
Dentuman suara musik DJ mulai memekakkan gendang telinga. Banyak wanita berpakaian seksi dan terbuka sedang melenggak lenggok di atas panggung hiburan. Mencari mangsa nya untuk menemani mereka malam ini.
Dan di samping panggung juga ada beberapa kotak persegi panjang. Dengan bentuk menyerupai aquarium besar. Yang berisi para wanita wanita yang nyaris tanpa busana. Memperlihatkan kemolekan dan kemulusan tubuh seksi nya.
Jery masuk di antar oleh salah satu pelayan bar.Seorang pria yang menunjukkan satu kamar vvip. Karena Jery ingin ruangan khusus. Tanpa adanya gangguan apapun.
Pria satu anak itu ingin menghabiskan malam hanya di temani oleh minuman saja. Ia tidak membutuhkan hal lain lagi. Sebab, Wanita bagi Jery sekarang hanya membuat kepalanya pusing saja.
Beratnya permasalahan rumah tangganya yang banyak terdapat kejanggalan. Membuat Jery sedikit prustasi. Disaat seperti ini, sebenarnya Jery ingin sekali pulang ke rumah orang tuanya. Dan menenangkan diri untuk sementara waktu. Namun, Jery masih berpikir waras. Jika ia pulang maka Papa dan Maminya pasti akan curiga. Sudah pasti nantinya ia akan di cecar oleh banyak pertanyaan.
Jery juga tidak mau banyak merepotkan Mami nya. Meskipun Jery tahu jika ibu sambung nya itu tidak akan pernah merasa keberatan untuk membantunya.
"Suruh mereka keluar!!!. Aku tidak membutuhkan mereka".Sentak Jery kasar saat melihat ada dua wanita yang ikut masuk bersama pelayan yang mengantarkan minuman padanya.
Kedua wanita berpakaian seksi itu pun. Nampak terkejut karena Jery memasang wajah dinginnya. Jery tidak mau berurusan dengan wanita manapun juga saat ini. Jujur ia masih belum percaya jika wanita yang ia cintai selama ini. Ternyata sudah bermain serong dibelakangnya.
"Jangan ganggu aku sampai aku keluar dari tempat ini!!! ".
"Baik tuan. Maaf dengan kesalahan kami tadi".Jawab sang pria yang tadi membawakan Jery wesky.
" Jaga pintunya!. Jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan ku ini!. Kalau tidak maka aku tidak akan segan untuk menutup Club ini".Ancam Jery dengan tatapan tajamnya dan juga aura dinginya yang sejak dulu ada di dalam dirinya kini semakin terlihat berkali kali lipat. Membuat sang pelayan pria itu sedikit gugup dan gemeteran.
Aura Jery sangat dingin membuat nyali semua orang menciut hanya dengan hitungan detik saja. Bahkan sang pelayan club malam itu. Sama sekali tidak berani untuk menatap mata Jery.
Benar saja malam ini Jery benar benar menghabiskan malamnya di club. Dan tidak ada satu orang pun yang berani masuk kedalam ruangan yang sudah ia sewa tersebut.
Jery mabuk berat, ia juga tertidur di dalam ruangan vvip itu sampai subuh. Dan suasana club juga masih sama. Tak ada hentinya untuk istirahat.
"Hallo??? ".
" Tolong jemput saya di Club xxx sekarang juga!!! ".Jery kembali terkulai ketika sudah menelpon. Ia juga kembali memejamkan matanya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Tatapan seorang wanita sejak tadi tak mau teralihkan dari wajah tampan Jery. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobilnya. Dan mobil itu terparkir di depan apartemen miliknya.
Satu tangan wanita itu terulur untuk menyentuh wajah Jery. Pria yang pernah menumbuhkan rasa cinta dan nyaman dihatinya. Kini terlihat sangat kacau.
"Kenapa kau memutuskan menikah dengan wanita lain?. Dan kau meninggal kan ku begitu saja. Sekarang apa rumah tangga kalian tidak berjalan lancar?".Wanita itu terus memainkan jarinya pada wajah Jery sembari tersenyum penuh arti.
Wanita itu pun mendekat kan wajahnya. Untuk menatap wajah pria yang menanamkan cinta sekaligus menorehkan luka di hatinya.
"Kau tahu, sampai detik ini aku masih sangat mencintaimu Jery Rayen Bagaskara. Bahkan aku rela jomblo seumur hidup dan mengabaikan banyak pria di luar sana. Cuma hanya ingin menantikanmu kembali lagi padaku".
Wanita itu terus bergumam tak tentu arah. Ia juga tersenyum licik. " Aku rela menjadi yang kedua jika kau mau Jery!. Bahkan aku rela jadi istri simpananmu. Asalkan tetap bersamamu. Selama ini kau begitu menutup diri dan seolah tak pernah menganggap ku ada. Tapi malam ini kenapa kau malah menelpon ku??? ".
Wanita itu tak henti hentinya bergumam sendirian. Ia juga malah membawa Jery pulang ke Apartemen nya. Bukannya langsung mengantarkan Jery untuk pulang kerumahnya.
Ketika wajah wanita itu semakin mendekat pada wajah Jery. Tiba tiba mata Jery terbuka lebar. Apalagi saat ia tahu wanita yang ada di hadapan nya saat ini.
"Karin... "
TBC