
"Selamat sore Nyonya".Sapa Evi setelah ia masuk kedalam ruangan rawat istri tuan nya.
" Sore Evi".Jawab Manda sambil tersenyum manis.
"Bagaimana keadaan Nyonya??? ".
" Seperti yang kau lihat Evi. Aku masih bisa untuk bernafas dengan baik".Sahutnya sembari tersenyum dan menutup ponselnya.
Karena sejak Evi masuk kedalam ruangan itu. Terlihat Manda sedang memainkan ponselnya dengan sangat serius. Sehingga kedatangan Evi tidak ia ketahui.
"Apa ada yang nyonya butuhkan??? ".Evi bertanya karena tak biasanya Manda ingin menemuinya dadakan begini.
Senyum Manda kembali terbit di bibir pucatnya. Membuat Evi terlihat was was saja. Karena Evi takut jika Nyonya nya menyuruhnya melakukan hal konyol kembali. Seperti pada saat itu.
"Aku hanya ingin meminta bantuan mu untuk menyiapkan pernikahan Evi".
" Pernikahan??? ".Ulang Evi terkejut. Dan Manda pun langsung menganggukkan kepalanya. " Siapa yang akan menikah Nyonya??? ".
" Mas Jery".
"What??? ".Evi langsung menutup mulutnya rapat rapat , bahkan mata Evi dibuat melotot sempurna. Kini Evi menepuk nepuk pipinya sendiri. Seolah ia berharap semua yang ia dengar adalah mimpi. " Tu... tuan Jery??".Ulang Evi membengong.
"Bukankah kalian sedang mencari ini".Manda menyodrokan map bewarna coklat pada Evi sambil tersenyum. Dan dengan sedikit ragu Evi menerima map tersebut.
Lagi lagi Evi dibuat melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Evi kini menatap wajah Manda dengan sedikit bingung.
Wanita itu sungguh sangat pandai menyembunyikan segala perasaan nya. Ia begitu kuat dan tegar dalam situasi seperti apapun. Evi juga merasa sangat salut pada sosok Manda. Wajar saja jika Allah lebih sayang padanya dengan sebuah penyakit yang diderita nya saat ini. Mungkin Allah ingin wanita sebaik Manda tidak tergoda dengan kenikmatan dunia. Yang membuat dirinya tersesat begitu jauh.
"Jadi Nyonya... ".Evi tidak sanggup lagi untuk meneruskan kata katanya. Evi bahkan sambil menyeka air matanya. Entah kenapa tiba tiba air matanya ingin menetes tanpa diminta.
" Sekarang tugasmu hanya menyiapkan pernikahan mas Jery dengan Velyn!!!. Aku juga sudah memesan gaun pernikahan pada Jeny".Ucap Manda lagi tanpa beban.
"Apa ini tidak akan menyakiti perasaan Nyonya??? ".Tanya Evi hati hati karena ia juga tidak mau jika sampai Manda tersinggung atas pertanyaan.
" Evi, kau harus tahu kehidupan di dunia ini tidak ada yang kekal abadi. Begitupun dengan kesenangan kita. Allah itu maha baik, ia berikan kita kebahagiaan. Tapi ia juga hadirkan kita luka".Manda tersenyum sebelum ia melanjutkan kembali kata katanya.
"Sejujurnya tidak ada satu pun wanita yang mau dimadu ataupun melihat suaminya menikah lagi. Bahkan membayangkan nya saja bisa membuat kita sakit dan terluka. Tapi, aku sebagai wanita juga punya perasaan Evi. Aku tidak mau egois dan ingin memiliki suamiku sendiri. Apalagi di luar sana ada seorang wanita yang juga membutuhkan Mas Jery".Manda berbicara seolah seolah ia tidak terbebani sama sekali.
"Aku melakukan ini bukan karena usiaku tidak lama lagi Evi. Tapi keputusan ku akan tetap sama jika kondisi ku juga sehat. Jika di luar sana kebayakan wanita yang tidak rela untuk berbagi suami. Maka, aku akan tetap mengambil keputusan untuk merestui suamiku menikah kembali. Rasa sakit karena di madu tidak akan sebanding dengan rasa sakit yang sudah di nodai tapi di tinggalkan begitu saja. Luka itu pasti akan selalu menjadi dendam berkepanjangan".
"Jangan ada dosa di atas dosa!!!".Sambung Manda yang sejak tadi selalu menampilkan senyumnya.
Evi pun sampai menitik kan air matanya mendengar semua kata kata yang keluar dari mulut Manda. Sungguh Nyonya ini benar benar wanita yang baik.Sangat jarang ada wanita yang berpikiran seperti ini.
Ia malah memikirkan dosa daripada perasaannya sendiri. Wajar jika Jery begitu mencintai Manda melebihi apapun. Bahkan saat Manda berakting pura pura selingkuh. Jery tetap tak merubah perasaannya begitu saja. Ia tetap ingin mempertahankan Manda.
Setelah bicara panjang lebar bersama Evi sore itu. Dan Evi pun pulang sambil terus menitik kan air matanya. Ia begitu terharu akan sikap yang ditunjukkan oleh Manda. Beruntung sore itu Jery memutuskan pulang kerumah terlebih dahulu. Jadi Jery tidak tahu apa yang mereka bicarakan berdua.
TBC