
"Sudah nduk, omongan bu susi jangan di pikirkan lagi!!!. Dia kan memang sejak dulu begitu".Bu tejo menasehati yuni agar tidak menggubris para warga yang julid seperti bu susi.
" Iya bu Tejo. Yuni udah biasa kok ngadepin orang seperti bu susi itu".Jawab Yuni sambil tersenyum.
Bu tejo jadi lega setidaknya sekarang yuni bisa bersikap semakin dewasa saja.
Flasback on...
Tadi saat mereka sedang mengobrol dengan para warga yang datang kerumah lama yuni. Tiba tiba ada seorang ibu ibu yang bernama susi ikut nimbrung juga.
Tapi ia selalu sinis dan ketus setiap kali berucap. Bahkan ia menyinggung serta merendahkan orang yang berkerja di Jakarta. Dengan pekerjaan yang tidak halal. Wanita penghibur lah, simpanan om om lah. Makanya bisa cepat sukses katanya.
Hal itu juga tadi membuat Naures langsung ikut geram. Kalau saja Yuni tidak melarang suaminya, mungkin Naures sudah mengamuk pada bu susi. Tapi karena Yuni selalu saja menghadapi masalah dengan kepala dingin. Dan mensekak orang seperti bu susi dengan otak bukan dengan otot. Tentu saja Naures manut pada istrinya itu.
Naures juga masih menghargai bu Tejo serta warga yang lainnya juga. Jika tidak, sudah habis bu susi dengannya.
Flasback Off...
"Bu, kenapa sekarang bu tejo dan pak tejo kok tinggal di gudang pak abas bu???. Rumah bu tejo kan ada??? ".Yuni bertanya sangat hati hati takut menyinggung bu tejo dan suaminya yang kini duduk di sofa ruang tamu rumah nya.
Pak Tejo dan Bu Tejo nampak saling pandang. Lalu mereka menghela nafasnya kasar. " Sebenarnya rumah yang dulu kami tempati sudah kami jual nduk. Bahkan tak hanya rumah, sawah dan aset kami yang lainnya sudah habis tak bersisa lagi nduk".Lirih Bu Tejo terlihat sendu.
"Loh, maaf ya bu pak sebelum nya. Bukan maksud yuni untuk kepo tentang kehidupan bu tejo dan pak tejo. Tapi yuni bingung bagaimana bisa semua aset yang bapak dan ibu miliki bisa tak bersisa begini bu??? ".Tanya yuni mulai penasaran. " Bukankah ada Erni bu, dan dimana dia sekarang??? ".Sambung yuni.
" Semuanya juga karena Erni nduk. Ibu dan bapak mungkin salah mendidik nya. Dan kami orang tua yang gagal nduk. Kami berdua memang mewariskan rumah serta ladang untuk Erni. Tapi semua itu malah Erni gadaikan pada lintah darat nduk. Sekarang saja kami tidak tahu nduk dimana Erni berada".
Naures dan yuni yang mendengar cerita pak tejo dan bu tejo hanya bisa mengelus dada mereka saja. Ada ya seorang anak angkat yang sudah di rawat sejak kecil dan dibesarkan hingga dewasa bahkan juga sudah disekolahkan. Tapi setelah mapan malah menusuk kedua orang tua yang telah membesarkan nya dari belakang.
Naures menganggukkan kepalanya saat tahu apa yang ada dipikiran istrinya saat ini. Apalagi saat yuni menatap nya dengan meminta pendapat nya.
"Pak, bu... Bagaimana kalau pak tejo dan bu tejo ikut sama kita ke Jakarta saja???. Bapak dan Ibu bisa tinggal dirumah kami!!! ".Ucap Yuni tulus.
" Iya Pak, bu... Saya juga senang jika bapak dan ibu mau ikut kami pulang ke Jakarta. Lagian Yuni juga selalu sendirian dirumah kalau saya sedang kerja ".Sambung Naures membenarkan usulan istrinya.
Pak tejo dan bu tejo pun saling tatap bingung. Mereka tidak mau merepotkan siapaun lagi sekarang. Hidup seperti ini saja bagi mereka sudah cukup. Dan masalah harta yang sudah tiada mereka sudah ikhlas.
" Le... Nduk... Bapak sama ibu ini tidak mau merepotkan orang banyak. Tapi jika yuni dan Nak Naures bisa memperkerjakan kami dirumah kalian. Maka Bapak dan Ibu mungkin akan sangat senang nak".Jawab Pak tejo.
"Iya nduk. Kami malah senang jika kami disana tidak menganggur saja. Masa kami hanya numpang makan dan tidur gratis tanpa melakukan apapun. Nanti kami malah jadi beban Nak Naures dan yuni saja disana".Sambung Bu tejo sambil tersenyum.
" Ya Allah pak, bu. Yuni dan kak Naures itu iklhas kok. Dan kami berdua juga tidak akan keberatan jika pak tejo dan bu tejo mau tinggal selamanya bersama kami".Yuni masih saja berusaha membujuk suami istri itu.
'
"Wah, kalau begitu nanti kami pikirkan saja nanti nduk. Maaf bukannya menolak niat baik kalian nak".Sahut Pak tejo sopan.
" Oke... Gini saja. Gimana kalau nanti pak tejo kerja di perusahaan saya saja. Dan bu Tejo tetap di rumah bersama yuni??? ".Saran Naures memberi masukan.
" Owalah nak Naures ini sangat berlebihan sekali. Bapak ini orang bodoh nak. SMA saja cuma ikut sekolah paket kok.
TBC