
Naures melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntung suasana jalan masih sedikit sepi, jadi perjalanan dari hotel tempat mereka menginap kerumah sakit yang memakan waktu 15 menit bisa ditempuh hanya dengan waktu sepuluh menit saja.
Membuat Yuni merasakan takut dan nyeri secara bersamaan. Tapi Alhamdulillah keduanya sampai dirumah sakit Mutiara Bunda dengan selamat. Bahakn kini Yuni sudah berada dalam ruang persalinan.
Mami Lea dan Papa Rayen juga sudah ada dirumah sakit sejak beberapa menit yang lalu. Dan menyiapkan semuanya. Tentu saja kedatangan Papa Rayen dan Mami Lea disambut hangat oleh oleh Manajer rumah sakit itu. Karena rumah sakit Mutiara Bunda adalah rumah Sakit keluarga Bagaskara yang mereka bangun sejak 15 tahun yang lalu.
Mami Lea nampak mondar mandir didepan ruang persalinan Yuni menantunya. Wanita cantik itu yang sudah berusia 42 tahun itu. Nampak sangat harap harap cemas.
"Sayang... Duduk saja disini!!!. Apa kamu tidak capek mondar mandir terus sejak tadi???".Rayen berusaha menenangkan istrinya.
" Tapi Yuni mas, aku takut Yuni ...
"Sayang, Yuni itu gadis yang kuat. Dia sama seperti kamu sayang. Jadi jangan terlalu khawatir. Didalam ada suami nya yang menemani dan kamu juga jangan meremehkan team medis didalam!!! ".Ucap Rayen sambil menarik tangan istrinya. Agar ikut duduk di samping nya. Duduk di kursi tunggu yang ada di depan ruang persalinan Yuni.
Setelah selang hampir satu jam sejak Yuni masuk kedalam ruangan itu. Kini mulai terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan. Membuat Lea ikut sedikit bernafas lega.
"Mas... itu suara cucu kita".Seru Lea bahagia.
" Iya sayang. Itu suara tangis twins".Jawab Rayen yang juga tak kalah bahagia nya. Setelah mendapatkan cucu dari Naura dan Mark tiga bulan yang lalu kini mereka kembali diberi rezeki cucu lagi dari Naures dan Yuni.
"Alhamdulillah, tinggal menunggu cucu dari Al saja".Seloroh Rayen.
" Mas... ".Lea langsung menatap tajam kearah suaminya. Sedangkan Rayen hanya nyengir tidak karuan.
🌿🌿🌿🌿🌿
" Uh cucu Oma cantik dan imut banget sih".Lea nampak menggendong satu baby Naures dan Yuni.
Saat ini Yuni sudah dipindahkan ke ruang perawatan vvip. Tentu saja bukan ruangan sembarangan. Karena mereka pemilik rumah sakit ini.
"Kalian udah siapkan nama untuk twins belum??? ".Kali ini Rayen yang angkat bicara. Bahkan Rayen juga sambil menggendong salah satu baby putra nya.
Naures dan Yuni terlihat saling tatap. Lalu Yuni tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya. Membuat Naures melangkah mendekati kedua orang tuanya.
"Savina dan Sakeena semoga kelak menjadi wanita yang cantik, cerdas, baik budi pekertinya dan sholehah".Seru Lea dan di aminkan oleh suami , anak dan juga menantunya.
Kini kebahagiaan Naures bertambah lagi karena kehadiran kedua putri kembarnya. Yuni tidak lama dalam ruang persalinan karena tadi ketika sampai di rumah sakit Yuni sudah mengalami pembukaan ke tujuh. Yang artinya tinggal menunggu 3 pembukaan lagi maka si kembar akan lahir. Oleh sebab itu mereka tinggal menunggu waktunya saja.
Naures tidak menyangka di usianya yang masih cukup muda. Ia sudah menjadi seorang suami dan juga seoarang Ayah sekaligus.
🌿🌿🌿🌿🌿
Disaat Naures dan Yuni sedang bahagia nya karena baru saja menyambut kehadiran baby twins yang sangat cantik. Di tempat lain, tepatnya di barak tempat pelatihan pendidikan anggota polisi.
Saat ini Leon dan Naufal sedang bersenda gurau. Bersama teman teman nya yang lain. Sambil persiapan apel pagi.
"Fal, gue tahu loe pasti udah pengen cepat cepat pulang kan???. Karena gak sabar buat nemuin tuh cewek lagi".Ledek Leon sambil menyenggol bahu Naufal pelan.
" Berhenti sok tahu eon!!!. Gue mau pulang karena Om Anton dan Tante Cinta mau adakan pesta ulang tahun perusahaan begok".Jawab Naufal memberitahu.
"Benarkah???. Wah gue di undang juga kagak nih??? ".Goda Leon sambil cengar cengir tak karuan dan sikap tengilnya juga tidak berubah sedikit pun.
" Udah mending loe awasi aja tuh adik loe Clara men!!!".Seru Naufal mengingatkan.
"Ah, loe tahu sendiri Clara itu susah di atur sekarang fal. Nyokap aja pusing mikirin tuh anak. Salah bokap sih ngedukung Clara masuk dunia hiburan".Leon terlihat lesu.
Naufal menepuk bahu Leon pelan. " Elo kan kakak nya. Seharusnya loe bisa lebih tegas dan bimbing adik loe lagi men!!. Clara hanya perlu nasihat dan juga arahan yang benar. Mungkin selama ini karena kedua ortu loe terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga Clara kurang perhatian. Sama kayak elo yang rada somplak ".
" Sialan loe fal".
Tapi Leon pun menyadari apa yang dikatakan oleh Naufal itu ada benarnya juga. Karena selama ini mereka memang kurang perhatian dari kedua orang tuanya.
**TBC
Maaf ya bunda peringkat saja ceritanya. Biar nanti bisa cepat imbang dengan cerita Anak anak nya Anton ðŸ¤**