
Yuni langsung turun dari atas tubuh suaminya. Dan ia bahkan meninggalkan Naures begitu saja di tempat tidur. Tubuhnya juga masih polos tanpa sehelai benang pun. Tapi ibu dua anak itu tak memperdulikan lagi penampilan nya. Karena saat ini baginya ada hal yang lebih penting, ketimbang harus memakai bajunya terlebih dahulu.
"Sayang... Mau kemana??? ".Naures yang di tinggal begitu saja oleh istrinya. Kini pun ikutan turun dari ranjang . Lalu menyusul istrinya yang kini sudah masuk kedalam kamar mandi.
Sampai di dalam Naures melihat istrinya yang ternyata sudah membongkar isi lemari kecil dibawah wastafel. Melihat itu Naures pun ikut mengerutkan keningnya.
" Ada apa sayang??? ".Tanya Naures yang melihat perubahan wajah istrinya.
" Sekarang tanggal berapa sayang???? ".Yuni malah bertanya balik pada suaminya. Dengan raut wajah yang harap harap cemas.
" 23 Februari sayang ".Jawab Naures dengan jujurnya.
Yuni langsung berdiri sambil menatap wajah suaminya yang kini juga sedang menatapnya . Beberapa detik mereka saling diam dalam pikiran masing masing. Bahkan keduanya masih sama sama polos.
Sepersekian detik kemudian Yuni langsung tersenyum pada suaminya. Dan langsung memeluk erat tubuh suaminya. Membuat Naures semakin bingung saja.
"Ada apa sayang??? ".Bingung Naures dengan dahi yang mengerut. Ia juga belum sadar apa yang terjadi saat ini.
Yuni mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya dengan tatapan yang tak biasa. Bahkan senyum Yuni tetap terlihat saat ini.
" Sepertinya sebentar lagi si kembar akan punya adik yah".Seru Yuni dengan senyum merekah.
"Hm, terus....??? ".Naures menggantung ucapan nya kala ia baru sadar ucapan istrinya barusan. " Hah... Apa?. Kamu hamil lagi sayang??? ".Sambung Naures setengah berteriak. Anggukan kepala istrinya membuat Naures langsung melayangkan kecupan kecupan pada seluruh wajah istrinya. Bahkan sampai pucuk kepala Yuni.
" Sayang, kamu tunggu dikamar saja ya!!!! ".Naures berucap seraya ingin pergi meninggalkan istrinya.
" Ayah mau kemana???? ".Tanya Yuni heran akan sikap suaminya.
" Tentu saja, aku akan panggil Dokter untuk memeriksa kebenarannya sayang".
Naures terlalu antusias hingga ia tidak sadar lagi kalau mereka masih polos dan bahkan sisa keringat habis olahraga malam tadi masih ada. Dan nampak jelas di tubuh keduanya.
Yuni memberi saran pada suaminya. Karena jam saja sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam. Yuni tidak mau suaminya kembali membuat heboh para dokter keluarga hanya masalah memastikan test kehamilannya.
Lagian sebagai calon dokter Yuni tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Karena mereka sudah mempelajari semua ilmu medis. Dan harus terbiasa juga dengan hal begini. Sebab, setelah lulus nanti, Yuni berniat untuk melanjutkan kuliah untuk mengambil jurusan dokter khusus obgin saja.
Setelah mengalami sedikit perdebatan, Akhirnya Naures mau mengalah dan menurut pada istrinya. Dengan tidak mau tinggal diam. Naures malah tidak mau keluar dari dalam kamar mandi. Ia tetap menunggu hasil testpack.
Yuni dengan harap harap cemas mulai menyelupkan benda itu kedalam wadah kecil yang sudah berisi urine miliknya. Lalu setelah beberapa saat menunggu Yuni bisa melihat dengan jelas. Apa hasil dari testpack itu.
"Bagaimana sayang?. Sini biar aku saja yang lihat! ".Naures yang tidak sabaran langsung menatap isi wadah yang masih ada urine istrinya. Lalu mata Naures nyaris tak berkedip melihat garis dua yang terpampang nyata itu.
Dengan sedikit gemetaran. Naures mulai mengangkat benda itu dan memperlihatkan pada istrinya. Lagi lagi Yuni malah tersenyum. Nampak sekali raut kebahagiaan terpancar dari wajah ayunya.
"Terima kasih sayang".Naures kembali memeluk istrinya. Memasukkan Yuni kedalam pelukannya. " Semoga dia jagoan!!! ".Seru Naures penuh harap.
" Kalau cewek lagi??? ".Goda Yuni sambil melonggarkan pelukan suaminya.
" Maka kita buat lagi!!! ".Jawab Naures dengan entengnya. Membuat Yuni terkekeh.
" Dan kalau yang keluar cewek lagi...?. Lagi... dan Lagi, gimana??? ".Goda Yuni kembali membuat suaminya terkekeh juga. Sambil mencubit hidung yuni gemas.
" Maka aku akan mengajak mu untuk mengadon terus sampai adonan itu menjadi cowok".Seloroh Naures sambil mengedipkan matanya.
"Memangnya aku marmut, masa disuruh hamil melulu".Gerutu Yuni sambil memanyunkan bibirnya.
" Kamu kan marmut dihatiku sayang".Puji Naures dengan gombalan garingnya.
Membuat Yuni malah semakin manyun saja. Tapi ia cukup bersyukur karena Allah begitu sayang padanya. Sehingga kini mereka kembali di beri rezeki yang sangat berharga. Dan Yuni juga berharap jika janin yang ia kandung kali ini memang benar cowok. Sebab, mereka sudah punya dua anak cewek.
Bukan tidak mensyukuri apapun nanti jenis kelamin nya. Tapi tidak ada salahnya juga kan jika kita berharap. Semoga saja harapan kita sesuai dengan rencana dan kehendak Allah nantinya.