Married Accident

Married Accident
Harapan Dan Doa



Setelah dari kantor polisi untuk mengurus semua tentang karin. Dan Karin pun sudah mendapatkan ganjaran nya atas semua perbuatan nya selama ini. Ia juga di jerat pasal berlapis atas pembunuhan berencana serta semua kejahatan nya selama ini.


Membuat Karin semakin menggila belum lagi ternyata dirinya telah menjadi pecandu obat obatan terlarang selama beberapa tahun terakhir. Yang menjadikan dirinya semakin menjadi orang yang tidak pernah bisa berpikiran waras.


Saat ini Jery memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Sejak tadi Velyn menelpon nya terus menerus. Dan mengeluh jika perutnya kram dan sakit.


Setelah hampir lima belas menit dalam perjalanan. Akhirnya Jery tiba juga dirumah nya. Menyerahkan kunci mobilnya pada sopir pribadi mereka. Lalu ia langsung naik ke lantai atas untuk menemui sang istri.


Ceklek...


Suara pintu kamar yang dibuka oleh Jery dari arah luar. Begitu masuk Jery sama sekali tidak menemukan istrinya. Sedangkan tempat tidur masih rapi. Jam di dinding masih menunjukkan pukul 10 malam.


"Bun... Bunda... ".Panggil Jery berulang kali. Mencari keberadaan istrinya. Tapi Jery merasa lega saat ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.


" Sayang, kamu di dalam ya??? ".


" Iya mas, sebentar".Sahut Velyn dari dalam kamar mandi. Membuat Jery tersenyum lega. Sejak dalam perjalanan tadi karena Velyn menelpon selalu mengeluh perutnya kram.


"Mas udah pulang??? ".Velyn bertanya setelah ia keluar dari kamar mandi.


" Masih sakit tidak perutnya??? ".Jery malah bertanya balik.


" Udah gak seberapa mas. Tapi aku mules".Jawab Velyn jujur.


Jery menggiring istrinya menuju arah ranjang. Dan setelah melihat istrinya duduk dengan nyaman. Jery pun ikutan duduk di samping istrinya.


" Tidak usah mas, aku cuma mau minum teh hangat saja".Tolak Velyn sambil tersenyum ".Baby juga sepertinya hanya ingin dekat dengan Papanya".Sambung Velyn lagi.


Jery ikut tersenyum dan mengusap pelan perut istrinya. " Papa bikinin Bunda teh hangat dulu ya sayang. Nanti biar kita tinggal bobok ".Tutur Jery dengan kecupan singkat di perut sang istri.


" Mas buatkan teh dulu ya. Kamu tunggu dikamar saja!! ".Pamit Jery yang dijawab anggukan kepala oleh Velyn.


" Tolong sekalian lihat Mayra dulu mas!!!. Tadi aku tinggal dia belum tidur".


Jery pun mengangguk pelan seraya melangkah keluar kamar. Velyn tersenyum melihat suaminya mulai hilang di balik pintu kamarnya. Kini Velyn benar benar bahagia. Bisa merasakan bagaimana dicintai dan diperhatikan oleh pria yang sudah berhasil mencuri hatinya.


Bahkan Velyn dengan mudahnya jatuh cinta hanya karena ia sudah dinikahi oleh Jery. Melupakan masa lalunya, yang memilih untuk bersama dengan wanita lain. Yang tak lain dan tak bukan adalah sahabatnya sendiri.


Velyn juga selama ini hanya diam dan memilih untuk tidak menggubris apa yang telah di lakukan Karin. Ia hanya tidak mau termakan semua omongan wanita gila itu. Yang pada awalnya ia juga sudah sedikit tahu tentang wanita itu. Dari Almarhumah Manda.


Manda bukan hanya menyiapkan fisik Velyn untuk bisa tetap bertahan mendampingi suami dan putrinya. Tapi Manda juga ternyata sudah menyiapkan mental Velyn. Agar Velyn bisa sesabar dirinya.


Sekarang tidak ada keraguan sedikitpun di hati Velyn untuk terus melanjutkan pernikahan nya dengan Jery. Apalagi sang kakek pun sudah menyetujui nya. Dan kini kakek Velyn telah memutuskan untuk kembali ke Negara asalnya. Menghabiskan waktu tuanya di tanah kelahiran nya.


Ia sudah cukup senang dan bahagia melihat sang cucu yang kini sudah hidup bahagia bersama suaminya. Kakek Velyn percaya dengan keluarga Bagaskara karena mereka terkenal dengan sikap rendah hati dan juga penyayang.


Velyn berharap kebahagiaan nya akan terus mereka jalani sampai anak anak dewasa nanti. Dan mereka selalu di limpahkan keberkahan serta umur yang panjang. Bisa melihat anak anak tumbuh dewasa, memiliki pasangan hidup masing masing juga.