Married Accident

Married Accident
Kembali Bar Bar



Sedangkan di sebuah mension mewah tepatnya di dalam sebuah kamar nan luas. Calista baru menggeliat dan mulai membuka matanya secara perlahan. Semalaman ia di gempur habis oleh pria lucknut yang tak berkeprimanusian itu.


Bahkan pria yang bernama Barra itu benar benar tak memberi nya kesempatan untuk istirahat barang sebentar saja. Hingga Calista langsung terlelap begitu selesai Barra menuntaskan hasratnya. Dan anehnya tubuh Calista selalu merespon ketika Barra mulai menyentuhnya. Bibirnya sendiri terasa keluh untuk mengucapkan penolakan ketika sudah melihat lobak barat yang terpampang nyata di depan matanya.


Begitu ia membuka matanya Calista langsung sadar jika ia masih berada dalam rumah sang pria berengsek yang sangat doyan dengan tubuhnya.


"Bodoh... dasar bodoh kau Calista". Pekik Calista sambil memukul mukul selimutnya dan juga membanting banting kakinya sendiri.


" Ah, tapi dia begitu perkasa saat di atas ranjang ". Gimana Calista lagi dengan kebodohannya .


Beberapa saat ia menggelengkan kepalanya lagi. " Tidak, please Calista come on. Kau sudah di perkosa olehnya. Jadi, apapun yang terjadi kau harus tetap meminta pertanggungjawaban darinya. Harus! ". Guman Calista lagi sambil menyemangati dirinya sendiri.


Setelah cukup lama berguman sendiri. Calista pun bangkit dari ranjang empuk itu. Ia juga sempat mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Barra. Setelah di rasa aman. Calista pun langsung berlari masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Begitu keluar dari kamar mandi. Calista terkejut karena Barra sudah duduk di sofa empuk yang ada di dalam kamar tersebut.


"Cepat ganti pakaian mu!!!. Setelah sarapan kita akan pergi!! ". Perintahnya tanpa basa basi lagi.


Tanpa di duga Calista malah tak menjawab sepatah kata pun. Ia malah melangkah mendekati Barra dan berkata". Mana baju gantiku??? ". Ucapnya santai.


Barra pun langsung mengambil paperbag yang berisi baju lengkap dengan **********. Yang sudah ia pesan khusus untuk Calista. Dan menyodorkan nya pada gadis itu.


" Wah, kau memberiku baju baru. Apa kau tahu ukurannya??? ". Ledek Calista dengan sedikit menyindir


" Tentu saja aku tahu, Kau lupa kalau aku sudah beberapa kali menyentuh nya? ". Jawab Barra tak kalah santainya.


Calista pun langsung Mencebikkan bibirnya makin kesal. Dan saking kesalnya ia malah tanpa malu lagi polos di depan pria itu. Dan menurunkan handuknya tepat di hadapan Barra. Bahkan dengan santainya berganti pakaian tanpa takut sedikit pun.


Glek...


Barra kembali meneguk salivanya dengan sangat susah. Saat ia melihat dua benda kejal tepat di depan matanya. Belum lagi area lorong yang hutan tipisnya tampak seperti melambai melambai .


"Ganti di ruangan walk in closet saja sana!!! ". Seru Barra dengan suara beratnya.


" Kenapa bukankah kau sudah menyentuhnya dan menikmati nya. Jadi untuk apa aku menutupinya lagi di hadapan mu?.Tuan Barra yang terhormat". Calista benar benar tidak takut lagi dalam keadaan telanjang sekalipun di depan Barra.


"Shiittt". Upat Barra saat lobaknya kembali berdiri di dalam sana. Tapi pria itu berusaha untuk tetap tenang dan berusaha mengalihkan pikirannya.


Jika saja ia tidak memiliki janji temu mungkin saat ini juga ia sudah kembali memakan Calista. Dan membuatnya kembali terkapar tak berdaya karena sudah berani menggodanya seperti itu.


Jiwa Casanova nya kembali bangkit jika ia terlalu lama berada di dalam kamar itu. Dan melihat tubuh sempurna seorang Calista. Barra beranjak dari duduknya.


"Setelah selesai langsung turun saja!!!. Dan jangan terlalu lama karena aku sibuk hanya untuk menunggumu". Ucap Barra datar dan langsung melangkah lebar keluar kamar.


" Apa kau tidak ingin membuatnya basah kembali??. Aku melihat Lobak mu itu sudah berdiri". Teriak Calista dengan lantangnya sengaja menggoda Barra yang ia tahu jika pria itu sedang berusaha menghindari nya.


"Setelah hari ini kau pasti akan menyesal karena sudah berani bertindak bodoh". jawab Barra tanpa menoleh sedikitpun dan langsung menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar.


" Sial kenapa gadis itu malah menjadi binal seperti itu". Batin Barra yang baru sadar jika Calista benar benar Bar bar dan tidak punya malu .


Sedangkan di dalam kamar Calista terus saja mengupat kesal. Tapi selang beberapa detik ia malah tersenyum penuh arti.


"Sabar Calista sabar!. Kau harus bisa sabar sampai kau berhasil menaklukkan nya". Batin Calista menyeringai licik.


Calista kembali menyelesaikan acara ganti bajunya. Tepat di saat pintu kamar kembali terbuka saat ia baru saja memakai dres yang di siapkan oleh Barra untuknya.


"Upps... Sorry Mam". Seru Celline yang merasa tidak sopan saat melihat tubuh Calista yang masih polos di bagian bawah nya.


Celine gadis berusia empat tahun itu pun langsung menutup pintu kamar kembali. Membuat Calista tersenyum. " Umurnya masih sangat kecil tapi dia sudah sangat paham. Ah, dia akan jadi anak ku juga". Cuman Calista terkekeh sendiri.


TBC


OTHOR SENGAJA BANYAKIN CERITA CALISTA DULU YA GENGS, SAMPAI CALISTA DI HALALIN KARENA UDAH KADUNG JEBOL GAWANG🤭🤭🤭


DAN YANG TANYA KENAPA PADA GAK BISA JAGA SAMPAI HALAL DULU ?. JAWABAN NYA ADALAH SESUAI JUDUL AJA YA GENGS.


KARENA GODAAN SYETAN ITU LEBIH DAHSYAT BAGI ORANG ORANG YANG MEMILIKI IMAN CETEK DAN OTAK YANG BERISI ************ KEK BARRA GENGS🙏🙏🙏🙏🤭🤭