
Setelah selesai sarapan dan mengantar kan Celine kesekolah nya. Calista langsung naik ke lantai atas dimana kamar utama berada. Inilah rutinitas Calista setiap harinya. Ia bahkan dengan senang hati melakukan aktivitas barunya ini.
Dari mulai menyiapkan sarapan, dan menyiapkan pakaian ganti suaminya. Mengurus sang putri sambung antar jemput sekolah. Namun, sepertinya wanita itu sangat menikmati nya. Sifat bar bar nya memang tak kunjung hilang juga. Tapi, Calista sudah benar benar siap menjadi seorang ibu.
Calista masuk kedalam kamar mandi dan merendam tubuhnya kedalam bathtub setelah ia mengunci pintu kamarnya. Tadi, ia bahkan belum sempat mandi saat mengantar celine ke sekolahnya. Begitu juga saat Barra menciumnya. Tapi, bagi Calista masa bodoh sebab suaminya itu juga tidak protes.
Barra memang tidak pernah menyatakan kata Cinta untuknya. Tapi, Calista bukanlah wanita bodoh yang tidak paham akan semua sikap yang di tunjukkan Barra padanya. Pria dingin itu memang bungkam masalah hati. Namun, sikap dan juga ke posesif pan dirinya sudah lebih dari cukup untuk menyatakan perasaan yang sesungguhnya.
Mungkin Barra lebih suka memperlihatkan dan menunjukkan lewat tindakan. Dan tak ingin membual seperti pada pria pada umumnya.
Calista sangat menikmati mandinya pagi ini. Hingga ia juga sampai ketiduran. Hampir satu jam ia berada di dalam kamar mandi. Dan jam juga sudah menunjukkan pukul 09.15. Dimana hanya tinggal satu jam lagi Celine akan pulang.
Calista segera mengganti pakaian nya. Dan memoles sedikit lipgloss di bibir nya. Hari ini Calista akan mengajak putri sambungnya itu jalan jalan ke Mall. Karena tadi ia juga sudah minta izin dengan suaminya. Meskipun harus sedikit memberikan rayuan mautnya. Agar dapat izin dari Barra.
🌿🌿🌿🌿🌿
Mobil Calista telah terparkir tepat di depan gerbang sekolah Celine. Senyum Calista mengembang saat ia melihat sang putri mulai berlari kearah mobilnya. Calista segera turun dari mobil mewahnya. Yang baru beberapa hari ini di beli oleh Barra untuk nya.
" Mami... ". Celine terus saja meneriakkan kata mami sembari terus berlari kearah Calista yang saat ini ikut menghampiri nya.
Celine seolah sedang pamer pada teman teman nya. Dimana dulu sebelum Calista hadir di tengah tengah kehidupan dia dan Papinya. Celine selalu di tanya tentang mami nya. Namun, saat ini gadis kecil itu sudah bisa pamer pada teman teman nya.
Bahkan kecantikan Calista menambah nilai plus. Dimana para ibu ibu teman nya Celine di sekolah selalu saja terpesona akan penampilan dan juga kecantikan Calista. Belum lagi cara Calista memperlakukan Celine. Seperti ibu kandungnya sendiri.Mereka juga tidak mengetahui jika Calista adalah ibu tiri Celine. Karena Barra orang yang tertutup tentang masalah pribadinya.
Begitu juga dengan Celine yang selalu ikut bungkam saat di tanya masalah ibunya dulu. Dan sekarang Celine tidak perlu lagi bohong pada teman teman nya. Sebab, dulu kalau di tanya Celine selalu menjawab jika maminya adalah seorang chef terkenal. Dan sedang melanjutkan S2 nya di luar Negeri. Padahal itu hanya bualan nya saja untuk membuat teman temannya percaya.
Dan semua itu sangatlah kebetulan sekali terjadi. Dimana sekarang Celine memang benar benar mendapatkan seorang Mami . Yang merupakan seorang Chef terkenal dengan gelar S2 nya juga.
"Uh, putri Mami semangat banget sih? ". Goda Calista yang sudah menggendong Celine dan meciumi wajah gadis kecil itu karena gemas.
" Iya dong, kan mau di ajak jalan jalan sama Mami". Celine menjawab dengan senyum yang lebar dan juga wajah yang berbinar. Sepertinya Celine memang sangat tidak sabaran untuk bermain seharian bersama Maminya.
" Iihhh Mami genit. Celine bukan Papi mi". Celine malah mengecup pipi Calista padahal Calista sudah memonyongkan bibirnya.
"Kenapa malah di pipi sih sayang?. Kan Mami mintanya di sini!! ". Calista menunjuk bibirnya.
" Nanti Celine bisa kena marah papi kalau cium disitu".
"Kenapa??? ".
" Kata Papi, bibir Mami hanya untuk Papi dan tidak boleh ada orang lain yang menyentuhnya". Celetuk Celine membuat Calista melongo saking terkejutnya akan ucapan Celine.
"Benarkah??? ". Celine menganggukkan Kepala nya. " Kapan papi bilang seperti itu??? ".
" Sejak Mami jadi maminya Celine. Dan Papi juga bilang jangan ganggu Mami kalau Papi lagi di mension. Karena Papi dan Mami sedang kerja keras untuk bikin adik buat Celine ".
" What??? ". Calista benar benar tak habis pikir. Bisa bisanya Barra berbicara seperti itu pada putri nya. Membuat Calista ingin sekali mencincang suaminya itu. Tapi sayangnya kekesalannya langsung hilang saat melihat tubuh sixpack suaminya.. Apalagi saat Lobaknya sudah berdiri tegap. Justru semakin khilap dan kalap saja si Calista.
Cup Cup...
"Mami... ".
Calista mencium bibir Celine dengan gerakan cepat. Membuat Celine terkejut akan ulah maminya itu.
" Kenapa???. Takut sama Papi?. Hm? ".
Celine hanya menganggukkan Kepala nya saja. Membuat Calista langsung tertawa ngakak. " Tenang sayang, urusan Papi buat Mami yang hadapi!!! ".
" Sure??? ".
" Yeah... ".Keduanya pun langsung tertawa bersama. Dan Calista pun langsung membuka pintu mobilnya mendudukkan Celine pada kursi di samping kemudi.