
"Leon sayang... Kenapa baru pulang?. Ayah dan Bunda sudah sejak tadi menghubungi kamu tapi tidak bisa sayang".Vera menyambut kedatangan putranya di ambang pintu utama rumah mewahnya.
Leon menyalami mencium punggung tangan Vera sopan. Begitu pun dengan Hani yang juga ikut mencium punggung tangan Vera. Membuat Vera langsung melirik putranya dengan tatapan penuh tanyanya.
"Kenalin Bunda. Ini Hani pacar Leon".
Deg ...
Baik Vera maupun Hani dibuat terkejut akan penuturan Leon barusan. Karena sejak tadi Leon tidak pernah membahas masalah ini dengan Hani. Begitu pun dengan Vera yang sedikit syok akan ucapan putranya.
" Pacar??? ".Tanya Vera kembali dengan raut wajah bingung nya.
" Iya Bunda, Maaf Leon baru sempat mengenalkan Hani pada Bunda sekarang".Jawab Leon dengan sangat santai. Sedangkan Hani hanya bisa tersenyum kaki sambil meremas tangan Leon yang saat ini malah menggandeng tangannya.
Sesekali Hani melirik Leon dengan tatapan membunuhnya. Untung saja tadi Hani langsung ganti bajunya setelah adegan menggila Leon. Yang membuat Hani syok dan di ajak pulang kerumah orang tua Leon pun Hani semakin syok.
Hani menggerutu didalam hati. Dan mengupat kesal ia merutuki kebodohan nya yang mau mau saja ikut dengan Leon. Seandainya saja tadi ia menolak untuk pergi setelah ciuman pertamanya di ambil paksa oleh Leon. Mungkin sekarang ia sedang tidur nyenyak di Apartemen nya.
"Sayang, kamu jangan bercanda di dalam sudah ad...
" Honey mana Leon???. Kenapa tidak langsung masuk saja? ".Reno datang menghampiri anak dan istrinya yang masih saja berdiri di teras rumahnya memotong ucapan Vera barusan.
Mata Reno langsung tertuju pada gadis cantik yang ada di samping putranya. Dan melihat cara Leon menggenggam erat tangan Hani.
" Apa maksud semua ini Leon??? ".Tanya Reno menahan amarah nya. Membuat Nyali Hani sedikit menciut ketika melihat wajah garang Ayahnya Leon.
" Maaf Yah, Kali ini Leon tidak bisa lagi melanjutkan perjodohan itu. Sebab Leon sudah memiliki kekasih dan Leon datang kesini hanya ingin meminta restu pada Ayah dan Bunda".Ucap Leon tegas yang semakin membuat Hani membelalakakan matanya tak percaya. Pria se konyol dan se playboy Leon bisa berbicara tegas dan penuh wibawa seperti itu.
Anak dan Ayah itu sepertinya ingin berperang dingin. Tidak ada yang mau mengalah sedikit pun. Terlihat di wajah keduanya yang sama sama merah padam. Meskipun Leon terlihat sedikit santai. Tapi Hani juga bisa menilai jika Leon saat ini berusaha menahan emosi nya juga. Yang tanpa Hani tahu masalah apa yang sebenarnya terjadi antara anak dan Ayah ini.
"Sudah yah, jangan ribut begini!!. Malu sama tetangga dan keluarga Lucia di dalam. Nanti kalau mereka dengar gimana??? ".Vera berusaha meredahkan amarah suami dan anak nya.
" Tapi Bun. Leon kali ini sudah sangat keterlaluan sekali. Ia pulang dengan membawa kekasihnya sedangkan statusnya masih tunangan Lucia. Ia juga tidak tahu jika saat ini tunangan nya ada di dalam bersama keluarganya juga. Mau taruh dimana muka kita Bunda??? ".Reno sepertinya sudah sangat geram sekali akan ulah putranya ini.
Entah siapa yang salah awalnya antara anak dan Ayah itu. Tapi sangat jelas terlihat jika keduanya memang sama sama keras kepala. Baik Leon maupun Reno. Dua duanya sama sama ingin di pahami tapi tidak bisa memahami orang lain. Hanya amarah, amarah, amarah saja yang selalu menyelimuti keduanya.
"Leon tidak salah Ayah... Bunda... ".Suara lembut seorang gadis cantik blasteran yang nampak begitu anggun dan seksi. Berjalan menghampiri Leon dan juga kedua orang tuanya.
Dibelakang gadis itu pun ada sepasang suami istri paruh baya. Mereka adalah kedua orang tua Lucia dan gadis cantik itu adalah Lucia gadis yang sudah lama dijodohkan dengan Leon. Dan sudah resmi bertunangan sejak Leon duduk di bangku SMA.
"Lucia... Apa maksud kamu nak???? ".Reno sepertinya lebih memihak pada gadis itu dibandingkan dengan Hani. Sedangkan Bunda nya Leon hanya diam di tempat sambil memegangi lengan putranya.
" Ayah.. Bunda... Semua ini salah cia.Sebenarnya Cia dan kak Leon itu sudah putus sejak satu tahun yang lalu".Ucap Gadis itu berusaha menjelaskan. Tapi penjelasan Lucia membuat Leon mencium bau bau kelicikan.
"Cia.... " Pria paruh baya itu nampak ikut menahan amarahnya.
"Papi... Ini semua benar. Cia yang udah mutusin kak Leon duluan. Karena Cia waktu itu merasa jika kami tidak cocok untuk bersama Pi".Lirih gadis itu pelan. Bahkan ia memasang wajah polosnya. Membuat Hani muak melihatnya. Apalagi Leon yang sudah sangat paham akan sikap dan perilaku Lucia.
Di waktu yang bersamaan inilah saat Naufal sedang memutar otaknya untuk menaklukkan hati Febby. Di kediaman Reno juga sedang terjadi huru hara yang membuat Leon dan Hani saat ini sependapat tentang penilaian mereka pada Lucia. Mantan tuangan Leon.
TBC