Married Accident

Married Accident
Hormon Pria Dewasa



Velyn langsung masuk kedalam rumah bersama dengan suaminya si Jery. Mayra sang putri juga ikutan masuk bersama kedua orang tuanya.Namun ketika sampai kedalam rumah Mayra malah berlari kearah taman belakang menyusul sang pengasuhnya. Yang selama ini tetap di pekerjakan oleh Jery dan juga Velyn.


"Mau langsung mandi mas? ".Tanya Velyn dengan senyum dibibirnya".Biar aku siapkan air hangatnya ya?? ".Tawar Velyn yang ingin langsung melangkah ke kamar mandi berniat akan menyiapkan air hangat untuk suaminya.


Namun, tangannya malah langsung di tahan oleh suaminya".Nanti saja sayang!!. Karena aku ingin membesuk baby sebentar".Serunya dengan senyum mesum yang terbit dibibirnya.


Velyn mengulum senyumnya. Dan belum sempat ia menjawab suaminya malah sudah menggendong tubuhnya menuju arah ranjang. Membaringkannya disana dengan sangat pelan dan hati hati.


Lalu Jery malah langsung mengunci pergerakan istrinya. Menatap nya dengan tatapan sayang. Membuat Velyn bersemu merah di tatap seperti itu oleh suaminya. Tanpa aba aba lagi Jery pun menyerang dan menyambar bibir istrinya dengan sangat lahab.


Entah kenapa kali ini ciuman Jery terasa begitu rakus. Tak sampai disana saja, Tangan Jery sudah kembali berkeliaran nakal. Mencari tempat favoritnya yang selalu saja membuatnya kalab.Hingga suara lenguhan Velyn tak bisa tertahankan kembali.


Namun walaupun Jery seperti tak sabaran seperti itu. Ia masih bisa memperlakukan istrinya dengan baik dan hati hati. Masih memikirkan keadaan istrinya yang tengah hamil besar. Apalagi di dalam perut istrinya ada si jagoan. Yang sangat mereka nantikan kelahiran nya.


"Akh... ".


Velyn kembali melenguh nikmat. Ketika satu tangan suaminya sudah menyingkap dibawah dress yang ia pakai. Menjelajahi permukaan goa lembab yang selalu saja bisa membuatnya mabuk kepayang.


Akhir akhir ini gairah suaminya selalu saja meningkat. Membuat Velyn harus bisa mengimbanginya. Dorongan gairah pria dewasa itu semakin hari semakin tersalurkan. Karena istri nya selalu bisa memuaskan sang suami.


Di usia Velyn yang masih di angka 23 tahun ini. Ia sudah hamil dua kali. Dan dinikahi oleh pria yang usianya sudah hampir kepala empat. Dimana usia nya dan Jery terpaut sebelas tahun. Karena Jery sudah berusia 34 tahun.


"Mau di siksa atau menyiksa??? ".Tawar Jery lirih dengan suara beratnya. Ketika sudah berhasil membuat istrinya basah.


Bahkan kini Velyn sudah polos tanpa memakai satu benang pun di tubuhnya. Dan entah sejak kapan Jery telah membuang seluruh kain yang melekat di tubuh sang istri.


" Seperti nya sekarang lebih enak menyiksa mas".Jawab Velyn sedikit malu. Ia masih saja malu malu padahal suaminya sudah sangat sering melihat tubuhnya. Dan sudah sangat sangat sering membuatnya mendesah berkali kali.


Dan Jery pun langsung membalik keadaan. Lalu mendudukkan istrinya diatas tubuhnya yang juga telah sama sama polos. Bahkan tongkat berbulu itu sudah tinggi menantang seperti antena yang siap pakai.


Namun, Velyn masih ingin untuk memainkannya. Membuat suaminya menarik sudut bibirnya. Jery mulai memejamkan matanya dan menahan suaranya. Ketika Velyn sudah mulai memainkan lidahnya dibawah sana.


Wajah boleh polos, dan terkesan malu malu. Tapi kalau masalah jilat menjilat Velyn lah ahlinya. Sejak awal Jery sangat salut pada istrinya ini. Karena Velyn sangat pandai mencari titik kelemahan nya. Bukan berarti dengan Manda dulu tidak enak. Tapi kedua wanita itu memiliki cara nya masing masing untuk memuaskan suaminya.


Dengan cara dan permainan yang berbeda pula tentunya. "Sayang... " Guman Jery yang tak tahan akan ulah lidah istrinya itu.


Melihat suaminya yang semakin panas karena tongkat sakti berbulunya sudah sangat sangat on fire. Velyn langsung menduduki nya dan memulai penyatuan nya.


"Oouww... Sayang... ".


Racau Jery ketika Velyn sudah mulai menggerakkan tubuhnya turun naik. Sesuai ritmenya mencari sela kenikmatan yang tiada banding.


Dengan seperti ini perut buncitnya semakin jelas terlihat oleh Jery. Tapi ia juga begitu menikmati permainan istrinya yang membuatnya terus menahan sesuatu yang ingin keluar.


Velyn tak mau menyerap meskipun sudah hampir tiga puluh menit ia berada di atas sana. Dengan sesekali menerima serangan dari suaminya. Yang pada akhirnya ia juga ikutan mendesah dan melenguh nikmat.


Bahkan Velyn sudah pelepasan dua kali. Namun suaminya tetap saja masih sanggup untuk bertahan sampai saat ini.


Tak mau kalah Velyn kembali menggerakkan tubuhnya dengan tempo yang sedikit cepat. Hingga pada akhirnya di menit ke empat puluh. Jery akhirnya menyerah karena dia sudah menembak di dalam sana. Sampai sampai Membuat si Baby boy ikut bergerak di dalam perut Bundanya.


"Terimakasih sayang".