Married Accident

Married Accident
Twin's



Sore harinya Evi dan Jery baru saja pulang dari kantor. Dan seperti biasanya setelah Evi pulang Marvin juga ikutan pulang. Anak itu pun selalu pamit dengan sopan dengan Velyn dan juga Jery. Bahkan Jery malah tidak sabaran untuk menunggu Marvin dewasa. Sehingga ia bisa menempah Marvin menjadi orang seperti asistennya itu yang merupakan Mama Marvin sendiri.


Ya mungkin karena jarak Mayra dan Marchel terpaut sangat jauh. Kemungkinan terbesar nanti Mayra lah yang akan lebih dulu memimpin perusahaan daripada sang adik. Meskipun Jery tidak akan memaksa Mayra untuk jadi pemimpin perusahaan nya setelah dewasa nanti. Karena Jery memberi kebebasan pada anak anaknya untuk menentukan jalan kehidupan meraka masing masing. Selama itu masih tidak menyimpang.


" Marvin, Mama dengar kamu dan Mayra masih saja tetap tidak bertegur sapa?. Apa benar sayang? ".Evi mulai membuka obrolan saat mereka sedang dalam perjalanan pulang kerumah.


Marvin yang sedang menatap gedget nya karena ia sedang membaca kembali hafalan nya lewat aplikasi dalam gedget nya itu. Kini memilih mengakhiri bacaan nya. Dan menutup ponselnya. Ia menatap Mamanya sekilas lalu menjawab.


" Marvin hanya ingin menjaga pandangan Ma. Karena Mayra bukan mahram untuk Marvin. Walaupun hanya saling tatap itu sama saja zina mata". Jawab Marvin yang malah membuat Evi langsung bungkam.


Putranya itu terlalu lama di pesantren. Jadi, ia sudah belajar banyak hal tentang larangan dan juga hal boleh serta tak boleh di lakukan. Bahkan ilmu agama Marvin lebih tinggi daripada Mamanya sendiri. Di samping itu Evi bangga pada Marvin. Usianya boleh muda, tapi cara berpikir nya tak kalah dengan orang dewasa.


" Baiklah, Mama tidak akan protes lagi akan hal itu. Tapi, sebaiknya kamu juga beritahu Mayra agar dia bisa lebih paham. Dan tidak menimbulkan salah paham. Mungkin Mayra pikir kamu tidak mau berteman dengannya nak". Marvin pun menganggukkan kepalanya mengerti maksud sang Mama.


" Oh ya, besok Mama dan Tuan Jery akan pergi ke luar kota. Kamu sementara waktu tinggal di rumah Mayra dulu ya!. Mama tidak bisa meninggalkan kamu dirumah kita sendiri walaupun ada pelayan".


" Iya Ma". Jawab Marvin langsung setuju. Bahkan tak pernah sekali pun Marvin membantah ucapan Mamanya. Karena bagi Marvin Evi adalah sosok orang tuanya yang tidak layak untuk dilawan, Tanpa Evi ketahui jauh di lubuk hati Marvin ia sangat mengingat wajah Papanya. Bahkan Marvin tidak pernah memberitahu Evi jika Papanya pernah menemuinya di rumah saat sang Mama tidak ada di tempat.


Marvin berusaha menutupi hal itu karena ia tahu Mamanya sangat terluka dengan apa yang telah di perbuat Papanya. Meskipun waktu itu Marvin masih sangat kecil. Ketika kedua orang tuanya memutuskan berpisah dan memilih jalan masing masing. Namun, art yang bekerja dirumah selaku cerita tentang sosok Papa nya.


Jika dikatakan benci. Ya, mungkin Marvin sangat membenci Papa nya. Tapi, sebagai seorang anak yang paham agama. Marvin terus berusaha untuk tidak dendam. Tapi, apalah daya, Marvin juga hanya manusia biasa . Sekuat apapun iman seseorang jika menyangkut masalah hati. Apalagi Mamanya selalu di perlakukan buruk oleh Papanya sendiri. Hal itu pasti memicu rasa benci pada sang Papa.


🌿🌿🌿🌿🌿


Calista dan Barra baru saja pulang dari periksa kandungan nya. Yang kini sudah membuncit, Dan mereka sangat bahagia akhirnya mereka bisa melihat jenis kelamin baby nya. Karena selama ini mereka hanya tau jika Calista sedang hamil kembar.


Senyum Calista terus mengembang sempurna. Sembari menatap foto USG baby twins. Dimana baby twins berjenis kelamin sepasang. Yang artinya satu cewek dan satu cowok.


" Mami, Celine juga mau lihat foto dedek bayinya".Seru Celine yang langsung nyelonong masuk kedalam kamar kedua orang tuanya.


Calista tersenyum dan menepuk sisi tempat di sebelah nya. Membuat Barra yang baru keluar dari kamar mandi mengulas senyum senangnya. Karena ternyata kasih sayang Calista tidak berubah untuk Celine. Meskipun Calista sudah tahu jika Celine bukanlah putri kandung suaminya.


" Celine akan punya adik kembar sayang. Dan kamu tahu mereka juga sepasang ". Seru Calista dengan bangga nya.


" Sure??? ". Celine juga tampak begitu bahagia karena pada akhirnya ia dan Papinya tidak akan bertengkar lagi masalah adik.


Celine memeluk Calista dengan erat. Dan ia pun sempat menyentuh perut Mami nya yang sudah membuncit itu. Padahal usia kandungan nya baru jalan lima bulan. Namun, sudah seperti tujuh bulan saja. Karena baby twins juga tidak pernah pilih pilih makanan sama sekali. Bahkan Barra pun kini ikut membengkak karena ia juga sering ikut makan tengah malam saat Calista kelaparan.


Namun, satu yang masih Barra takutkan sampai saat ini. Yaitu hak asuh Celine yang masih menggantung. Karena Melly kembali menghilang saat baru sidang pertamanya. Barra takut wanita itu akan kembali di saat kehidupan mereka sudah merasa aman. Bahkan Barra tidak menemukan jejak wanita itu sedikitpun juga.


TBC


OTHOR MULAI SISIPKAN CERITA ASISTEN EVI YA GENGS, KARENA BIAR KALIAN GAK PENASARAN LAGI NANTINYA 😁😁😁