Married Accident

Married Accident
Berantem Melulu



"Astaghfirullah".Hani nampak begitu terkejut ketika ia membuka pintu apartemen nya. Dan langsung melihat Leon yang berdiri tepat di depan pintunya.


" Leon... Ngapain pagi pagi udah jadi security di depan pintu apartemen gue??? ".Tanya Hani sambil mendengus kesal.


"Gue ngantuk nih, baru lepas dinas".Leon malah langsung nyelonong masuk saja ke dalam apartemen Hani.


" Heh... Aduh... kenapa malah masuk sih?. Gue mau kerja nih".Hani pun kembali masuk kedalam apartemen nya. Ingin mencegah Leon tapi percuma saja. Pria itu malah langsung terkapar di sofa yang ada di ruang tamu.


Disaat Febby dan Naufal sudah berangkat bekerja. Eh malah kedua manusia ini akan perang mulut kembali.


"Pergi aja sana!. Kalo mau kerja. Gue berani kali sendirian disini. Lagian Apartemen loe kagak ada hantunya kan? ".


Leon benar benar selalu saja menguji kesabaran Hani. Tapi melihat Leon yang memang terlihat lelah membuat Hani jadi iba. Ia tak tega mengusir pria itu. Meski gimana pun juga Leon selalu baik padanya. Bahkan Hani pun menyadari jika saat ini hatinya mulai goyah.


Mungkin karena sering bersama. Membuat hatinya terasa nyaman. Meskipun kadang mereka berdua kerap kali bertengkar tidak jelas. Hal hal kecil pun bisa menciptakan perdebatan antara keduanya.


"Loe udah sarapan belum??? ".Tanya Hani yang terlihat khawatir. Membuat Leon langsung membuka matanya menatap wajah cantik Hani yang sudah sangat rapi dengan setelan kerjanya.


Leon menggelengkan kepalanya jujur.Karena memang benar jika ia belum sarapan apapun tadi. Perutnya masih kosong melompong. Tapi ia juga gengsi untuk meminta Hani membuatkan sarapan untuknya. Apalagi ia melihat sendiri jika Hani sudah nampak rapi begini.


Tanpa kembali bertanya ataupun menjawab. Hani malah langsung masuk kedapur. Sesaat ia melirik jam di pergelangan tangannya. Yang memang sudah waktunya masuk jam kantor.


Namun,gadis itu dengan gerakan cepat memanaskan kembali nasi goreng buatan nya tadi. Lalu ia juga memasukkan kembali lauk yang sudah ia masak kedalam microwave.


Setelah itu ia mulai memasukkan nasi goreng nya ke dalam piring. Teh manis pun sudah tersaji di meja makan. Selain itu juga Hani sudah menyiapkan lauk serta kerupuk lengkap dengan lalapan di meja makan itu.


"Sarapannya sudah ada di meja makan. Kalau mau sarapan langsung saja!. Mumpung masih anget! ".Ucap Hani sambil memperbaiki lagi penampilan nya.


Leon pun langsung kembali membuka matanya yang ingin terpejam. " Terimakasih ".Ucap Leon tulus setelah Hani sudah berada di depan pintu dan ingin membuka handle pintu nya.


"Loe kesini naik apaan??? ".Tanya Hani sambil tersenyum.


" Gue. Bawa mobil lah. Emang apaan lagi??? ".Jawab Leon jujur karena memang itulah faktanya.


Tanpa banyak bicara Hani pun langsung mendekati Leon kembali. Lalu ia meraih kunci mobil Leon yang tergeletak di atas meja sofa di samping jaketnya.


" Gue pinjem mobil loe ya. Nanti siang gue balikin lagi deh. Gue udah telat soalnya".Ucap Hani dengan santainya malah Hani terlihat menggoda Leon.


"Awas aja kalo mobil gue lecet".Jawab Leon sambil tersenyum penuh arti.


Pug....


Hani langsung melempar bantal sofa kearah Leon. Membuat Leon terkekeh saja. Sedangkan Hani sudah berlari keluar apartemen nya. Meninggalkan Leon yang sangat genit sebagai seorang pria.


Tapi Leon juga nampak mengangkat sudut bibirnya ketika Hani sudah menutup pintu Apartemen itu. "Gue berasa jadi suaminya gini sih".Guman Leon sambil terkekeh kembali.


Leon pun kembali melangkah kearah dapur. Dilihatnya beberapa lauk dan juga nasi goreng favoritnya sudah ada di atas meja. Bahkan Leon yang biasa ngopi selalu saja dibuatkan teh hangat oleh Hani.


Senyum Leon kembali merekah kala melihat semua masakan Hani yang sudah tertata di meja makan. "Apa begini rasanya kalau sudah menikah itu. Mau makan aja sudah ada yang nyiapin. Baju di setrikain.Mandi air hangatnya pun sudah di siapkan juga. Malamnya pasti dikasih jatah nih".


Otak Leon itu memang isinya hal hal mesum. Bahkan belum menikah saja pikiran Leon sudah ada jadwal sendiri untuk itu. Dasar kalau memang buaya itu. Akalnya selalu ada saja. Bahkan sangat bisa membius wanita.


Tak heran jika ia dan Hani sering berantem. Karena Hani bukanlah tipe wanita yang mudah luluh hanya dengan kata kata bualan belaka. Sebab, Hani lebih suka pria yang kalem dan juga bertanggung jawab. Tapi siapa yang bisa menebak jika Cinta itu bisa datang kapan saja. Bahkan benci dan Cinta itu bedanya sangat tipis sekali.


Yang awalnya benci lama lama bisa jadi Cinta. Malah bisa sampai bucin akut. Jadi, janganlah membenci sesuatu secara berlebihan , begitu pun juga saat menyukai sesuatu.Apalagi sampai berharap lebih pada manusia. Jika kita di sakiti maka rasanya akan sangat sakit sekali.


TBC