
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Calista dan Bara sudah sama sama rapi dan akan segera pergi ke perusahaan bersama. Entah apa yang membuat Bara hari ini ingin minta di temani oleh istrinya.
Namun, saat keduanya akan keluar mension dan masih berada di ambang pintu utama. Tiba tiba Bara langsung menghentikan langkahnya membuat Calista juga berhenti mendadak. Calista juga sampai menabrak bahu suaminya. Hingga ia mengaduh.
" Sayang... Jidadku". Calista melayangkan protesnya. Namun, saat ia menatap kearah depan ternyata ada sosok wanita yang sangat membuat suaminya muak dan naik darah.
" Wah... Wah... Selamat pagi Tuan dan Nyonya Bara". Sapa Melly dengan angkuhnya. Sebenarnya wanita itu sangat malas untuk mendatangi rumah mantan suaminya ini. Dan ia juga sangat panas saat melihat Bara memperlakukan Calista dengan sangat lembut dan penuh perhatian.
Apalagi saat ini ia bisa melihat perut Calista yang telah membuncit. Dapat Melly pastikan Bara pasti akan tambah mencintai Istrinya. Karena wanita itu telah memberikan keturunan untuk Bara. Tidak sepertinya dulu. Yang malah tidak tahu diri dan malah membalas semua kebaikan Bara dengan rasa kekecewaan nya.
" Mau apa kau kemari?. Bukankah urusan kita sudah selesai? ".Bara bertanya dengan nada dingin dan juga sangat arrogant nya. Bahkan Melly sempat gemetar akan suara Bara yang begitu berat menahan emosinya.
" Aku hanya ingin hak ku saja. Berikan Celine padaku!. Maka aku tidak akan mengusik kehidupan kalian lagi". Ucap Melly tanpa basa basi lagi.
Demi hidupnya ia akan melakukan apa saja.Termasuk harus menurunkan harga dirinya sendiri. Meskipun ia memang tidak ada lagi harga diri sejak dulu. Bara tersenyum sinis dan ia semakin menatap Melly dengan tatapan penuh amarah kebencian nya.
Sedangkan Calista masih diam saja. Ia belum mau ikut menimpali. Karena ia masih ingin menyimak saja obrolan keduanya. Bahkan Bara dan Calista sama sekali tidak mengizinkan Melly untuk masuk terlebih dahulu.
" Apa kau yakin hanya untuk itu datang kemari? ". Bara seolah sudah sangat paham. Bagaimana sifat dan karakter Melly yang sebenarnya. Karena ia tidak hanya mengenal Melly satu atau dua tahun saja.
" Hahaha, aku lupa jika aku sekarang sedang berhadapan dengan siapa". Jawab Melly yang memang tidak ingin basa basi lagi. Karena meskipun ia melakukan hal baik sekali pun. Bara tidak akan iba padanya dan tak akan menolehnya lagi.
" Baiklah jika kau sudah paham. Sepertinya aku sudah tidak perlu basa basi lagi bukan? ".Melly benar benar tidak ada harga dirinya lagi. Padahal jika orang yang berpikir waras. Tentunya ia tidak pernah mau lagi mengemis dan menampakkan wajahnya kembali di hadapan mantan suami yang telah ia keruk habis hartanya.
Bara masih berpikir ulang untuk tidak menuntut dirinya. Karena adanya Celine yang sudah ia anggap anaknya sendiri. Dan Bara juga tidak mau nama Celine ikutan rusak gara gara perilaku ibu kandung nya.
" Cepatlah!. Aku tidak punya waktu lagi untuk menunggumu bicara tidak jelas disini ". Ucap Bara mulai bertambah kesal.
Calista kini mulai pegal kakinya. Karena ia menompang dua nyawa sekaligus di perutnya. Calista mulai ingin menjauh dari suami dan mantan istrinya. Karena ia benar benar sudah muak dan tidak ingin ikut campur hal yang tidak terlalu penting baginya.
Namun, Bara menarik tangan Calista hingga Calista membentur dada bidang Bara. " Sayang, aku kan jadi enak". Rengek Calista manja dan sangat sengaja ia lakukan agar membuat Melly semakin panas saja.
Benar saja Melly mulai mengepalkan tangannya. Berusaha untuk tidak terpancing akan ucapan manja Calista. Membuat Bara menarik sudut bibir nya puas. Karena ia tahu istrinya yang bar bar dan sangat konyol itu tidak bisa di pancing sedikit saja.
" Cepatlah!. Apa mau mu?. Atau berapa nominal yang kau inginkan? ".Sentak Bara tegas sembari terus memeluk tubuh istrinya.
" Satu Milyar ".
" What? ".
TBC