
Joe keluar dari ruangan rawat ibunya Rinda dengan senyum dibibirnya. Entah apa yang mereka bicarakan tadi di dalam sana. Sehingga saat ini Joe keluar dengan sangat bahagia. Bahkan, wajah Joe tampak berbinar binar.
Langkah kakinya begitu terlihat bersemangat sekali siang ini. Ia, juga sambil bersiul siul. Seolah ia bagaikan mendapat durian runtuh. Dan apa yang ia bicarakan pada kedua orang tua Rinda. Hanya mereka yang tahu. Sehingga mampu membuat Joe sangat bahagia begitu.
Namun, saat akan keluar dari rumah sakit Joe malah bertemu dengan Rinda di loby rumah sakit. " Loh mas Joe, kok ada disini? ". Rinda menatap bingung wajah Joe.
Namun, di luar dugaan Joe malah menarik tangan Rinda. Dan tanpa ingin menjawab pertanyaan pertanyaan yang keluar dari bibir Rinda.
" Ya ampun, mas. Kita mau kemana?. Rinda harus gantiin ayah buat jagain ibu". Protes Rinda saat ia ingin Joe masukkan kedalam mobilnya.
" Ayah hari ini gak akan narik. Dan akan menemani ibu seharian". Jawab Joe santai.
Rinda menautkan kedua alisnya bingung. Karena jika Ayahnya tidak narik. Bagaimana dengan setoran Ayahnya setiap harinya nanti. Belum lagi besok adiknya juga ingin bayaran sekolah.
" Mas, Rinda gak bisa ikut mas Joe. Lain kali saja ya! ". Melas Rinda memohon pada Joe. Pria yang sudah banyak membantu keluarga nya.
Joe menatap Rinda dengan tatapan tajamnya. Keduanya memang sudah sangat dekat. Bahkan, Rinda juga sudah mengubah panggilan nya pada Joe. Yang biasanya ia panggil Om. Saat ini, Rinda mulai memanggilnya Mas. Sungguh panggilan yang menggemaskan bukan.
" Ayo masuk!. Tidak ada waktu lagi untuk berdebat". Seru Joe tanpa ingin menerima penolakan lagi.
" Tapi, kita mau kemana mas?".
" Kita akan cari gaun pengantin ".
" Hah, buat siapa? ". Tanya Rinda begitu kagetnya.
" Jangan bercanda Mas! ". Ucap Rinda lirih. Ia masih tidak percaya akan ucapan Joe barusan.
" Siapa yang bercanda?. Aku bahkan tidak punya waktu untuk sekedar main main Rinda". Joe pun langsung menutup pintu mobilnya. Dan ia berbalik badan untuk melangkah ke arah kemudi.
Sepanjang perjalanan Rinda selalu bertanya dan juga masih tak habis pikir. Di lain sisi ia juga mulai nyaman dengan adanya Joe di samping nya. Namun, di sisi lain Rinda merasa sangat tidak pantas untuk menjadi pendamping Joe. Namun, Joe sama sekali tidak menggubris semua keluh kesah Rinda.
Pria itu hanya menjelaskan jika kedua orang tua Rinda telah setuju, Asalkan Rinda juga setuju. Karena mereka juga sebenarnya sangat terkejut akan semua ucapan Joe.
🌿🌿🌿🌿🌿
Saat ini Rinda dan Joe sedang ada di sebuah butik mewah milik desainer terkenal di kotanya. Siapa lagi kalau bukan butik Jeny. Meskipun pemilik butiknya tidak ada di tempat. Namun, Joe sudah mengatur semuanya. Sehingga mereka tiba langsung di layani oleh sang manajer butik untuk fitting baju pengantin nya.
" Mas, kita seriusan ingin menikah secepat ini?". Lagi lagi Rinda masih tak percaya.
" Sudah kubilang aku tidak ada waktu lagi untuk main main Rinda". Joe menekankan setiap kata katanya.
" Tapi kita kan tidak ada hubungan apapun mas? ". Lirih Rinda pelan meskipun hatinya sedikit sesak saat ia mengucapkan kata itu.
Meskipun hatinya berharap jika Joe mengungkapkan perasaan nya. Namun, Rinda cukup tahu diri jika tidak mungkin baginya. Joe mencintainya. Gadis miskin yang keluarganya terlilit banyak hutang dimana mana.
"Sudah lah jangan banyak bicara lagi!. Jangan harap aku akan mengungkapkan kata cinta sebelum kita sah menjadi pasangan suami istri ".
Jawaban Joe membuat Rinda semakin terkejut lagi. Hampir saja ia pingsan saat ini juga. Namun, tatapan Joe jauh lebih mengerikan daripada ia harus berakting dengan pura pura pingsan.