang dililitkan sebatas pinggangnya.


"Kak, kenapa gak ganti baju dulu sih??? ".Yuni berucap sambil terus melirik otot otot perut suaminya itu.


" Nanti masuk angin kak".Elaknya mengalihkan apa yang ada dalam otaknya saat ini.


Naures tersenyum licik sambil terus melangkah maju mendekati yuni yang saat ini sedang memawadahi sayur kedalam mangkok.


"Masuk angin apa kamu nih yang mau dimasukin??? ".Bisik Naures sambil memeluk pinggang ramping istrinya dari arah belakang.


" Apaan sih kak. Dasar mesum".Ledek Yuni sambil memgulum senyumnya.


Yuni pun tak berani menatap wajah suaminya saat ini. Karena wajahnya sudah bersemu merah akan bisikan suaminya itu.


"Mau kemana??? ".Naures menarik tangan yuni ketika yuni sudah akan beranjak pergi meninggalkan dapur. Karena ia sudah meletakkan mangkok sayur di atas meja samping kompor.


" Mau mandi kak, gerah nih".Jawab Yuni jujur.


"Perlu bantuan tidak sayang mandinya???? ".Goda Naures lagi.


" Tidak sayang".Jawab Yuni cepat".Kalau dibantu nanti malah makin lama".Sambungnya lagi sambil berlalu pergi. Meninggalkan suaminya yang masih berdiri didekat kulkas. Jika terus diladeni pasti ujung-ujungnya yuni sendiri yang gempor.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Kak, kapan kita ke jogya??? ".Yuni memberanikan diri bertanya pada suaminya karena ia sudah sangat lama belum berziarah ke makam kedua orang tuanya.


Naures pun langsung menatap istrinya dengan tatapan teduhnya. " Setelah kita ujian semester saja ya!!!. Sekalian kita babymoon kesana".Sambung Naures lagi.


Yuni pun langsung berbinar dan mengecup bibir suaminya padahal saat ini mereka berdua masih ada dimeja makan. Dan menyantap makan malamnya.


"Makasih sayang".Ucap Yuni tulus karena suaminya itu selalu saja pengertian dan menuruti semua kemauan nya. Dengan catatan masih dalam kategori hal yang wajar dan masuk akal.


" Hm, apa sih yang tidak untuk istri dan calon Bunda dari anak ku ini".Naures pun tak kalah romantisnya sekarang dengan para kakak kakaknya dan juga adiknya.


Sikap dingin dan Arogan miliknya bisa hilang dan berubah hangat saat ia bersama dengan istrinya . Bahkan dulu seorang Naures yang tidak pernah menginjakkan kakinya masuk kedalam dapur pun. Sekarang jangan ditanya, Karena hampir setiap pagi Naures selalu bangun lebih awal hanya untuk membuatkan sarapan untuk istrinya itu.


Tapi kalau diluar tak usah di jawab lagi. Naures masih sama dengan sifatnya yang dulu dan masih setia dengan gaya cool nan dinginnya. Bahkan tak tersentuh sedikitpun. Hanya dia yang bisa menentukan teman ataupun partner yang tepat untuknya sendiri. Karena hanya dirinya sendiri yang bisa tahu teman seperti apa yang cocok untuknya.


Bukan sombong ataupun jumawa tapi Naures hanya tidak mau karena sifatnya yang cenderung dingin itu membuat orang yang dekat dengannya jadi tidak nyaman.


Satu Bab dulu gengs๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™Satu bab lagi kita lanjut nanti malam ya๐Ÿค—๐Ÿค—