Married Accident

Married Accident
Perihal Timun Super



Sore harinya setelah mereka tadi siang sempat ziarah ke makam kedua orang tua Yuni. Kini Naures dan Yuni memutuskan untuk menginap saja di rumah Yuni yang lama. Karena mulai besok pak tejo dan bu tejo akan menempati rumah peninggalan kedua orang tua yuni yang saat ini sudah direnovasi oleh Papa Rayen.


Tawaran Yuni dan Naures untuk mengajak mereka tinggal di jakarta ditolak oleh Pak Tejo karena mereka berdua tidak ingin meninggalkan kampung halaman mereka.


Pada akhirnya Naures dan Yuni pun mengalah. Mereka berdua memutuskan menyuruh pak tejo dan bu tejo tinggal dirumah itu. Dan akan diberi gaji setiap bulannya. Sebagai tanda terimakasih karena bu tejo dan pak tejo mau merawat rumah peninggalan kedua orang tuanya.


Bahkan Naures juga berencana untuk membuka warung kelontong untuk mata pencarian pak tejo dan bu tejo. Hal itu justru sangat di dukung oleh yuni sang istri.


"Lagi masak apa istriku ini???? ".Tanya Naures sambil memeluk tubuh istrinya dari arah belakang. Saat yuni sedang asyik fokus dengan alat alat dapurnya.


" Udah lama gak makan gudeg, jadi aku masak saja sore ini buat menu makan malam kita nanti sayang".


"Pantes saja bau nya sangat harum. Jadi makin laper nih".Seru Naures sambil mengecupi leher jenjang istrinya. Membuat Yuni meremang karena ulah suaminya itu.


" Yang mana yang laper itu. Perut atau timun nya kakak??? ".Ledek Yuni sambil menggeliat saat naures mulai menggigit kecil leher jenjang nya.


" Dua duanya . Tapi sepertinya sekarang bagian timun yang sangat terasa laparnya. Jadi yang ini sudah tidak bisa di pending lagi sayang".Bisik Naures dengan suara beratnya.


"Aww... ".


Belum juga yuni sempat menjawab. Naures malah sudah mengangkat tubuhnya. " Kompornya kak".Ucap Yuni mengingatkan.


Naures dengan cekatan pun langsung mematikan api kompor. Lalu kini membawa tubuh istrinya masuk kedalam kamar mereka.


Apa yang akan terjadi di dalam kamar itu. Sudah pasti Naures langsung memberikan serangan dadakan pada istrinya. Bahkan mereka melakukan nya tanpa adanya pemanasan terlebih dahulu.


Dua duanya ternyata sudah di penuhi kabut gairah. Hingga Naures juga terlihat tidak sabaran. Untuk memulai penyatuan mereka.


Mentimun panjang miliknya sudah sangat menantang ingin segera ditemukan oleh kerang ajaib milik istrinya. Tak ada yang bisa berkata kata lagi saat keduanya sudah bersatu.


Bahkan yuni hanya bisa mengerang nikmat. Sambil terus mengeluarkan suara suara syahdu nya. Yang terdengar sangat merdu di telinga Naures.


"Akh. .... ".


Begitulah terus yuni meracau bahkan pacuan tubuh suaminya membuat Yuni mencengram kuat ujung sparai. Hal itu justru semakin menyalakan api gairah Naures untuk terus berbagi peluh dan keringat dengan istrinya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Yuni keluar dari kamarnya dengan sangat tergesa gesa. Karena acara masaknya tadi sore gagal total oleh rayuan maut suaminya itu. Yang malah mengajaknya berolahraga ranjang. Hingga ranjang mereka berderit.


"Sayang... Tidur saja kalau capek, tidak usah masak!!! ".Teriak Naures dari dalam kamar.


" Iya sayang, aku tahu karena aku juga sudah tidak minat untuk masak lagi".Jawab Yuni jujur. Karena semangat nya untuk membuat gudek sebagai menu makan malam nya ambyar sudah.


Tubuhnya sudah sangat lelah dan capek karena habis di garap oleh Naures habis habisan. Suaminya itu memang benar benar gila jika sudah menyangkut urusan perkasuran, perkselangkangan dan persendian. Apalagi sudah menyangkut mekdi dan mentimun super jumbo.


Sudah dipastikan satu jam adalah waktu yang sangat singkat bagi Naures. Tapi mampu membuat Yuni menggila karena kenikmatan.


Naures pun akhirnya ikut bangun dari ranjangnya. Lalu ia hanya memakai boxer nya saja. Setelah itu ia juga keluar kamar. Mencari keberadaan istrinya.


Senyum Naures merekah saat melihat Yuni mengambil botol minum air mineral dari dalam kulkas. Dan meminumnya hingga tersisa setengah botol saja.


"Haus banget kayaknya".Cibir Naures sambil terkekeh pelan. Membuat Yuni memanyunkan bibirnya.


" Kak, bisa gak sih kalo lagi kayak gitu timer nya di pendekin dikit??? ".Lirih Yuni pelan.


" Hahaha... kamu ini aneh sayang. Dari sekian banyak penelitian kalo cewek itu kebanyakan mau yang lebih lama atau awet. Eh, ini istri ku malah minta yang cepet cepet. Yakin kamu puas kalo cuma sebentaran doang mainnya??? ".Naures malah meledek .


" Iihhh... gak gitu juga kali kak. Tapi kan...


"Tapi apa, hm???. Mau yang lama apa yang bentaran doang nih??? ".Goda lagi membuat yuni bersemu merah. Tentu saja yuni milih yang lama, tapi juga kagak kelamaan juga.


" Aku mau jalan jalan kak".Ucap yuni mengalihkan pembicaraan. Agar suaminya itu berhenti menggodanya dengan kata kata fulgar yang membuat dirinya terus saja bersemu merah menahan malunya.