
Calista pergi begitu saja setelah berhasil membuat sang pria berhasrat akan ulahnya. Dengan kondisi mulai mabuk. Calista tersenyum mengejek dan menyambar tasnya melangkah pergi meninggalkan club.
Tapi Barra yang notabene nya adalah pria yang tidak pernah menerima penolakan dari wanita manapun. Tidak terima jika dirinya di tinggal pergi begitu saja. Setelah lobak nya berdiri tegang seperti itu. Harga dirinya sebagai pria kuat dan tahan lama terasa di injak injak.
" Si Barra mau kemana tuh? ".
" Sudah biarkan saja! Paling paling mau cari tempat buat bongkar oli". Jawab salah satu temannya sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangkan di area parkiran Calista sudah mulai sempoyongan karena kepalanya sudah sangat pusing sekali. Ia berdiri tepat di samping pintu mobilnya. Tapi belum sempat ia membuka pintu mobil. Tangannya sudah di tahan oleh Pria yang tadi ditinggal pergi olehnya.
"Kau lagi". Senyum sinis Calista ketika melihat wajah tampan dan juga tinggi badan yang sangat profesional berdiri tegap tepat di sampingnya.
" Singkirkan tanganmu tuan!. Gue mau pulang ". Seru Calista menatap tajam pada sang pria. Membuat pria itu menyeringai licik karena ia tahu Calista sudah mulai terpengaruh alkohol.
" Tidak semudah itu". Jawab sang pria dan langsung menarik tangan Calista kearah mobil lain yang tak jauh dari mobil Calista.
Calista pun langsung berontak tak ingin ikut, Tapi tubuhnya benar benar sudah sangat sempoyongan membuat sang pria lebih leluasa membawa Calista masuk kedalam mobil miliknya. Lalu meninggalkan club dengan kecepatan mobil di atas rata rata.
Calista terus meracau saat berada di dalam mobil. Itu karena ia sudah benar benar mabuk berat. Gadis itu mengeluarkan semua unek uneknya. Dan berteriak mengatakan jika ia adalah wanita paling cantik lah, Paling seksi lah dan ia juga meracau sudah tidur dengan banyak pria.
Bahkan Calista juga mengatakan jika ia menolak keras untuk dijodohkan. Dengan alasan milik pria yang akan di jodoh kan dengannya berukuran kecil dan tidak bisa memuaskan nya.
Sang pria yang sejak tadi mendengar semua ocehan Calista hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Dan terus menjalankan mobilnya menuju salah satu Apartemen mewah yang hanya memakan waktu sekitar 10 menit dari Club tersebut.
Dengan sedikit kerepotan pria itu akhirnya berhasil membawa Calista masuk kedalam Apartemen miliknya. Dan membaringkan tubuh Calista yang sudah memejamkan matanya.
"Sial... Merepotkan saja". Upah sang pria karena pada akhirnya ia juga tidak tega untuk menyentuh tubuh sang gadis malang itu. Setelah mendengar semua keluh kesahnya tadi di sepanjang perjalanan.
Namun, ketika pria itu ingin beranjak untuk meninggalkan tubuh Calista. Tanpa di duga Calista malah menarik ceruk lehernya dan menyerang bibir tebalnya dengan ciuman panasnya.
" Jangan mencoba memancingku! ". Jawab pria itu dengan penuh penekan. " Atau...
"Atau apa? Hah? . Kau ingin bilang lagi jika juniormu itu juga tidak bisa berdiri". Calista memotong ucapan sang pria dengan kata kata konyolnya.
Jika orang sudah mabuk memang sangat payah. Ia tidak bisa dan tidak sadar sedang berbicara dengan siapa. Dan juga kata kata nya tidak terkendali lagi.
" Kau ingin melihatnya?. hm? ". Goda Sang pria setengah kesal. Meskipun ia tahu jika Calista tidak sadar mengucapkan hal itu. Tapi ia sebagai pria normal juga merasa tertantang dan apalagi ia adalah pria yang sering melakukan hubungan badan dengan banyak wanita bayaran hanya untuk kepuasan nya semata.
Otak mesumnya langsung berkeliaran kemana mana saat melihat tubuh seksi dan bagian dada Calista yang tampak begitu padat dan berisi itu. Berulang kali ia meneguk salivanya dengan sangat susah saat Calista menyingkap dress miliknya karena merasa kepanasan.
"Oh siittt". Upat pria itu saat Calista malah mencengkram lobak barat nya dengan sangat tiba tiba.
" Hahaha.... Bahkan lebih besar dari jempol kakiku". Ejek Calista sambil terkekeh.
"Kau... "
Tanpa banyak bicara pria itu yang memang sudah sangat tidak bisa menahan dirinya lagi. Apalagi ketika sang lobak di cengkram kuat oleh Calista. Membuatnya langsung ******* rakus bibir Calista.
Hal yang tak pernah ia lakukan dengan siapapun juga. Setelah wanita yang benar benar dia cintai mengkhianati dirinya. Hingga ia menjadi pria yang sangat kejam dan juga tak memiliki hati nurani serta perasaan apapun pada semua wanita. Rasa sakit hatinya akan perlakuan mantan istrinya. Membuat sang pria menjadi dendam dan membenci wanita manapun.
Hanya ada satu perempuan yang selalu ia jaga dan selalu ia lindungi saat ini. Yaitu putrinya seorang yang kini masih berusia empat tahun. Itulah penyemangatnya.
Beberapa detik kemudian tubuh Calista sudah melengkung sempurna karena pria itu sudah berhasil memainkan area sensitif nya dibawah sana. Hingga suara ******* halus tak bisa di hindari lagi.
Semua benang yang melekat di tubuh Calista juga juga sudah melayang entah kemana. Pria itu begitu lapar melihat keindahan tubuh yang tak pernah ia lihat dari wanita manapun juga termasuk tubuh mantan istrinya.
Calista samar samar bisa melihat benda yang sempat ia ejek tadi. Yang ternyata lebih besar dan panjang dari perkiraan nya. Namun pengaruh alkoholnya masih tetap bereaksi hingga ia melihat wajah tampan sang pria menjadi wajah dibawah standar nya yang akan di jodohkan dengannya.