Married Accident

Married Accident
Harapan Kedua Orang Tua



Di sebuah ruang keluarga Rayen dan Lea berkali kali menarik nafasnya berat. Sedangkan adik adik Jery dan adik iparnya hanya bisa menatap iba pada kakak tertuanya. Terkecuali Al dan Sherly yang tidak ada disana.


Mark saat ini hanya diam sambil menyimak apa yang terjadi sebenarnya. Ia juga tak memberikan tanggapan apapun. Sama seperti hal nya Satria, mereka mungkin belum memberikan tanggapan. Karena jujur mereka juga sulit untuk ikut angkat bicara.


Dalam keadaan begini yang bisa di lakukan oleh keluarga adalah menghibur Jery, Dan tak akan mungkin menyudutkan nya. Semuanya sudah menjadi keputusan Manda sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.


"Papa harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk istri barumu Jery!!!. Meskipun Papa tahu semua ini berat untuk kamu jalani. Namun, setidaknya kamu juga harus memikirkan Mayra!!! ".


Rayen berucap tegas pada putra sulungnya. Membuat Jery kali ini menghela nafasnya kasar. Ia tidak tahu kenapa Manda sampai memilih Velyn untuk ia jadikan istri. Dan itu pun seperti sudah di persiapkan dengan baik oleh Manda.


Ingin rasanya Jery berteriak saat ini juga. Meluapkan semua beban di pundaknya. Dan mengatakan betapa sesak dan terpukulnya dirinya saat ini. Rasa belum percaya terus menghantui pikirannya. Ia merasa istrinya begitu kejam padanya.


Begitu pula dengan takdir hidupnya saat ini. Rasanya baru kemarin ia merasakan kebahagiaan rumah tangga dengan istri dan juga putrinya. Tapi hari ini bagai mimpi buruk bagi Jery. Separuh jiwanya telah pergi. Dan benar benar pergi untuk selamanya.


Meninggalkan mereka dan tak akan mungkin untuk kembali lagi. Dan sekarang ia malah di paksa untuk tetap mempertahankan rumah tangga bersama Velyn. Wanita yang baru ia nikahi beberapa jam yang lalu. Yang belum pernah ia kenal sebelum nya.


"Akan Jery pikirkan lagi pa".Jawab Jery sendu. Ia pun bangkit dari tempat duduknya. Lalu pamit pada kedua orang tuanya serta adik adiknya. Karena jujur hari ini adalah hari terburuk dalam hidup Jery.


Rayen dan Lea pun hanya bisa menatap iba. Mereka juga sangat sedih dengan apa yang menimpa Jery saat ini. Tapi juga tidak bisa untuk memaksa Jery untuk bertahan pada hubungan yang tidak ia kehendaki. Karena itu malah akan mempersulit serta menyakiti perasaan keduanya.


Tapi di lain sisi Mayra malah terlihat nyaman bersama ibu sambungnya. Wanita yang di nikahi Jery beberapa jam yang lalu, sebelum Manda menghembuskan nafas terakhir nya.


"Sepertinya ada yang tidak beres".Ucap Satria pelan. Dan langsung mendapatkan senggolan bahu dari Mark.


" Dimana Evi???. Panggil dia kemari!!! ".Ucap Rayen mulai mencari keberadaan asisten pribadi putranya.


Sedangkan Velyn saat ini masih menemani Mayra di dalam kamarnya. Gadis kecil itu sejak pulang dari pemakanan, selalu saja menempel pada Velyn.


Dan saat ini Mayra sedang tertidur di ranjang nya dengan memeluk erat tubuh Velyn. Seolah ia takut jika Velyn juga akan pergi meninggalkan nya. Sama seperti Mamanya.


Velyn menyeka air matanya, kala ia ingat kata kata Mayra sebelum gadis kecil itu tertidur pulas dalam pelukan nya.


"Mama pernah bilang, jika Mama pergi suatu hari nanti. Mayra tidak boleh nakal dan membuat Papa sedih. Mama juga bilang jika tante Velyn yang akan menggantikan posisi mama untuk menjaga Mayra".


" Mama bilang tante Velyn adalah Bunda Mayra. Mama juga bilang sama Mayra harus nurut sama Bunda. Karena Bunda sedang mengandung adik Mayra, jadi Mayra juga harus jaga Bunda seperti Bunda akan terus menjaga Mayra".


Kata kata Mayra terus terniang niang di telinga Velyn. Bagaimana bisa Manda begitu ikhlas untuk menyatukan dirinya dengan Jery. Meskipun ia tahu semua ini bukan lah kesalahan suaminya. Melainkan adalah kebodohan Velyn sendiri.


"Aku janji mba, aku akan bertahan dengan pernikahan ini. Dan aku akan merawat dan menyayangi Mayra seperti putriku sendiri. Meskipun aku tahu cinta mas Jery hanya untuk Mba".Guman Velyn sambil mengecup pucuk kepala Mayra.


Velyn bangkit dari tempat tidur Mayra. Berniat untuk keluar dan menyapa keluarga Jery. Terutama kedua mertuanya. Tapi saat Velyn akan keluar, ada art yang menghampiri nya lebih dulu.


"Maaf Nyonya permisi. Anda di panggil tuan Jery dan di suruh menemuinya di ruang kerjanya sekarang!!! ".


" Oh iya bi makasih. Hem maaf bi ruang kerjanya dimana ya??? ".Tanya Velyn ramah.


" Di sebelah sana Nyonya, ruangan paling ujung!! ".Art menunjukkan arah ruangan lain pada Velyn yang ada di lantai atas tersebut. Velyn pun mengangguk kan kepalanya sembari mengucapkan Terima kasih.