
Beberapa bulan sudah berlalu sejak hari dimana Clara datang menemui Leon waktu itu ketika di aspol. Dan sampai hari ini Leon pun tidak pernah bertemu dengan adiknya kembali. Karena setiap saat Leon ingin menemui Clara. Clara selalu saja menghindar, bahkan ia menyuruh asisten dan sekaligus manajernya saja yang menemui Leon.
Tapi beberapa bulan ini juga hubungan Leon dan Hani semakin dekat. Ya, walaupun kerap kali terjadi cekcok mulut dan keduanya tidak ada yang mau mengalah. Namun, baik Leon maupun Hani sering terlihat jalan berdua. Bahkan Leon malah lebih sering menginap di Apartemen nya Hani.
Begitu pun dengan hubungan Naufal dan Febby. Mereka berdua juga tak kalah dekatnya dengan Leon dan Hani. Bahkan Naufal malah melangkah sedikit lebih maju daripada Leon. Sebab, kini Naufal dan Febby sudah resmi berpacaran.
Delapan bulan bersama dan sering pergi berdua. Bahkan orang tua mereka juga sama sama setuju. Jika Naufal dan Febby bisa menikah nantinya. Membuat kedua manusia berbeda jenis kelamin itu akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan.
Berita dekatnya keempat manusia itu tentunya menjadi kabar baik untuk Yuni dan Naures. Terutama Yuni, Dia sangat bahagia akhirnya kedua sahabatnya bisa mendapatkan pria yang baik dan juga bertanggung jawab. Meskipun Yuni tahu jika Leon sering konyol dan suka nyeleneh dari yang lainnya. Tapi Yuni juga tahu dibalik kekonyolan dan kesablengan Leon. Pria itu adalah pria yang baik dan bertanggungjawab.
"Kenapa jemputnya telat bang??? ".Febby sejak tadi menggerutu saja. Karena lagi lagi Naufal telat jemput dirinya di klinik. Sebab, sekarang baik Yuni maupun Febby mereka berdua sudah disibukkan oleh praktek lapangan. Sebagai seorang dokter mereka tentunya lebih sering bergerak di rumah sakit ataupun klinik daripada teori saja.
"Maaf sayang, tadi ada rapat dadakan di kantor".Naufal menjelaskan sambil fokus dengan setir mobilnya.
Naufal sadar jika ia sudah telat hampir satu jam. Padahal jam praktek Febby sudah selesai sejak pukul delapan malam tadi.
Naufal menarik tangan Febby dan mengusapnya pelan. " Kamu gak marah kan sayang??? ".Bujuk Naufal sambil melirik sekilas pada kekasihnya.
Febby menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum. " Untuk apa aku marah bukannya aku sudah tahu pekerjaan abang ".Sahutnya mencoba memahami pekerjaan kekasihnya. Karena bagi seorang anggota polisi harus siap kapan saja jika mendapat panggilan darurat dari komandan nya. Apalagi Naufal adalah anggota Reskrim. Yang bisa mendapatkan perintah kapan pun untuk beraksi.
" Terimakasih sayang".Ucap Naufal tulus. Ia merasa beruntung memiliki seorang kekasih yang bisa memahami tugas nya sebagai seorang anggota polisi. Dan Naufal yakin pilihan nya tidaklah salah.
" Baiklah sayangku, kita cari tempat makan dulu kalau begitu!!! ".
" Siap ".Sahut Febby cepat.
Sekarang keduanya sudah semakin lengket saja. Dan tidak ada jaim jaim nya sama sekali. Tapi memang dasarnya kan Febby dari dulu seperti itu. Yang memang konyol dan bar bar. Naufal yang dinginnya seperti bongkahan es balok saja. Bisa luluh hanya dengan beberapa kali pertemuan.
Pesona sahabat Yuni memang tidak ada duanya. Padahal mereka adalah gadis gadis sederhana yang tidak suka memakai make up berlebihan. Apalagi Febby yang hanya memakai cream dan tanpa dempul sedikitpun. Bahkan ia hanya cukup memakai lipblam saja dibandingkan lipstik. Berbeda dengan Hani yang memang diharuskan untuk selalu rapi ditempat kerjanya.
Jadi tak heran jika penampilan Hani lebih mencolok dari Yuni dan Febby. Tapi meskipun demikian Hani juga hanya memakai make up tipis. Dan tidak terlalu waw. Walaupun begitu, masih banyak para pria di luar sana selalu salfok dengan penampilan Hani. Apalagi di kantor jiwa jomblo para pria selalu meronta meronta ketika melihat Hani.
Dasar Hani nya saja yang tidak mau ambil pusing. Dan selalu membuat pria salting akan gaya nya yang kadang suka genit dan tapi juga sering galak. Hal itu juga yang membuat Leon kadang ketar ketir sendiri. Karena Hani sepertinya sengaja tebar pesona untuk membuat dirinya kepanasan.
Naufal sudah memarkirkan mobilnya di salah satu restoran mewah. Dan Febby pun hanya menurut saat Naufal mengajaknya makan di tempat pilihannya. Jelas saja Naufal selalu memilih tempat bagus untuk mereka makan. Karena Naufal memang tidak bisa makan sembarangan. Karena pria itu baru bisa makan kalau tempat nya bersih dan higenis. Mungkin hanya dirumah Febby saja Naufal mau makan makanan apapun yang dibuat oleh Ibu Nurma ataupun kekasih nya.
"Kamu belum mandi ya yank??? ".Ledek Naufal sambil melangkah menuju arah restoran.
Febby Menoleh dan mencebikkan bibirnya. "Yang nanya aja belum mandi kok".Sahut Febby santai. Membuat Naufal langsung mengusuk rambut panjang Febby yang dikuncir kuda.