
"Nyonya di depan ada tamu".Ucap salah satu art yang bekerja di rumah Yuni dan Naures. Menghampiri Yuni yang kini sedang duduk di taman belakang rumah. Bersama si kembar Vina dan Keke.
" Siapa bik??? ".Tanya Yuni sambil menoleh kearah art yang kini ada di samping tempat duduknya.
" Aduh nya, maaf... Bibi lupa tadi namanya siapa ya? . Tapi katanya tadi temennya Nyonya".
Art itu sambil menepuk jidad nya sendiri karena ia lupa menanyakan nama tamu majikannya.
Yuni terkekeh pelan sambil menggeleng kan kepala nya. Karena art nya yang satu ini emang suka lupa meskipun kadang sudah di beri tahu sebelum nya.
" Ya sudah, biar saya aja yang lihat kedepan. Bibi boleh lanjutkan lagi pekerjaan bibi!. Sekalian tolong bikin minum juga ya bi !.buat tamu di depan! ".
" Baik nya, kalau begitu bibik permisi ke dapur dulu ".
Yuni hanya menganggukkan kepala nya saja seraya tersenyum. Lalu Yuni mencium kedua pipi si kembar secara bergantian.
" Suster saya titip si kembar sebentar ya, Saya mau lihat tamu nya dulu ".
" Baik Nyonya".Sahut kedua suster itu serentak.
Lalu Yuni langsung beranjak dari tempat duduknya. Dan melangkah masuk kedalam rumah. Setelah sampai di ruang tamu mata Yuni menyipit. Ketika ia melihat postur tubuh seorang wanita yang nampak modis serta dengan rambut sebahu nya. Karena posisi wanita itu sekarang nampak membelakangi Yuni. Jadi hanya bisa menebak nebak saja.
"Ehem... " Suara deheman Yuni membuat wanita itu pun menoleh kebelakang sambil mengembangkan senyumnya.
Membuat Yuni langsung membelalakan matanya sempurna. "Hani... Loe Hani kan? ".Pekik Yuni hampir tak percaya. Bagaiamana tidak ia hampir saja tidak mengenali sahabat nya itu. Karena sekarang penampilan Hani sangat lah berbeda.
Jika dulu Hani cenderung sedikit tomboy. Dan tidak suka dandan. Tapi sekarang gadis itu sudah menjelma seperti wanita dewasa pada umumnya. Yang berpenampilan modis serta sedikit memakai riasan make up namun masih terkesan natural.
"Yunita... Gue kangen banget tahu".Hani langsung berhamburan memeluk tubuh sahabat nya itu dengan sangat erat. Bahkan kini Hani pun hampir pangling juga dengan Yuni. Padahal mereka tidak bertemu belum ada dua tahun.
Tapi keduanya sama sama berubah. Baik dalam segi penampilan maupun segi kehidupan nya. Namun, keduanya juga masih tetap sederhana dan tidak pernah menyombongkan diri dengan apa yang telah mereka miliki selama ini.
" Loe makin cantik tahu".Puji Yuni pada sahabatnya itu. "Gue hampir saja enggak ngenalin loe Hani".Sambung Yuni jujur.
Membuat Yuni pun ikut terkekeh pelan. Dan melonggarkan peluk kan nya pada Hani. Tak berselang lama art pun datang dengan membawa teh hangat beserta cemilan. Yuni pun mempersilahkan Hani untuk duduk di sofa ruang tamu itu.
"Loe kemana aja sih Han???. Susah banget buat di hubungi?. Mana akun sosial media loe aja kagak pernah aktif lagi".Cerocos Yuni panjang lebar.
" Sorry Yun. Gue kepaksa ganti ponsel soalnya ponsel yang lama hilang. Dan gue harus beli ponsel baru lah. Lagian gue di pindahin ke Sumatera tahu, makanya gue jarang nongol soalnya jarang pulang juga".Hani menjelaskan pada Yuni.
Keduanya pun asyik mengobrol. Sampai hampir lupa waktu. Mereka sekaligus merayakan pertemuan mereka kembali. Setelah sekian purnama tidak pernah berjumpa.
Bahkan Hani pun sangat gemas pada si kembar ketika melihat Vina dan Keke dibawa masuk oleh babysitter nya.
"Yaa Allah anak loe cantik cantik banget sih Yun, Mana pada imut, gemoy lagi".Hani sejak tadi selalu saja menciumi pipi si kembar secara bergantian saking gemasnya.
" Iyalah anak siapa dulu dong".Jawab Yuni dengan jumawa nya. Ia sangat bangga bisa menghasilkan keturunan Naures. Yang baginya begitu sempurna di matanya.
"Bagi satu dong kalo ada yang seperti suami loe!!! ".Seloroh Hani sambil terkekeh.
" Hahaha.... Kagak ada yang kayak laki gue. Tapi kalo mirip mirip dikit kemungkinan ada kayaknya".
"Atau salah satu anak loe aja yang gue bawa pulang? ".Ucap Hani sambil terkekeh.
" Enak aja loe. Main minta aja. Kagak tahu apa ngeluarin nya susah tahu".Yuni menjawab dengan tawa di bibirnya.
"Tapi bikinnya enak kan Yun??? ".Ledek Hani.
" Kalau yang itu jangan di tanya, sakit di awal nikmat di akhir".Sahut Yuni mulai tak ber filter.
Di sambut gelak tawa oleh keduanya membuat suasana rumah tiba tiba ramai oleh canda tawa keduanya. Beruntung suami Yuni sedang sibuk di Cafe nya. Karena ada pertemuan dengan kolega bisnisnya. Walaupun weekend tapi tak membuat Ayah dua anak itu bermalas malasan.
Meskipun begitu Naures juga bisa membagi waktunya bersama keluarga kecilnya juga. Saat sibuk dengan banyaknya rutinitas maupun pekerjaan kantor. Naures juga bisa tetap di andalkan sebagai suami siaga.
Karena itulah keharmonisan rumah tangganya sampai sekarang selalu hangat dan nampak adem ayem. Bahkan semakin romantis saja.