
Saat jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Hani pun pamit pulang pada Yuni. Karena saking enaknya ngobrol. Sambil bermain bersama si kembar membuat mereka lupa waktu. Bahkan Hani sampai ikut makan siang dirumah Yuni.
Yuni pun membawakan bingkisan kue kering serta cake untuk ibunya Hani. Karena dulu Ibu Hani juga sangat menyukai masakan Yuni dan Mami Lea. Bahkan tadi Hani juga sempat membawa kado serta oleh oleh kecil dari Sumatera untuk si kembar dan sahabat nya itu.
"Gue pulang dulu ya Yun. Nanti kapan kapan gue mampir lagi deh".Ucap Hani pamit pada sahabatnya itu.
" Iya, beneran janji loh yah mampir lagi!".Jawab Yuni mengingatkan kembali.
"Siap Nyonya Naures".Hani pun menjawab seraya memberi hormat pada sahabat. Dan Yuni pun hanya terkekeh. Karena karakter Hani tidak berubah sedikit pun. Sejak masa sekolah sampai sekarang. Sama sama humoris dan penuh kekonyolan.
Tapi jika dibandingkan dengan febby. Hani masih ada segi kalemnya. Jika Febby jangan di tanya lagi. Gadis itu lebih bar bar dari Hani. Tapi meskipun begitu di saat praktek menjadi tenaga medis Febby bisa juga bersikap serius dan fokus.
"Sayang, Tante pulang dulu ya. Lain kali tante janji bakalan mampir lagi. Buat ketemu kalian berdua".Hani kembali menciumi pipi gembul Vina dan juga Keke secara bergantian. Bahkan sesekali Hani juga mencubit gemas si kembar. Saking gemoynya.
" Iya tante cantik".Jawab Yuni sambil meniru kan suara anak kecil. Membuat Hani ikut terkekeh.
Setelah itu Hani pun bergegas pergi masuk kedalam mobil. Yang tak lain dan tak bukan adalah mobil pribadi Yuni. Karena Yuni yang menyuruh Hani untuk pulang di antarkan langsung oleh sopir nya.Mengingat jika rumah Hani dengan rumahnya sedikit jauh. Memakan waktu hingga hampir 30 menit lamanya.
Sekarang Hani dan keluarga nya sudah kembali ke rumah nya yang lama lagi. Setelah mereka berhasil membangun rumah itu dengan yang lebih layak lagi. Tidak seperti dulu yang hanya gubuk sederhana saja.
Kedua orang tua Hani juga, lebih memilih tinggal di rumah itu dibandingkan dengan apartemen yang dulu sempat mereka tinggali. Tapi, kemungkinan Hani akan lebih sering tinggal di Apartemen nya di bandingkan pulang kerumah orang tuanya. Sebab, jarak Apartemen dengan hotel tempatnya bekerja lebih dekat. Begitu pun dengan kampusnya.
Jadi untuk menghemat waktu, Hani memutuskan tinggal di Apartemen saja. Tapi ketika weekend ia akan menyempatkan diri untuk pulang ke rumah orang tuanya.Apalagi Ayahnya saat ini juga masih harus rutin kontrol ke rumah sakit.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Pak, bisa minta tolong mampir ke supermarket terdekat lebih dulu!!. Ada yang mau saya beli soalnya".
Pinta Hani pada sangat sopir paruh baya itu. " Baik Non, Di belokan depan ada supermarket langganan Nyonya. Mau kesana saja Non!!! ".
" Boleh deh pak, biar gak puter balik lagi".
"Baik Non".Sahut Sopir itu mengangguk kan kepalanya.
" Saya turun dulu sebentar ya pak. Gak papa kan bapak menunggu??. Atau kalau bapak masih ada kerjaan, bapak boleh langsung pulang aja gak papa!!!. Nanti saya bisa pesan taksi kok".Tutur Hani sebelum ia turun.
"Gak papa Non, Saya bisa menunggu sampai Nona Hani selesai kok. Lagian ini sudah perintah dari Nyonya Yuni. Saya harus mengantarkan nona selamat sampai rumah".Jawab sangat sopir menjelaskan.
Hani hanya menganggu kan kepalanya sambil tersenyum ramah. Lalu ia segera turun untuk masuk ke dalam supermarket tersebut.
Hani langsung mengarah pada rak khusus roti Jepang. Karena saat ini ia sedang datang tamu bulanan. Jadi ia harus stok banyak untuk dirinya.
Brakkkk...
"Aduh... ".Lirih Hani sambil memegangi jidadnya yang terasa sedikit panas karena benturan sikut seseorang dari arah samping.
" Ya Ampun, sorry... Gue gak sengaja ".Ucap Seorang pria sambil menutup ponselnya. Karena ia sibuk mencari merk pembalut yang sesuai perintah sang adik sampai ia tidak memperhatikan sekitarnya.
Hingga sikutnya mengenai jidad gadis cantik yang ada di sampingnya. Yang juga sedang membeli pembalut sama dengannya.
" Apa ada yang lecet atau bagian mana yang sakit??? ".Tanya Pria itu terlihat khawatir.
Hani mendongakkan kepalanya. Menatap wajah pria yang tadi sudah mengikuti jidadnya dengan tidak sengaja. Tapi saat Hani melihat wajah pria itu membuatnya sedikit mengernyit.
" Kak Leon... "Lirih Hani pelan sambil menatap lekas wajah Leon yang kini masih memakai seragam dinasnya.
Namun yang ditatap malah terlihat bingung. Ia seolah tak mengenali siapa gadis cantik yang ada di hadapan nya saat ini.
" Kamu kenal saya??? ".Tanyanya bingung. Membuat Hani langsung terkekeh.
Lalu bukannya menjawab Hani malah melirik isi keranjang belanjaan Leon. Dan Hani langsung menyunggingkan senyumnya tipis nya ketika melihat benda yang sama dengan yang ia beli.
" Masih aja kayak dulu. Dasar Playboy cap kodok".Cibir Hani dan langsung melangkah pergi meninggalkan Leon yang masih tak bergeming saking bingungnya mengenali wajah Hani.
TBC