Married Accident

Married Accident
Amit Amit Jabang Bayi



Saat Calista sedang membuat ulah di kediaman seorang pria tampan dan lebih tepatnya lagi, Adalah seorang duda hot beranak satu. Di kediaman Jery saat ini malah kedatangan tamu yang tak diundang. Membuat Velyn sedikit terkejut atas kedatangan seorang wanita yang sama sekali tidak ia harapkan kedatangan nya.


Apalagi di saat mereka ingin pergi kerumah Reva dan Revan. Padahal pasangan itu sudah bersiap dan sudah tampak rapi bersama sang putrinya.


"Wah, selamat pagi sepupuku". Sapa wanita yang bernama Verren itu dengan gaya sombongnya.


" Verren kau itu , masih saja tidak berubah sama sekali. Jika bertamu ke rumah orang itu setidaknya kau ucapkan salam dulu!. Apalagi ini rumah suamiku". Seru Velyn yang merasa tidak enak dengan suaminya karena sepupunya itu memang tidak memiliki sopan santun sama sekali.


Karakter wanita itu sangat sombong dan angkuh. Ia selalu memandang rendah orang lain karena tidak selevel dengannya.


"Yaa Ampun Velyn. Kau itu bukan orang lain bagiku. Bukankah kita itu keluarga?. Bukan? ". Verren menjawab dengan santainya dan langsung masuk begitu saja kedalam rumah mewah milik Jery.


Jery yang baru sampai di lantai bawah hanya bisa menautkan kedua alisnya dan menatap datar pada wanita berpakaian sedikit minim. Yang sedang melangkah kan kakinya masuk kedalam rumahnya dengan di ikuti oleh Velyn istrinya.


"Papa... Tante itu menyebalkan". Celetuk Mayra mengadu pada papanya.


" Mas, ini Verren sepupuku. Maaf ya mas dia baru datang dari luar Negeri ". Velyn mengenalkan sepupunya pada suaminya.


Membuat Verren pun langsung tersenyum manis sambil mengulur kan tangannya pada Jery. Tapi, Jery hanya menatap dengan tatapan datar dan melirik uluran tangan Verren tanpa berniat menyambut nya.


" Verren, suamiku tidak suka bersentuhan dengan wanita yang bukan Muhrom nya". Ucapan Velyn membuat Jery menarik sudut bibirnya. Sedangkan Verren hanya menatap kesal pada pasangan itu.


" Upps... Sorry aku tidak tahu". Verren pun langsung menarik tangannya kembali dengan sedikit kesal.


" Verren kami akan pergi keluar karena ada urusan. Kalau kau tidak ada kepentingan lebih baik kau pulang saja!. Karena aku tidak bisa menemanimu saat ini". Ucap Velyn yang lebih terdengar mengusir sepupunya itu.


"Velyn kau mengusir ku?? ". Verren merasa tak terima diusir begitu saja oleh Velyn. Tapi ia masih berusaha menahan kekesalan nya dengan nada bicara seperti terdengar sedih.


Jika dulu ia memang selalu mengalah dan tidak mau menambah masalah dengan memperkeruk keadaan di keluarga besarnya. Tapi sekarang Velyn merasa ia lebih berhak menjaga jarak antara dirinya dan sepupunya itu. Apalagi Velyn bisa melihat tatapan mata Verren pada suaminya nampak memuja.


" Aku ini baru saja tiba Velyn. Seharusnya kau itu menyambutku dengan hangat. Bukankah kita sudah lama tidak bertemu? ". Wanita itu bahkan dengan tidak punya malunya langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu tersebut.


Jery tersenyum sinis, mendengar ucapan dari mulut wanita yang berstatus sepupu istrinya itu. Karena ia tahu betul sejak kapan wanita itu tiba di Jakarta. Bahkan Jery juga tahu apa yang di lakukan oleh Verren selama beberapa hari ini. Wanita itu bahkan sudah tidur di Apartemen pria. Yang Jery yakini pria itu adalah kekasihnya.


" Kalau kau masih ingin disini silahkan saja!. Tapi seharusnya kalau orang punya malu , Ia akan memilih pulang saat tuan rumahnya tidak ada dirumah nya". Sindir Jery dengan tegas dan penuh penekanan.


Wajah Verren sudah merah padam menahan kekesalan nya. Ia pun langsung bangkit dari tempatnya duduk. Lalu berjalan kembali menghampiri Velyn dan juga suami sepupunya itu.


Mayra saja tidak menyukai wanita itu sejak ia datang dan masuk kedalam rumah tadi. Semua itu terlihat saat Verren berusah ikut menyapanya. Tapi gadis kecil itu malah melengos kearah lain.


"Baiklah jika kalian akan pergi . Maka aku akan kembali besok lagi". Ucapnya dengan santainya. Lalu melangkah pergi begitu saja keluar rumah mewah tersebut dengan menyimpan amarahnya.


" Cih, dasar wanita tidak tahu diri dan tidak punya malu. Batin Jery menatap jijik pada wanita yang memiliki karakter seperti Verren itu.


" Istighfar mas!!! ". Velyn menatap suaminya yang Velyn yakini jika suaminya sedang membatin sepupunya dengan kekesalan nya. Apalagi tatapan Jery tidak lepas dari punggung sepupunya yang sudah hilang di balik pintu utama.


" Astaghfirullahalazim, amit amit jabang bayi". Jery menyentuh perut istrinya yang langsung membuat Velyn terkekeh akan tingkah suaminya saat ini.


"Papa kenapa??? ". Mayra melihat aneh ke arah Jery


" Papa hanya ingin menyentuh adik bayi sayang". Jawab Velyn sambil tersenyum.