
Yuni merapi kan kembali penampilan nya saat keduanya sudah selesai dalam pertarungan sengit tadi. Bahkan Naures nampak tersenyum sambil memandangi wajah cantik istrinya.
"Udah puas ya??? ".Naures seolah mempunyai kepuasan tersendiri saat ia berhasil menggoda istrinya itu.
" Belum".Jawab Yuni asal.
"Hah, belum??? ".Ulang Naures sambil mengulum senyumnya. " Kalau begitu mari kita lanjutkan lagi saja sayang".Sambungnya sambil mengedipkan satu matanya.
"Ah, tidak tidak aku hanya bercanda sayang".Tolak Yuni cepat. Bisa remuk semua badannya jika menuruti ajakan suaminya itu. Bisa bisa ia tertidur nantinya setelah ronde kedua. Karena itulah kebiasaan Yuni jika sudah sangat kecapekan.
Naures juga sekarang makin hari makin mesum dan cabul saja. Bagaimana tidak ia tidak pernah absen untuk menyentuh istrinya. Beruntunglah kandungan istrinya tidak lemah. Karena Yuni baru hamil trimester pertama. Karena Naures juga masih bisa mengontrol dirinya agar tidak membahayakan janin istrinya saat mereka sedang berpacu dalam melodi asrama.
" Kau tunggu saja disini!!!. Karena aku akan melanjutkan kembali pekerjaan ku yang tertunda tadi".Ucap Naures penuh perintah. "Ok sayang??? ".
" Iya sayang, selamat bekerja suamiku!!! ".Yuni tersenyum manis pada suaminya. Membuat Naures langsung mencubit gemas hidung istrinya itu.
Setelah itu Naures pun mengecup kening dan bibir Yuni. Lalu ia melangkah menuju meja kerjanya kembali. Sedangkan Yuni hanya duduk di sofa empuk tempat mereka olahraga tadi. Sambil memainkan ponselnya.
" Sayang, bukankah kita akan ujian semester minggu depan??? ".Tanya Naures sambil fokus pada layar laptop nya yang ada di atas meja kerjanya.
" Iya sayang. Dan setelah itu libur semester dong".Jawab Yuni sambil tersenyum bahagia.
Naures pun ikut tersenyum sambil menatap kearah istrinya yang kini juga menatap nya. "Kita akan pergi ke Jogja selama libur semester nanti".
" Serius sayang???. Kita jadi pergi ke Jogya nya???. Ini beneran kan kak??? ".Antusia Yuni terlihat sekali jika ia sangat senang dan bahagia baru mendengar rencana suaminya itu.
Naures mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum".Apa ada yang ingin kamu beli untuk oleh oleh pak Rt ditempat tinggalmu yang lama sayang??? ".Tanyanya serius.
"Tentu, aku juga akan membeli oleh oleh serta hadiah untuk pembersih makam Ayah dan Ibu. Apa boleh Sayang??? ".Tanya Yuni dengan nada bicara yang sedikit memohon pada suaminya itu.
"Kalau begitu aku akan memberikan hadiah rumah saja pada pak Selamet karena beliau sudah rajin membersihkan makam kedua orang tuaku. Karena yang aku dengar dari mami jika Pak Selamet itu belum punya rumah sayang".Yuni bicara serius dengan suaminya. Memohon pendapat suaminya. Karena walau bagaimana pun juga Naures adalah suaminya, Apapun rencana nya dan masalahnya, wajib bagi seorang istri untuk saling terbuka dan meminta pendapat. Agar tidak terjadi masalah ataupun hal yang tidak inginkan kedepannya nanti.
Jujur itu memang sulit bahkan sangat sakit. Tapi kejujuran adalah langkah awal untuk hidup bahagia.
"Terserah kau saja sayang!!!. Jika itu menurutmu cocok dan baik maka aku tidak akan menghalanginya. Lagian uangku juga masih cukup untuk sekedar membangun sebuah rumah saja. Asalkan jangan meminta rumah yang setara dengan rumah tempat tinggal kak jeny dan Naura saja".Guyon Naures sambil terkekeh.
"Kalau itu rumah impian kita sayang".Jawab Yuni sambil ikut terkekeh juga.
" Kau juga mau sayang, rumah seperti kak jeny dan Naura??? ".Tanya Naures mulai serius kembali. Karena ia akan memenuhi dan mengabulkan apapun permintaan istrinya jika permintaan itu masih masuk akal dan tahap normal.
" Ah, tidak kak. Aku hanya bercanda saja. Lagian aku tidak mau rumah yang terlalu mewah dan besar seperti itu. Aku hanya ingin rumah sederhana saja. Karena jika sederhana aku tidak akan sulit untuk membersihkan nya nanti".Seru Yuni jujur.
"Hahaha... Kita bisa bayar tenaga pelayan sayang. Kau cukup memerintah saja, biar para pelayan yang bereskan!!!! ".Naures menjawab sambil terus terkekeh akan pemikiran konyol istrinya itu. Bagi naures menggaji pelayan bukanlah hal yang sulit. Bahkan uangnya juga tidak akan habis hanya untuk membayar jasa pelayan.
" Tetap saja sayang. Aku pasti akan sesat dirumah sendiri jika rumah kita seperti rumah kak jeny dan Naura".Yuni bahkan sudah membayangkan jika ia memiliki rumah mewah yang biasa disebut mension itu. Bagaimana jika dia sendiri tersesat saat akan masuk kedalam kamarnya nanti.
"Tinggal di Apartemen saja sudah cukup kak. Aku tidak akan menuntut masalah rumah".Sambung Yuni lagi.
Naures hanya mengangguk kan kepalanya saja sambil tersenyum. Lalu ia kembali fokus pada layar laptopnya. Tapi Naures sudah mempunyai rumah sendiri jauh sebelum mereka pindah ke Apartemen. Bahkan Yuni belum tahu masalah itu. Karena Naures akan mengajak istrinya pindah setelah baby mereka lahir nantinya.
Naures merasa sangat beruntung bisa menikahi Yuni. Selain berhati tulus Yuni juga wanita yang sangat sederhana. Ia tidak pernah menuntut apapun pada suaminya itu. Bahkan kartu kredit yang ia berikan belum pernah Yuni gunakan. Yuni hanya belanja dari uang cash yang ia berikan setiap bulan.
Bagi Yuni uang cash yang diberikan oleh suaminya sudah sangat cukup, Bahkan gaji art saja yang membayar adalah Naures. Uang yang ada di rekening pun tak pernah ia sentuh. Apalagi kartu kredit. Karena Yuni bukanlah tipikal wanita yang suka berbelanja. Setiap kali belanja saja ia selalu ditraktir adik ipar dan kakak iparnya. Karena keluarga suaminya itu tidak akan pernah kekurangan uang. Yuni juga beruntung memiliki mami mertua yang sangat baik. Mami mertuanya itu juga sering mengirimkan kue bahkan membeli kan ia barang barang jika ia sedang berbelanja.
TBC