Married Accident

Married Accident
Tanpa Sadar



Joe masuk kedalam ruang kerjanya dan meninggalkan Rinda yang masih asyik menikmati suasana ibu kota dari depan jendela kaca apartemen Joe. Namun, sebelum masuk kedalam ruangan kerjanya. Joe masih sempat memberitahu Rinda.


" Aku keruang kerjaku dulu. Nanti kalau bosan kau bisa nonton ataupun pesan cemilan saja!! ". Ucap Joe namun, cuma di acungin jempol saja oleh Rinda.


Joe mengulum senyum nya. Ia tidak paham akan arti sebuah cinta yang sebenarnya. Akan tetapi, saat ini yang joe rasakan hanya nyaman dan tidak mau jauh dari gadis cantik itu. Jika dibilang kagum?. Jawaban nya mungkin iya. Karena gadis seusia Rinda harus bekerja keras untuk membantu biaya hidup keluarganya. Belum lagi biaya tambahan kuliah ny.


Karena beasiswa hanya untuk biaya semester saja yang gratis,Dan itu juga masih dengan syarat dan ketentuan sendiri. Jika, biaya buku dan lain lainnya. Semua masih harus di tanggung sendiri tentunya. Apalagi kalau banyak tugas dan mesti membuat makalah ataupun karya ilmiah. Bahkan, Rinda hanya mengandalkan warnet untuk menyelesaikan tugasnya.


Jangankan laptop untuk beli handphone canggih saja ia belum mampu. Rinda hanya memakai ponsel jadul yang hanya bisa untuk menelpon dan SMS saja. Dan itupun ia harus tetap bersyukur. Biaya pengobatan ibunya jauh lebih penting dibandingkan harus membeli barang barang seperti itu. Ya, meskipun semua barang itu sangat dibutuhkan oleh Rinda.


" Wah, ternyata begini rasanya jadi orang kaya ". Guman Rinda sambil terkekeh sendiri. Menarik satu kursi untuk ia duduki tepat di depan jendela kaca yang tirainya telah ia buka seluruhnya.


Gadis itu mulai mengedarkan pandangannya. Menatap dan memperhatikan semua sudut ruangan, Dan kini berhenti pada satu foto yang ada di meja di pojokan ruangan. Ia begitu tertarik dengan foto itu. Lalu mulai beranjak dari tempat duduknya. Mendekati sebuah figuran dengan satu foto lama.


Rinda meletakkan kembali figuran itu pada tempatnya semula. Lalu, ia mulai melangkah menuju arah dapur. Joe, memang sangat menyukai kebersihan, sehingga semua barang barang nya tertata dengan sangat rapi. Bahkan, dapur Joe juga sangat bersih.


Dengan isengnya Rinda mulai membuka lemari es milik joe. Dan disana juga tertata rapi banyak bahan makanan. Dari yang sayuran, daging, dan masih banyak lauk pauk lainnya.


Melihat tidak ada makanan di atas meja, Rinda malah berinisiatif untuk memasak saja. Daripada ia bosan, Harus menunggu Joe sampai keluar dari ruang kerjanya. Gadis itu mulai mengeluarkan beberapa bahan bahan masakannya. Dan hal pertama yang Rinda lakukan adalah memasak nasi.


Meskipun alat alat masak Joe lebih canggih dari mikiknya di rumah. Namun, Rinda sangat ahli memakai nya. Sebab, dulu sebelum kuliah Rinda juga pernah bekerja menjadi asisten rumah tangga di salah satu rumah mewah.


Rinda mulai memotong sayuran dan juga melumuri udang dengan tepung bumbu. Entah apa yang akan ia buat untuk menu makan siang ini. Sedangkan di dalam ruangan kerjanya. Joe hanya bisa tersenyum menatap layar ponselnya. Dimana, Joe ternyata ikut menonton aksi Rinda di dapur miliknya.


" Ternyata kau itu pandai juga memasak. Dengan begini anak anak kita nanti tidak akan kelaparan ". Ucap Joe dengan santainya. Bahkan ia tidak sadar mengucapkan kata itu.