Married Accident

Married Accident
Menyelesaikan Kegiatan yang Belum Selesai



"Loe ngomong apaan barusan??? ".Hani tersenyum jumawa menampilkan senyum termanis nya.


" Apaan?. Gue kagak ngomong apa apa. Loe nya aja yang salah denger".


Leon langsung merubah raut wajahnya yang tadinya nampak memuja dan terpesona akan penampilan Hani. Kini terlihat datar dengan gaya songong seperti biasanya. Seperti tidak butuh dengan orang lain lagi.


"Ck... Sudah ketahuan memuji malah sempat sempat nya berdalih. Kenapa malu kalau gue denger loe tadi muji gue cantik? ".


Ledek Hani sambil melangkah mendekati Leon yang kini masih saja duduk di sofa empuk itu. Dan belum berniat untuk bangkit dari sana.


" Hahaha... Sepertinya loe harus sering sering bersihin telinga loe deh!!!. Biar gak budek".


Balas Leon mengelak agar tidak kalah malunya. Karena ketahuan terpesona akan penampilan Hani saat ini. Kalau boleh jujur Hani saat ini memang benar benar sangat cantik. Leon tidak pernah merasakan detak jantungnya seperti sekarang ini. Yang rasanya ingin terlepas dan melompat keluar dari tempatnya.


Tatapan Hani bagi Leon sangat membunuh jiwanya. Bahkan pikiran Leon sudah di penuhi oleh pikiran pikiran jorok tiap kali membayangkan tubuh gadis itu.


"Come on Leon... Buang pikiran jorokmu itu!!! ".Guman Leon sambil menahan hasratnya sebagai pria normal pada umumnya. Berkali kali Leon menggeleng geleng kan kepala nya. Berusaha menghilangkan otak joroknya.


Tanpa sadar Hani malah sengaja menggodanya. Kini Hani sudah duduk di pinggiran sofa dan sedikit mencondongkan tubuhnya dengan Leon.


" Kenapa gugup begitu?. Hm??? ".Tanya Hani sedikit meledek. Apalagi saat ia melihat keringat Leon yang tiba tiba saja meluncur dari pelipis nya.


" Loe Demam eon??? ".Tanya Hani tiba tiba panik dan khawatir melihat Leon yang sudah bercucuran keringat. Hani malah memegangi kening dan juga leher Leon.


" Kenapa badan loe panas dingin gini???. Kita kerumah sakit saja dulu ya!!! ".Panik Hani sambil terus meletakkan tangannya pada jidad Leon.


Gleg...


Leon susah payah meneguk salivanya kembali. Saat lagi lagi belahan dada Hani menyembul keluar karena Hani sedikit berjongkok sambil memegangi bahu Leon.


" Gue gak papa. Mending loe ganti baju loe dulu deh!!! ".Ucap Leon gugup. Bahkan badannya sedikit gemetar.


Berulang kali Leon mengupat kesal karena Hani selalu saja menguji iman nya. Leon hanyalah pria normal pada umumnya. Beruntung Leon tidak sebejat seperti rumor di sekolahnya dulu. Dia sekuat tenaga menahan diri agar tidak berbuat konyol.


"Tapi badan loe panas dingin gini eon. Loe juga gemetaran. Ayo kita kerumah sakit!!!! ".


Hani berusaha menarik tangan Leon. Tapi bukannya Leon yang beranjak. Malah Hani yang tertarik dan terduduk di pangkuan Leon.


" Awww.... ".


Bruggg...


Hani jatuh tepat berada pada pangkuan Leon. Tangan Leon pun berada di pinggang Hani. Dengan refleks Hani juga langsung berpegangan pada leher Leon. Sepi... Beberapa detik keduanya sama sama larut dalam pikiran masing masing.


Saling tatap dan saling memandang satu sama lainnya. Hanya hembusan nafas sedikit kasar dan detak jantung yang saling bersahut-sahutan juga.


Cup...


Leon membelalakkan matanya ketika kedua benda kenyal itu saling bersentuhan. Membuatnya semakin gugup dan tersentak kaget.


Hani membuka matanya dan malah tersenyum mengejek ketika Leon langsung membatu akan ulahnya.


"Hahaha... Muka loe lucu banget sih ".Hani langsung terkekeh geli melihat reaksi wajah Leon. Yang sangat syok karena tiba tiba di cium oleh Hani.


Leon yang tersadar karena di kerjai oleh Hani. Dan ketika Hani akan bangkit dari pangkuannya. Dengan sigap Leon malah menahan pinggang gadis itu. Membuat Hani terkejut dan menatap Leon dengan tatapan sedikit kesal.


"Lepas... !!! ".Seru Hani mulai gugup karena Leon kini menatapnya dengan tatapan yang tak biasa. Membuat jantungnya berpacu kencang.


" Leon... Lepasin iiihhh!!!! ".Hani terus berontak di atas pangkuan dan juga berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Leon.


" Siapa tadi yang duluan menggodaku?. Hm??? ".Tanya Leon dengan senyum mesumnya.


" Tadi gue cuma...


"Loe salah menggoda pria nona Hani".Bisik Leon dengan tatapan mesumnya.


Dan dengan gerakan cepat Leon langsung menarik pinggang Hani sehingga tubuh gadis itu berbenturan dengan dada bidangnya. Kini giliran Hani yang gugup saat berhadapan dengan Leon dengan jarak yang sangat dekat seperti ini.


" Loe ma... mau ngapain Leon... Jangan macam macam ya!!! ".Tanya Hani menjadi gugup sendiri.


Leon hanya tersenyum dan memicingkan matanya. Tapi di detik berikutnya. Leon malah ikut menarik tekuk leher Hani. Dan langsung menyesap bibir mungil itu menyesapnya dengan gerakan lembut dan pelan. Hani dibuat tercengang dan membisu dibuatnya.


Hani terus membungkam mulutnya. Dengan mata yang melotot sempurna. Membuat Leon lebih luluasa menikmati aroma cherry pada bibir Hani.


Tapi ketika sadar Hani langsung berusaha mendorong dada bidang Leon. Dan ia terus berontak.


"Mmppp.... " Hani terus berusaha menjauhkan kepalanya dari Leon dan ia juga terus bergerak di atas tubuh Leon.


"Berhenti bergerak !!!. Kau membuatnya bangun".Ucap Leon dengan suara seraknya.


Hani langsung menatapnya dengan tatapan tajam. " Iihhh... Dasar cabul... Mesum... Polisi gila".Upat Hani kesal dan emosi bahkan Hani sambil memukul mukul dada bidang Leon. "Loe nyium gue brengsek... Loe udah ngambil ciuman pertama gue Leon... "


Hani terus meluapkan emosinya sambil terus memukul dada dan lengan Leon. Tapi pria itu tetap terlihat santai tanpa rasa bersalah sedikit pun.


"Loe yang duluan ***** gue bege. Jadi gue tadi hanya nyelesain kegiatan yang belum kelar aja".Jawabnya cuek.


Hani pun kembali emosi mendengar pernyataan Leon. Dan ia kembali membrutal dan terus memukul tubuh pria itu berulang ulang kali.