
Tak terasa saking enaknya mengobrol hingga lupa waktu. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Febby segera beranjak dari tempat duduknya. Dan pamit pada Yuni untuk pulang karena sejak tadi ibunya terus saja menelpon nya.
"Udah malam feb, yakin mau pulang sendirian??? ".Yuni terlihat khawatir karena jalan kerumah Febby kalau sudah malam pasti sangat sepi.
" Aman Yun, gue bisa jaga diri kok".Jawab Febby sambil tersenyum.
Yuni ikut mengantar Febby keluar dari ruang keluarga dan kini melewati ruang tamu. Dimana disana masih ada Tiga pria yang mengobrol santai. Salah satunya adalah suami Yuni sendiri.
"Udah mau pulang feb??? ".Tanya Naures saat kedua wanita itu melewati mereka bertiga.
" Ah, iya kak... Udah malem soalnya ".Jawab Febby sopan.
Naures hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu Naures menatap kearah Naufal. Naufal yang paham langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan membuat Leon menatap Naufal dengan dahi yang mengkerut.
" Mau kemana loe fal???. Berak??? ".Tanya Leon asal.
" Yun, biar Febby gue aja yang anterin!!! ".Seru Naufal yang malah bicara pada Yuni. Dan mengabaikan pertanyaan Leon.
" Ck.... Mulai beraksi nih".Cibir Leon sambil terkekeh. Naures hanya mengulum senyumnya.
Sedangkan Yuni nampak terkejut begitupun dengan Febby yang sama terkejutnya seperti Yuni. "Tapi...
" Udah, biarin aja Naufal yang nganterin Febby sayang!!!. Lagian ini udah malam. Kalau mau cari taksi susah juga kan".Naures memotong ucapan istrinya.
"Gimana Feb???. Biar Naufal aja ya yang nganterin loe pulang. Ngeri loh pulang malam malam sendirian".Yuni pun akhirnya ikut menjadi kompor.
" Apa gak ngerepotin nih??? ".Febby merasa tidak enak jika harus merepotkan Naufal. Padahal mereka belum begitu kenal dekat.
Walaupun sebenrnya Febby ingin menghindari salting nya saat di dekat pria setampan Naufal. Febby tidak akan tahu jantungnya aman atau tidak jika sampai satu mobil yang sama dengan Naufal.
Apalagi jarak dari rumah Yuni dan rumahnya itu cukup lumayan. Bisa bisa Febby senam jantung sepanjang perjalanan. Karena grogi dan nerves saat di dekat Naufal.
"Aman Feb. Nggak usah khawatir kali. Naufal udah biasa nyetir jauh jauh".Sahut Yuni sambil terkekeh.
" Yaudah deh, gue ikut aja yang penting gue sampe rumah dengan selamat. Meskipun gue kagak selamat dari siraman rohani nyokap gue".Celetuk Febby yang mengundang gelak tawa Yuni.
"Nyokap loe masih galak aja Feb??? ".Cibir Yuni sambil terkekeh.
"Kualat loe nanti ngatain ibu loe".Yuni bicara sambil menggelengkan kepalanya.
Sedangan Naufal yang mendengar ucapan Febby dan Yuni hanya diam tanpa ingin ikut menyela. Naufal pamit dengan Naures dan bilang dengan Leon jika ia pulang lebih dulu. Lalu begitu pun dengan Febby yang ikut pamit setelah Naufal datang menghampiri nya.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Fal sampe sini aja gak papa kok gak usah masuk sampe depan rumah!!! ".Pinta Febby setelah hampir 15 menit mereka dalam perjalanan yang membosankan itu. Karena baik Febby ataupun Naufal tidak ada yang membuka suara sedikitpun.
Keduanya sama sama diam dengan pemikiran masing masing. Hingga kini Febby sudah sampai di depan gang rumahnya.
" Tunjukin aja rumah kamu yang mana???. Biar aku antar sampai di depan rumah aja. Gak baik cewek malam malam gini jalan sendirian. Nanti kalau ada yang godain gimana??? ".Naufal malah terlihat bersikeras mengantar Febby sampai depan rumahnya.
" Tapi fal, akan lebih ngggak enak lagi kalau sampe depan rumah. Nanti takutnya para tetangga salah sangka lagi".Tolak Febby halus.
"Memangnya kenapa dengan tetangga kamu??? ".Naufal malah mengajukan pertanyaan.
" Aduh, tetangga ku itu suka ngegosip jadi aku malah jadi bahan ghibah an mereka".Sahut Febby jujur. Membuat Naufal malah mengulum senyumnya.
"Biarin aja mereka ngegosip. Nanti juga kalau capek berhenti sendiri".Naufal sepertinya tidak mengindahkan ucapan Febby. Membuat Febby hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Apalagi Febby sadar jika sekarang Naufal malah melajukan mobilnya masuk ke gang arah rumahnya. Dan Febby yakin jika saat ini Ayah dan Ibunya pasti masih ada di depan teras rumahnya. Seperti biasanya jika Febby belum pulang kerumah. Maka kedua orang tuanya akan menunggu sampai ia pulang.
"Rumah kamu yang mana??? ".Tanya Naufal setelah mereka masuk kedalam gang yang hanya cukup dengan satu mobil saja.
" Itu yang ada pohon mangganya!!! ".Tunjuk Febby pasrah. Febby kembali menghela nafasnya berat. Saat melihat Ibunya yang masih duduk di depan teras ruamhnya sambil memegang sapu.
" Wah, mak erot udah pegang senjatanya nih".Guman Febby pelan.
"Apa???. Tadi kamu bilang apa??? ".Tanya Naufal sambil memarkirkan mobilnya tepat di depan halaman depan rumah sederhana Febby.
" Ah, tidak... Tidak ngomong apa apa kok".Elak Febby gugup karena hampir saja gumanannya di dengar oleh Naufal.
TBC