
Velyn terpaku dengan detak jantung tak beraturan lagi. Hawa panas mulai menyeruak di sekujur tubuhnya. Bahkan pipi putih mulus nya kini sudah bersemu merah.
Hatinya tak kuasa untuk menolak. Debaran jantung yang semakin lama semakin berdegup kencang. Apalagi ketika tangan suaminya mulai mengusap pelan bahu nya hingga kini sudah turun ke bagian dadanya.
Velyn memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan suaminya. Dan ia kembali membuka matanya ketika benda kenyal mulai menyesap bibir tipis bewarna merah muda itu dengan sangat lembut dan juga menuntut.
Keduanya tampak saling tatapan dalam pagutan bibir yang semakin dalam dan saling tertaut. Jery pun mulai melancarkan gerakan tangannya. Membuka satu persatu kain yang menempel pada tubuh indah istrinya.
Tubuh yang sempat tidak ia harapkan dan tidak ia inginkan untuk menyentuhnya. Namun, pada kenyataannya sekarang tubuh itu selalu membuatnya merindu karena sudah menjadi candu banginya.
Cardigan Velyn mulai terlempar ke lantai. Hingga piyama tipis berbentuk daster itu kini terbuka menampilkan kulit bening nan mulus Velyn terekspos dengan nyata.
Aroma bunga lavender menjadi ciri khas wangi tubuh Velyn. Jery semakin mabuk tak karu karuan. Jiwa mesumnya kembali naik derajat di atas rata rata. Ketika aroma tubuh istrinya mulai memasuki indera penciuman nya.
Jery kembali mendorong pelan tubuh istrinya hingga Velyn ikut kembali terbaring di kasur empuk tersebut. Dan tanpa menunggu lama lagi. Jery pun memulai ciuman panasnya. Sembari tangannya yang ikut menggerayangi tubuh istrinya.
Menurunkan pelan tali piyama istrinya hingga turun sampai kebawah mata kakinya. Tatapan lapar Jery kini tertuju pada delima kembar Velyn yang menurutnya semakin padat dan berisi. Memainkan ujung pucuk delima kembar.
"Aakhhh... ".
Ya suara itulah yang selalu ingin di dengar oleh Jery. Suara yang terdengar begitu manjah dan membuat alat tempurnya semakin berkedut dibawah sana. Semakin Jery memainkan si pucuk delimanya. Semakin menjadi lenguhan Velyn terdengar.
Dan entah sejak kapan Jery pun sudah membuang semua kain yang menempel di tubuhnya. Dan ia pun sudah siap untuk melakukan penyatuan nya. Memasukkan miliknya pada sarung yang semestinya dimasukkan.
"M.. a... as... Aakhhh".
Lagi lagi Velyn kembali melenguh nikmat ketika gerakan pinggul Jery mulai sedikit naik oktapnya. Membuatnya terasa semakin dalam dan menyentuh bibir rahimnya.
" Apa seenak itu sayang??? ". Tanya Jery lirih sambil menatap wajah istrinya penuh hasrat dan cinta.
"Sangat mas... ". Jawab Velyn jujur. Karena hanya Jery pria yang beruntung bisa menyentuh dan menikmati tubuhnya.
Bahkan meskipun ia sempat menjalin kasih dengan David. Tapi, tak pernah sedikitpun David. Velyn beri kesempatan untuk menyentuh nya. Baik itu hanya sekedar ciuman saja.
Cukup lama keduanya memadu kasih. Dengan penuh peluh dan keringat yang mulai bercucuran. Saat ini pun Velyn sudah berada di atas tubuh suaminya.
"Kau membangunkan nya sayang". Lirih Jery tersenyum jahil.
" Diam mas!!!. Itu juga karena milikmu yang menusuk nya". Sahut Velyn masih dengan deru nafas yang turun naik. Karena ia juga masih sibuk mencapai klimaksnya.
Jery tersenyum dan sembari menikmati gerakan Velyn yang menaik turunkan pinggulnya. Hingga keduanya hampir mencapai kepuasannya.
"Ayo sayang, sedikit lagi!!!". seru Jery memejamkan matanya.
" Sama sama sayang!!!".
Jery terus meracau sampai mereka benar benar sama sama menumpahkan masing masing puncak kenikmatan nya. Hingga lahar panas Jery pun sampai tertumpah keluar saat Velyn mencabutnya.
"Terimakasih sayang. Kau yang terbaik". Lirih Jery dengan deru nafasnya yang masih tersengal sengal.
" Mas juga yang selalu terbaik". Balas Velyn yang kini ambruk di atas tubuh suaminya.
"Turun bun kalian berdua berat. Papa bisa pingsan nih". Goda Jery sambil menggoncang bahu istrinya.
Velyn pun hanya mencelos tak mau ambil pusing akan ucapan suaminya. Namun, Jery langsung mendaratkan kecupan di kening dan bibir Velyn. Lalu mendekapnya dengan erat.
" Capek?. Hem??? ". Tanya Jery lirih. Anggukan kepala istrinya membuat Jery tersenyum.
" Ayo geser sayang!!!. Biar bisa lebih nyaman tidurnya. Mas mau mandi dulu".
"Pindahin!!! ". Rengek Velyn mulai manjah.
Jery pun kembali tersenyum dan mulai bergerak memindahkan tubuh istrinya ke kasur. Setelah dirasa nyaman Jery juga menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut.
" Istirahat lah sayang!!!. Mas akan mandi sebentar ". Ucap Jery sambil kembali mendaratkan kucupannya di kening istrinya.
Velyn hanya menganggukkan kepalanya pelan . Karena ia benar benar lelah hayati saat ini. Melihat suaminya yang melangkah kearah kamar mandi. Velyn pun mulai memejamkan matanya.
TBC