
Malam harinya Yuni mengajak Naures berwisata kuliner di seputaran alun alun kota Yogyakarta. Dari mencicipi nasi kucing di angkringan. Dan kini yuni mengajak suaminya makan malam di warung makan bu Narti yang terkenal dengan oseng mercon nya yang super pedes itu.
Kedatangan Naures dan yuni membuat para pengunjung histeris. Apalagi saat melihat Naures yang super duper tampan kagak ketulungan itu.
Oseng Mercon bu Narti terletak di jalan kyai Haji Ahmad Dahlan. Dan setiap harinya oseng mercon bu Narti ini sangat ramai pengunjung. Hingga mereka harus mengantri terlebih dahulu. Menunggu gilirannya. Begitupun yang terjadi pada Naures dan juga Yuni. Tapi saking terpesonanya para pengunjung setia oseng mercon bu Narti akan ketampanan Naures. Dan so sweet nya perlakuan Naures pada istrinya. Membuat para pengunjung itu rela mengalah demi Naures dan yuni.
Saat ini keduanya sudah dapat tempat untuk menikmati oseng mercon bu Narti. Yuni juga dulu sering ketempat ini bersama kedua orang tuanya. Tapi ini kali pertamanya ia datang bersama suami tercintanya itu.
"Sayang, apa ini bisa dimakan??? ".Tanya Naures sedikit ragu karena dari aromanya saja bisa tercium wangi cabe nya sampai menyengat ke hidung. Sebab, Naures tidak begitu suka makan pedas. Tidak seperti yuni istrinya yang sangat hobby dengan makanan pedas. Apalagi saat hamil ini, yuni bahkan semakin suka makan makanan pedas.
"Cobain aja dulu kak!!!. Ini enak banget loh".Serunya antusias karena yuni juga sudah tidak sabar untuk melahab semua pesanan nya itu.
Dengan perlahan Naures pun mulai memakan menu itu. Hingga ia lama lama baru merasakan betapa menyakitkan nya rasa pedas itu.
"Sayang... Udah stop, ini buka makanan sayang".Bisik Naures yang sudah kepedasan maksimal padahal baru memakan satu sendok sana.
" Iihhh kakak cemen sih... Masa kalah sama cewek sih".Ledek Yuni sambil mengedipkan satu matanya.
"Kau ingin menggoda suamimu di tempat umum begini sayang??? ".Bisik Naures kembali membuat Yuni langsung bungkam seribu bahasa. Dan melanjutkan makan nya
Saat keduanya sedang menikmati makan malam di oseng mercon bu Nanti. Tiba tiba seorang gadis datang menghampiri Yuni.
" Yunita... Kamu Yunita kan???? ".Serunya sambil menatap kearah Yuni.
" Ajeng... "Yuni pun mengenali gadis itu. Membuat gadis itu pun tersenyum sedikit sinis.
Naures bisa membaca karakter sifat wanita yang menghampiri istrinya itu. Tapi Naures belum mau ikut menimbrung karena bagi Naures istrinya pasti punya cara tersendiri untuk melawan tipe wanita seperti Ajeng ini.
"Kenalin ini suami ku Jeng!!! ".Yuni langsung memperjelas status Naures di depan wanita yang bernama Ajeng itu.
" Suami???".Ulang Ajeng terkejut bahkan ia sampai melotot tak percaya. "Jadi kamu udah nikah Yun??? ".Tanyanya masih dengan rasa keterkejutan nya.
" Ia kami sudah menikah dan saat ini istriku juga sedang mengandung ".Naures akhirnya ikut membuka suara juga. Karena ia tidak tahan lagi melihat wanita jadi jadian ini terus berkeliaran di hadapan nya.
" Mengganggu selera makan ku saja ".Guman Naures sinis. Ia jadi tidak lagi berselera untuk melanjutkan makan nya ketika kedatangan ajeng. Sudah oseng mercon nya rasanya seperti setan saking pedasnya. Kini malah ditambah lagi oleh kedatangan Ajeng. Yang membuat nafsu makan Naures langsung hilang .
"Hah... Hamil... " Ajeng malah semakin syok dibuatnya.
"Sayang, apa kamu sudah selesai makan nya???".Tanya Naures tanpa mau menggubris pertanyaan Ajeng yang baginya sama sekali tidak penting itu.
Yuni menganggukkan kepalanya saja. Meskipun ia masih mau melahan oseng mercon bu Narti itu.
" Kita langsung pulang saja ya!!!. Mood ku tiba tiba saja buyar. Saat kedatangan anabel itu".Lirih Naures pelan.
Yuni hanya tersenyum pada suaminya. Karena ia tahu jika saat ini mood suaminya itu pasti sedang buruk. Apalagi yuni juga bisa melihat wajah ketidaksukaan nya Naures pada Ajeng teman satu sekolah nya dulu.
"Jeng, saya pamit duluan ya udah malam soalnya".Pamit Yuni sopan dan masih saja tetap tersenyum. Yuni tidak pernah menunjukkan rasa tidak sukanya pada siapun. Di hadapan mereka semua. Tapi yuni punya cara sendiri untuk menskak lawan nya.
" Yun, aku bisa minta nomor ponsel kamu gak??? ".Teriak Ajeng setelah Naures dan Yuni melangkah pergi keluar dari kesehan oseng mercon bu Narti.
" Maaf, sebelumnya. Nomor ponsel istri saya tidak bisa diberikan oleh sembarangan orang. Kecuali penting ".Jawab Naures tegas.
TBC