Married Accident

Married Accident
Nomor Tak Di Kenal



Velyn langsung merebahkan tubuhnya begitu ia sampai dihotel dan telah masuk kedalam kamar yang akan mereka tempati selama berada di Surabaya beberapa hari kedepan.


Hotel mewah bintang lima. Yang baru di bangun 3 tahun yang lalu. Oleh Jery dan saat ini malah sudah tampak begitu semakin ramai saja. Karena di hotel mewah ini tak hanya untuk menginap saja. Melainkan ada beberapa hiburan tertentu.Dan bahkan juga menerima jasa tempat pesta pernikahan dan juga yang lainnya. Yang masih masuk dalam starategi bisnis.


Jery menarik koper dan meletakkan nya di depan lemari. Melirik sang istri yang saat ini malah memejamkan nya matanya dengan kaki yang menggantung. Bahkan sepatu cats yang di pakai oleh Velyn belum ia lepaskan.


Senyum Jery terbit seraya menggeleng kan kepalanya. Melihat istrinya yang nampak kelelahan itu. Terang saja Velyn kelelahan, orang tadi pagi baru saja di gempur habis hanisan oleh Jery. Dan siangnya harus kerumah kedua orang tuanya. Lalu setelah itu langsung terbang ke Surabaya sorenya.


Velyn sama sekali belum sempat untuk istirahat sama sekali. Jadi, wajar jika sejak dalam pesawat tadi Velyn terus terusan memejamkan matanya.


Jery mendekati ranjang dan duduk di samping istrinya yang tidak terusik akan gerakan Jery saat duduk. Matanya tetap saja terpejam dengan mulut yang sedikit terbuka.


Dengan jahilnya Jery malah menyambar bibir Velyn. Dan menyesapnya pelan, Membuat Velyn tersentak kaget, hanya bisa membelalakkan matanya. Karena wajah suaminya tanpa jarak dengan nya.


"Bangun!!!. Mandi dulu!!. Setelah itu kamu bisa lanjut kan lagi istirahat nya!!! ".Tutur Jery setelah melepaskan pagutan bibirnya dan menyeka sisa salivanya di bibir tipis Velyn.


" 5 menit saja mas, aku sangat lelah".Sahut Velyn yang masih terasa begitu mengantuk.


Belum juga Jery menjawab Velyn sudah kembali memejamkan matanya. Membuat Jery terkekeh. Sebegitu lelahnya istrinya akan ulahnya tadi pagi. Sampai sampai Velyn bisa tertidur dengan mudahnya.


Ketika Jery ingin beranjak pergi berniat akan masuk kedalam kamar mandi lebih dulu. Karena hari juga sudah gelap. Karena jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam kurang lima belas menit.


Namun, tiba tiba ponsel milik Velyn berdering. "Ve... Handphone kamu bunyi tuh".Ucap Jery membangunkan istrinya.


Jery merogoh ponsel istrinya yang ada di dalam tasnya Velyn. Lalu mengambil benda pipih yang ternyata panggilan nya sudah mati. Karena tak kunjung di angkat oleh si empunya.


Namun, tatapan Jery malah beralih pada chat whatsapp istrinya. Yang ada nomor tidak di kenal mengirim pesan begitu banyak. Dan nomornya juga sama dengan nomor yang tadi menelpon Velyn.


"Bun... Sandi ponsel kamu apa??? ".Tanya Jery pelan.


" Tanggal pernikahan kita mas".


Deg....


Jery sempat terkejut mendengar jawaban Velyn. Ia tidak menyangka jika Velyn akan mengingat hari pernikahan nya yang sangat terpaksa itu. Belum lagi Jery malah menaruh luka pada wanita itu. Dengan meminta Velyn menandatangani surat perjanjian. Yang hanya mereka yang tahu. Selain Evi dan Brian.


Saat ponsel Velyn bisa dibuka oleh Al. Karena ia juga sangat mengingat tanggal pernikahannya. Sebab, di hari yang sama juga istrinya meninggal.


Jery nampak mengeraskan rahangnya dan mulai mengepalkan tangannya. Ketika ia membaca chat yang di kirim kan oleh nomor baru tadi. Belum lagi Jery juga melihat chat orang yang sama dengan foto yang menunjukkan jika Velyn sedang melakukan operasi kecil yaitu kuret di rumah sakit.


Dari sini Jery paham, kenapa Velyn bisa tahu apa yang terjadi padanya. Sebelum ia memberitahukan semuanya.


Jery langsung mengambil nomor ponsel orang yang telah berani ikut campur urusan rumah tangganya. Dan memasukkan kembali ponsel Velyn kedalam tasnya. Setelah ia juga sudah menghapus pesan yang baru orang itu kirim ke Velyn.


Emosi Jery langsung naik. Tapi sebisa mungkin Jery tahan. Karena tak ingin menyakiti Velyn lebih dalam lagi. Sebelum memutuskan untuk keluar kamar. Jery mengecup kening dan bibir Velyn kembali. Dan membenarkan selimut istrinya karena kaki Velyn sudah berada di atas ranjang juga saat ini.