
"Apa yang kita lakukan sudah benar Pa??? ".Lirih Mami Lea setelah Citra keluar dari rumah mewahnya dan di antar langsung oleh sopir pribadi mereka pulang.
" Jika gadis itu sampai ingkar janji dan mengkhianati kita. Maka aku tidak akan segan sayang. Sampai ke ujung dunia pun akan ku kejar".Jawab Papa Rayen sambil terkekeh.
"Aw.... ".Rayen mengaduh karena Lea langsung mencubit gemas perut sixpack nya. Walaupun sudah berumur Papa Rayen masih saja kelihatan cool dan tampan. Bisa dibilang ia awet muda sejak menikah dengan Lea.
Sedangkan ditempat yang berbeda. Saat ini Naures masih saja kelimpungan membujuk istrinya. Bahkan Naures di cuekin oleh Yuni. Hingga Naures sampai tidak mood lagi untuk kembali ke perusahaan. Padahal siang ini ia harus rapat dengan team marketing nya.
Yuni mulai bergerak dari tempat tidurnya. Tapi ia seperti tidak melihat suaminya yang kini masih setia duduk di samping dia tidur sejak tadi.
"Mau kemana sayang??? ".Tanya Naures saat melihat Yuni menurunkan kakinya ke lantai.
Tapi Yuni tidak menjawab sama sekali pertanyaan suaminya. Ia malah langsung masuk kedalam kamar mandi.
" Sayang... Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini!!!. Aku lebih suka kamu yang selalu marah marah dan manja".Seru Naures dari balik pintu kamar mandi.
"Maafin Bunda twins sayang. Ini semua demi kita. Semoga Ayah bahagia".Lirih Yuni sambil mengelus perut buncit nya yang semakin terlihat membulat.
🌿🌿🌿🌿🌿
Jam sudah menunjukkan pukul Tujuh malam tapi Yuni masih saja diam membisu tanpa ingin berniat bicara pada suaminya. Membuat Naures semakin serba salah saja.
"Sayang, ayo makan!!!. Sejak tadi siang kamu belum makan apapun kan??? ".Naures sudah memasak khusus untuk istrinya tapi Yuni masih saja diam di kamar sejak tadi.
"Aku tidak lapar".Jawab Yuni sekenanya.
" Sayang, tapi kamu harus tetap makan!!. Kasian Twins, mereka pasti sudah sangat kelaparan ".Naures masih saja berusaha membujuk istrinya. Tapi sepertinya akan sia-sia karena Yuni juga tak menggubris nya sama sekali.
Drtd... drtd...
Dering ponsel Naures membuat nya mengupat kesal. Tapi Naures pun masih meraih ponselnya yang ia letakkan di atas nakas.
" Iya pa, ada apa??? ".
" Kerumah sekarang, ada yang ingin Papa dan Mami bicarakan!!! ".
" Tapi pa aku....
"Ini soal Citra".Potong Rayen
" Baik pa".
Naures langsung menatap kearah istrinya. Ia bingung meninggalkan istrinya dalam keadaan begini. Naures juga tidak tahu bagaimana perasaan istrinya. Karena sejak tadi Yuni hanya diam membisu dan menjawab nya singkat saja. Tidak seperti biasanya yang selalu bermanja ketika didekatnya.
Tapi Naures juga harus menemui kedua orang tuanya. "Sayang, kita kerumah Papa ya sekarang karena Papa memintaku untuk datang kesana sekarang!!! ".Ajak Naures yang tidak tega meninggalkan istrinya sendirian di Apartemen dengan kondisi hati yang kacau.
" Pergi saja jika ingin pergi. Aku lelah sebaiknya aku istirahat saja ".Jawab Yuni datar. Bahkan ia langsung berbaring kembali tanpa ingin menoleh kearah suaminya.
" Ayah pergi ke rumah Opa dan Oma dulu twins sayang. Ayah titip Bunda ya jaga Bunda sampai Ayah pulang ".Naures seolah pamit juga dengan baby twins yang masih berada dalam perut istrinya.
Setelah itu pun Naures ikut mengecup perut buncit Yuni. Kemudian ia pun pamit pada istrinya walaupun Yuni masih saja bungkam. " Sayang aku pergi dulu!!!. Kalau ada apa apa telpon saja!!. Dan aku janji tidak akan lama".Ucapnya sambil menyentuh bahu istrinya.
Hembusan nafas kasar Naures membuat Yuni menyadari jika saat ini Naures berusaha terus bersabar demi membujuk dan memberi pengertian padanya.
"Maafin aku kak!!! ".Guman Yuni sambil menitik kan air matanya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Naures pulang ke Apartemen dengan senyum yang mengembang sempurna. Karena ia sudah lega jika Citra sudah sadar dan mau bekerjasama dengan kedua orang tuanya.
Ceklek...
Naures membuka pintu Apartemen nya dengan langkah lebarnya. Dan senyum yang tak pernah pudar. Tapi suasana Apartemen sangat sepi bak tak berpenghuni sama sekali.
"Mungkin istri ku sudah tidur".Lirih Naures saat ia melihat jam yang menempel di dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tadi juga Naures dirumah kedua orang tuanya terlihat sangat gelisah. Tidak tenang meninggalkan yuni sendirian di Apartemen nya.
Naures berjalan ke dapur terlebih dahulu sebelum ia masuk kedalam kamar. Karena ia ingin mengambil minum. Naures kembali mengangkat sudut bibirnya membentuk senyum saat melihat piring kotor di wastafel dapur.
"Aku tahu sayang kau pasti sangat lapar".Ucap Naures mengulum senyumnya. Karena hasil masakan nya dimakan juga oleh Yuni sang istri.
Setelah selesai mengambil minum dan menegaknya hingga tandas. Naures langsung pergi meninggalkan dapur dan melangkah menuju kamarnya. Ia sudah tidak sabar lagi bertemu dengan istrinya. Dan membicarakan semuanya pada istrinya tentang kebenarannya.
Dahi Naures mengerut saat tidak melihat keberadaan yuni di dalam kamar mereka. Naures pun langsung masuk dengan langkah terburu buru menuju ruangan walk in closet tapi disana tidak ada yuni. Lalu ia membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci juga.
Pikiran Naures langsung kacau. Tak mendapati Yuni dimana mana. Naures mengusap wajahnya kasar."Sayang... Kamu dimana??? ".Teriak Naures mulai prustasi.
" Sayang... Please jangan tinggalkan aku!!! ".Teriak Naures lagi sambil menjambak rambutnya.
Naures merogoh ponselnya yang ada di saku jaketnya. Ia menghubungi ponsel istrinya. Tapi ponsel yuni ada di dalam laci kamarnya itulah.
" Hais... Sial... "Upat Naures kesal. Bahkan pikiran Naures sudah sangat kacau tidak karuan.
Apalagi saat Naures melihat sebuah surat yang ada di atas nakas di bawah lampu tidur. " Tidak... Jangan sayang!!!".Naures langsung berlari keluar kamar sambil menyambar jaket serta kunci mobilnya.
Naures juga menutup pintu apartemen nya dengan sangat kasar. Dan ia terburu buru keruangan CCTV apartemen yang ia tempati. Untuk melihat kemana arah istrinya pergi.
Naures sudah terlihat kacau. Bagai orang stres setelah membaca isi surat yuni. Apalagi yuni pergi tidak membawa sehelai pakaian pun. Hanya pakaian yang ia pakai saja. Bahkan ponsel pun ia tinggal kan.
"Sayang aku mohon jangan pergi!!! ".Guman Naures sambil menekan tombol lift.
TBC