
Jery nampak sedikit lega karena Velyn juga setuju untuk memulai hubungan dengannya. Meskipun pernikahan mereka sudah jalan dua minggu.Dan selama itu juga hanya datar dan tak ada komunikasi sama sekali.Tapi, kali ini Jery pun sudah memutuskan mulai semuanya dari awal.
Kali ini Jery akan menebus semua kesalahan nya pada Velyn dan janin yang sempat di kandung oleh Velyn. Jery akan berusaha untuk membuka hatinya kembali. Dan menata ulang hidupnya tanpa bayang bayang Manda.
Bukan berarti Jery ingin melupakan mendiang istrinya. Tapi, Jery hanya ingin membagi hatinya untuk Velyn. Karena Manda sudah mempunyai ruang tersendiri di hatinya sampai kapan pun akan tetap sama. Intinya Jery ingin berlaku adil pada istrinya. Meskipun Manda sudah tiada.
Setelah obrolan mereka tadi pagi. Sampai saat ini Jery tak pernah jauh dari sisinya. Bahkan pria itu nampak telaten menyuapi Velyn makan. Dan membantunya untuk minum obat.
Sebenarnya Velyn masih bingung akan perubahan sikap Jery yang tiba tiba begini. Namun, Velyn tidak ingin berburuk sangka . Ia juga senang jika akhirnya Jery mau menerimanya. Meskipun belum ada rasa yang tumbuh di hatinya. Setidaknya ini adalah awal kebahagiaan mereka.
Setidaknya anak yang ia kandung bisa dekat dengan kedua orang tuanya. Itulah yang ada di dalam pikiran Velyn saat ini. Tanpa ia ketahui jika janin yang menjadi kekuatan nya salama ini telah tiada.
Entah apa jadinya nanti. Jika Velyn tahu yang sebenarnya terjadi pada janin nya. Sekarang malah Jery yang di landa rasa takut. Jery takut Velyn akan marah padanya dan menyalahkan semuanya pada dirinya. Jery juga takut Velyn malah menuntut cerai darinya.
Tapi sebisa mungkin sebelum hal buruk itu terjadi. Jery akan berusaha untuk membuat Velyn bisa hamil lagi Dan Jery pun sudah mendaftarkan pernikahannya. Sekarang status pernikahan mereka tak hanya sah secara agama saja. Tapi juga secara hukum.
Pria itu sudah mengatur semuanya dengan baik. Sampai Velyn benar benar bisa hamil lagi. Dan Velyn juga tak akan mudah untuk meminta cerai.
".Mas aku mau pulang saja!!!. Kasian Mayra sendirian di rumah".Ucap Velyn yang sejak tadi selalu memikirkan keadaan putri sambungnya itu.
Velyn takut Mayra ikut kepikiran tentang keadaan nya. Yang kemarin sempat pingsan dan di rawat sejak semalamn di rumah sakit. Velyn juga sebenarnya merasa ada yang kurang dari dirinya.
Namun, tadi ketika di periksa dokter mereka bilang janin nya sehat. Padahal kemarin pas terkahir ia periksa kandungan. Jika janin nya bermasalah dan rentan keguguran. Sebab, janin yang di kandung Velyn lemah sulit berkembang . Tapi Velyn merasa lega saat sang dokter mengatakan janin nya sehat.
"Biar mas bicara sama dokter dulu ya, Jika sudah di izinkan pulang, kita akan pulang siang ini juga".Jawab Jery sambil tersenyum. Velyn pun hanya mengangguk kepalanya saja.
🌿🌿🌿🌿🌿
Mobil yang di tumpangi Jery dan Velyn kini sudah terparkir di halaman depan teras rumah mereka. Art pun ikut membantu tuan nya membawakan barang barang Velyn. Sedangkan Jery membantu Velyn turun dari mobilnya
Perlakuan Jery saat ini sempat mendapatkan tatapan berbeda dari para art nya. Tapi setidaknya mereka juga lega. Jika pada akhirnya tuan nya bisa menerima Velyn sebagai istrinya.
Senyum Velyn mengembang sempurna. Melihat Mayra yang nampak begitu senang saat ia pulang. Gadis kecil itu pun langsung menghampiri Velyn. Dan langsung memeluk erat kaki Velyn.
"Kenapa??? ".
" Mayra kangen Bunda".Rengeknya manja. Ia juga sampai mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah cantik Velyn.
Velyn menatap suaminya dan Jery yang paham langsung melonggrakan belitan tangannya pada pinggang istrinya. Lalu Velyn langsung berjongkok melonggarkan tangan kecil Mayra. Yang memeluk kakinya dengan erat.
"Bunda juga kangen sama Mayra. Maaf ya gara gara Bunda di rawat, Bunda gak bisa antar Mayra sekolah, gak temenin Mayra tidur juga semalam".Ucap Velyn mengusuk rambut panjang Mayra.
" No, Bunda. Mayra yang harus minta maaf. Gara gara kecapekan mengurus Mayra. Bunda jadi masuk rumah sakit".Jawab Mayra dengan wajah sendunya.
"Mayra sayang sama Bunda??? ".Tanya Velyn yang di jawab anggukan kepala cepat oleh Mayra.
" Bunda juga jauh lebih sayang sama Mayra". Velyn pun kembali memasukkan Mayra kedalam pelukannya. Melihat kedekatan Mayra dengan Velyn, membuat Jery semakin yakin untuk meneruskan pernikahan nya ini.
Jery akan berusaha untuk menjadi suami dan Papa yang baik. Dan ia juga tidak mau jika harus kehilangan kembali sosok istrinya untuk kedua kalinya.
"Apa Bunda akan tetap sayang sama Mayra kalau adik bayi nanti udah lahir??? ".
Deg....
Tak hanya Velyn Jery pun ikut tersentak kaget akan pertanyaan Mayra. Tapi Velyn masih bisa tersenyum Ia melonggarkan pelukan nya. Lalu menangkup kedua pipi gadis kecil itu.
" Sayang, dengerin Bunda ya!!. Ada dan tak adanya adik bayi. Bunda tidak akan pernah melupakan Mayra. Bunda akan tetap sayang dan peduli sama Mayra. Adik bayi juga nantinya akan sayang sama Mayra. Jadi, jangan berpikiran yang tidak tidak ya sayang. Bunda janji sayang!".Jawaban Velyn membuat Jery sadar jika selama ini ia hampir saja menyia nyiakan wanita sebaik Velyn.
Dari sini Jery juga sadar, jika Manda istrinya benar benar tidak salah memilih wanita pengganti dirinya.
TBC