Married Accident

Married Accident
Insiden



Calista membawa putrinya untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mereka ke Mall untuk cuci mata bersama. Kebetulan sekali ada sebuah Cafe yang sedang hits dan letaknya pun tidak jauh dari sekolahnya Celine.


" Sayang, kita ganti baju dulu ya!.Mami bawa baju ganti tadi buat Celine dari rumah ". Celine pun menurut. Setelah memesan makanan pada pelaya cafe. Calista mengajak putri sambungnya ke toilet.


Mereka kembali dengan penampilan Celine yang tak jauh beda keran dan kece nya seperti Maminya. Dan hal itu membuat mereka berdua selalu menjadi pusat perhatian pengunjung cafe. Dua duanya sama sama memiliki wajah yang sangat cantik. Hanya berbeda usia saja.


"Mami cantik deh". Puji Celine dengan sangat tulus.


" Celine juga tak kalah cantiknya dari Mami". Calista tersenyum pada putri sambungnya sembari menatap dengan tatapan sayangnya.


Keduanya kembali duduk di meja yang tadi mereka tempati. Karena tak berselang lama makanan mereka pun datang.Saat keduanya sedang fokus pada makanan masing masing. Tiba tiba datang seorang wanita cantik dengan penampilan serba terbuka menghampiri keduanya.


" Mama... ".Lirih Celine yang langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan malah bersembunyi dibalik kursi Calista.


Calista yang sempat mendengar kata Mama yang terlontar dari bibir Celine. Sekarang bisa menebak siapa wanita yang ada di hadapan nya saat ini. Membuat Calista ikut berdiri dan mendekap tubuh Celine.


Calista mengerutkan dahinya bingung saat merasakan tubuh Celine malah sedikit gemetar. Dan juga ia tidak berani untuk memperlihatkan wajahnya. Padahal itu adalah ibu kandung nya.


"Celine sayang, Mama kangen sama kamu nak. Kemarilah!!! ".Seru Wanita itu tetap berusaha menarik tubuh Celine dari tubuh Calista.


Calista mulai geram karena ia tahu betul jika saat ini Celine malah semakin ketakutan . Bahkan Celine terus menggeleng kan kepalanya tidak mau ikut dengan mamanya. Yang menurut Calista sangat menjijikkan melihat penampilan wanita itu.


"Berikan putriku padaku!!! ". Sentak wanita itu menatap tajam pada Calista.


" Tidak semudah itu. Memangnya kau siapa bisa memerintahku seperti itu?? ". Jawab Calista dengan entengnya.


" Kau bukan siapa siapa. Dan kau tidak ada hak atas Celine. Akulah Mamanya, aku yang melahirkan nya" .


"Dan kau juga yang menelantarkan nya bukan. Meninggalkan suami dan juga putri mu disaat kau sudah berhasil di angkat derajatnya oleh Papi nya".Sindir Calista yang ternyata sudah tahu seluk beluk Mamanya Celine.


Calista menahan tangan wanita itu dengan mencekalnya sangat kuat. Saat wanita itu ingin melayangkan tamparan padanya. " Tak akan ku biarkan kau menyentuh Celine walaupun hanya seujung kuku saja".Bentak Calista mulai geram.


Semua orang mulai menatap pada keduanya. Bahkan keadaan cafe saat ini menjadi rusuh karena ulah wanita itu dan juga Calista. Mereka pun mulai saling tarik menarik tubuh Celine. Membuat Calista semakin geram saja.


Brakkk...


"Aw... Mami panas... ". Pekik Celine saat bahunya ketumpahan kuah panas dari pelayan yang akan mengantarkan pesanan pelanggan.


Calista panik dan ingin menghampiri Celine. Tapi langkahnya terhenti saat gerakannya kurang cepat dengan sosok pria bertubuh kekar yang langsung menggendong Celine untuk segera keluar dari cafe tersebut. Bahkan tatapan Barra sangat menyeramkan saat ini. Ia juga tidak melirik Calista sedikitpun juga.


" Tolong Papi, panas ".Suara tangis Celine semakin menjauh dengan derap langkah lebar Barra.


Bahkan wanita yang tadi mengaku sebagai mama kandungnya Celine. Saat ini telah mengikuti langkah Barra. Calista yang mulai sadar dan ingin tahu kondisi putri sambungnya. Ia berniat menyusul dan ikut ke rumah sakit. Tapi begitu Calista keluar mobil Barra sudah melaju begitu saja. Tanpa ingin menunggu dirinya.


"Nyonya, lebih baik anda pulang dan menunggu Tuan di mension saja!!! ". Ucap seorang laki laki yang meupakan asisten pribadi Barra.


" Tapi aku ingin memastikan keadaan Celine terlebih dahulu ".


" Nona muda pasti akan baik baik saja Nyonya. Mari silahkan masuk Nyonya. Biar saya antar anda pulang!! ".


Dengan langkah gontai Calista berjalan lesu masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan oleh asisten pribadi suaminya. Bahkan sepanjang perjalanan Calista hanya diam. Ia masih mengingat raut wajah Barra yang menyimpan amarahnya.


Calista langsung turun dari mobil setelah sampai di mension. Bahkan ia tidak menghiraukan adanya seseorang yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Calista langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengunci pintu kamarnya lagi.


Calista berdiri di balkon kamar sambil terus menatap kearah gerbang. Hingga hampir tiga puluh menit lamanya. Deru mesin mobil milik Barra mulai memasuki halaman rumah. Membuat Calista tersenyum tipis.


Ia bahkan sudah pasrah apa yang akan dikatakan oleh Barra padanya. Calista yakin jika Barra pasti akan sangat marah padanya. Sebab, ia tidak becus menjaga putri kesayangannya.