Married Accident

Married Accident
Pujian Mona



Lima belas menit sudah berlalu. Kini Naures dan Yuni pun sudah tiba dikediaman orang tua Naures. Kedatangan Yuni dan Naures langsung disambut hangat oleh Mami Lea. Karena kebetulan Mami Lea sedang menimang cucu nya didepan teras.


"Pagi Mami".Sapa Yuni dan Naures bersamaan.


" Pagi sayang. Kalian udah datang??? ".


Yuni dan Naures menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu mereka juga langsung mencium punggung tangan mami Lea secara bergantian. Dan setelah itu pandangan Yuni beralih pada sosok bayi tembem yang sangat cantik berada dalam gendongan Mami mertuanya.


" Uuhhh... Cantiknya ponakan tante Yuni ini".Puji yuni yang gemas ketika melihat pipi Maira yang tembem dan gembul itu.


"Mamanya lagi ngerjain revisi skripsinya bentar jadi Maira Mami ajak keluar aja daripada gangguin Manda".Ucap Lea menjelaskan.


" Wah, mbak manda udah mau wisuda aja tuh".


"Nanti kamu juga menyusul sayang".Sahut Naures.


" Masih lama kak. Kan baru semester satu".


"Tidak akan terasa sayang. Yang penting tetap jaga kesehatan. Kan kamu juga lagi mengandung cucu Mami juga".Lea tersenyum teduh pada menantunya itu.


"Siap Mami".Jawab Yuni sambil tersenyum.


" Sayang, ayo kita masuk dulu !!!.katanya tadi udah gak sabar mau makan gado gado nya. Lagian kamu kan belum sarapan".Naures menarik tangan istrinya agar segera masuk kedalam rumah.


"Loh yuni belum sarapan res??? ".Yuni dan Naures pun menjawab dengan geleng-geleng kepala. Membuat Lea langsung menarik nafasnya kasar.


" Yaudah sana kalian sarapan dulu!!!. Kasian cucu ku pasti udah kelaperan kan???".


"Hehe... Sedikit mi".Sahut Yuni sambil nyengir kuda.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sementara itu di dalam rumah Oma Mona sedang menonton televisi favoritnya, Di ruang keluarga sambil terus mengoceh sendiri. Bahkan ia seakan terus ngedumel tidak jelas.


Suara Mona terdengar sampai ruang makan. Membuat Yuni hanya menggeleng kan kepalanya saja. "Oma pasti lagi nonton sinetron ikan terbang tuh".Celetuk Yuni sambil terkekeh.


" Itu kan acara kesukaan Oma sayang. Makanya Oma begitu jadinya. Kayak orang tidak waras saja".Cibir Naures


"Sayang... Nanti Oma denger loh".Yuni memelankankan suaranya agar tidak didengar oleh orang lain. Karena saat ini mereka berdua ada diruang makan. Dan para art juga ada yang di dapur.


" Biarin aja lah Oma denger!!!. Biar dia mengganti chanel kesayangannya itu".


Yuni hanya bisa menghela nafasnya saja.Ia lebih memilih mulai memakan gado gado nya daripada harus berdebat dengan suaminya itu.


Saat Naures dan Yuni sedang makan gado gado dengan fokus. Tiba tiba Manda pun ikut bergabung dengan mereka berdua.


"Wah, kayaknya enak tuh".Seru Manda sambil langsung mendaratkan bokongnya di salah satu kursi di samping Yuni.


"Boleh ah satu bungkus. Segera kayaknya".Jawab Manda yang langsung meminta piring dan sendok dengan art yang ada di dapur.


Hingga tak berselang lama Lea pun ikut bergabung bersama anak dan menantunya. Sedangkan Maira sudah ia titipkan dengan baby sitter nya.


" Padahal tadi mami sudah sarapan loh ini. Tapi bau gado gado nya seger".Lea mulai menyantap satu suap gado gado nya.


. "Gimana mi???. Enak kan??? ".Tanya Yuni antusias.


" Hem... Iya beneran enak nih sayang. Beli dimana??? ".


" Di jalan xx mi, langganan waktu sekolah dulu. Dan sampe sekarang rasanya gak berubah sama sekali . Tetap aja sama".


"Wah, kayaknya nanti ini juga bakal jadi langganan mami deh".


" Manda juga nih".Sambung Manda sambil tersenyum.


Dan ketiga wanita itu pun sambil makan gado gado dan juga sambil ngerumpi membuat Naures hanya bisa diam. Karena ia laki laki sendiri di antara ketiga wanita cantik beda usia itu.


"Papa mana mi??? ".Tanya Naures setelah ia sudah menghabiskan sarapannya.


" Biasa, di ruang kerjanya sama Opa dan juga kak jery ".


Naures pun langsung pamit dengan istri dan juga mami nya serta kakak iparnya. Untuk ikut gabung bersama Papa nya saja. Dibandingkan harus ikut nimbrung dengan para emak emak rempong.


Sedangkan Lea dan para menantunya kini kembali bercengkerama. Dan saling bercerita, hingga bergosip ria. Gelak tawa dari ketiga wanita itu mengundang rasa penasaran Mona yang sudah selesai menonton sinetron kesayangan nya.


"Seru banget ngobrolnya. Ampe datang pun nggak nyapa Oma".Sindir Mona sambil melirik kearah yuni.


" Heheh... Oma... Maaf Oma, Yuni habisnya tadi udah kelaparan banget gak sarapan di apartemen ".Ucap Yuni jujur. Karena ia berencana menemui Mona setelah selesai sarapan. Tapi malah mereka lanjut mengobrol hingga lupa diri begini.


" Iya sayang... Oma nggak marah kok. Oma hanya bercanda saja".


Mona pun akhirnya ikut duduk di salah satu kursi meja makan. Sedangkan Manda pun berinisiatif mengambilkan satu bungkus gado gado yang masih ada di kantong kresek untuk Mona.


"Apa ini??? ".


" Gado gado Oma. Cobain deh rasanya endulita banget Oma".Seru Manda


Dan dengan rasa penasaran nya Mona pun mulai membuka bungkus itu. Hingga ia juga mulai mencicipi nya. "Hem... Ini baru makanan".Serunya memuji. " Rasanya sebelas duabelas dengan buatan kamu Lea".Sambung Mona sambil menatap wajah cantik menantunya itu.


Sedangkan Lea hanya tersenyum saja. Karena sejak dulu mama mertuanya itu selalu saja memuji masakan nya.


TBC