Married Accident

Married Accident
Kedatangan Bunda Kinan



"Loe mau gue bunuh sekarang juga???? ".Sentak Hani sambil melotot tajam kearah Leon.


" Hahahha, sebelum leo bunuh gue. Mending gue perkosa loe duluan aja. Jadi setelah gue mati gue kagak nyesel lagi ".Sungguh jawaban yang sangat sangat membuat Hani semakin kesal saja.


" Dasar Polisi cabul loe. Orang kayak loe kok bisa ya jadi polisi?. Atau jangan jangan loe lulus karena sogokan ya??? ".Ledek Hani dengan kesalnya.


" Sembarangan aja loe ngomong. Gini gini nilai gue bagus tahu".Jawab Leon dengan bangganya.


"Cih... kagak percaya gue sama loe".Ketus Hani sambil melengos dan memalingkan wajahnya kearah jendela mobil.


Leon juga semakin terkekeh karena baginya membuat Hani kesal adalah hiburan tersendiri baginya. Hitung hitung menghibur dirinya juga yang sedang menghadapi masalah tidak habis habis dalam keluarganya.


Jika Hani dan Leon sudah bersamaan begini. Maka suasana pasti selalu saja rame. Bukan karena saling romantis ataupun saling puja memuji. Tapi karena pertengkaran pertengkaran kecil dan kekonyolan keduanya. Membuat mereka selalu saja berselisih.


Lain tempat lain juga orangnya. Jika Hani dan Leon selalu saja bertengkar karena hal hal kecil. Di tempat yang berbeda juga saat ini Febby sedang di interogasi oleh ibunya.


Bahkan Febby sudah sangat bosan akan pertanyaan berulang ulang dari Ibunya. Yang masih saja mempertanyakan tentang Naufal sejak tadi.


Febby hanya bisa menyesal mengusir Naufal secepat itu. Tapi kalau tidak di usir juga Naufal akan telat bekerja. Sedangkan Ibunya tetap saja bicara yang membuat Febby malu sendiri.


"Udah dong bu!. Febby masih ngantuk nih mau tidur lagi sebentar ya!!! ".Ucap Febby malas.


" Enak aja tidur. Noh cucian numpuk di belakang!!! ".Jawab Ibunya sambil melempar bantal pada wajah Febby. Karena Saat ini Febby sudah masuk kembali kedalam kamarnya setelah Naufal izin pamit untuk ke kantor tadi.


" Nanti aja deh Bu nyucinya!!. Berat nih matanya. Masa iya Febby nyuci sambil merem. Nanti kalau nyungsep gimana dong??? ".


" Kalo nyungsep malah beneran. Biar tahu rasa".Jawab Ibunya asal.


"yaelah Bu, sama anak sendiri jangan judes judes napa sih?. Berasa anak tiri nih gue".Melas Febby mulai memasang wajah sedihnya.


" Halah... Kagak usah akting lu sama ibu! Kagak mempan ".


" Uhh... Dasar mak erot. Susah memang kalo punya ibu yang kelakuan nya kayak ibu tirinya rapunsel. Bawaanya kayak mau nelen orang aja".Cibir Febby pelan.


"Ape lu bilang tadi?. Ibu tirinya siapa??? ".Febby langsung mengaduh dan memegangi telinganya karena dijewer oleh ibunya hingga merah.


" Ampun Bu!!!. Sakit nih, ntar kalo lepas gimana dong??? ".Teriak Febby memelas.


" Biarin lepas, biar kagak durjana lu sama ibu sendiri ".Jawab Ibunya sambil terus menjewer telinganya Febby. Ibu dan anak itu selalu saja bikin heboh seisi rumah.


Hingga ketukan pintu rumahnya membuat ibu dan anak itu langsung berhenti ribut.


" Assalamu'alaikum ".Salam dari suara yang tidak asing buat Febby dan Ibunya. Membuat ibu dan anak itu saling tatap dalam diam dan penuh tanda tanya.


" Permisi ".


" Bu, itu suaranya...


"Bu Kinan".Potong ibunya cepat membuat Febby langsung mengangguk kan kepalanya.


Tanpa menunggu Febby lagi, Ibunya langsung beranjak pergi meninggalkan Febby di kamarnya.


" Hais... Lihat tuh kelakuan emak gue. Udah kayak anak Abg mau ketemu pacarnya aja. Kagak sabaran banget".Ledek Febby sambil menggeleng kan kepalanya.


"Febby... Mau ngerasain lu jadi jambu monyet".Teriak Ibunya dari arah luar kamar.


" Kagak Bu, Febby belum mau kualat ".Sahut Febby cepat dan merutuki kebodohan nya yang mengatai ibunya dari belakang.


Dia hampir lupa jika telinga ibunya itu ada di mana mana. Mungkin seluruh dinding di rumah ini telinga ibunya semua. Karena dengan mudahnya ibunya tahu jika ia sedang menggerutu.


Sedangkan di luar Kinan masih saja berdiri di depan pintu rumah sederhana milik kedua orang tua Febby. Entah apa yang dibawa Kinan di dalam paperbag di tangan kanan dan kirinya itu.


Bahkan kedatangan Kinan sejak tadi pun sudah menjadi pusat perhatian para tetangga Febby. Tapi tidak membuat Kinan risih malah ia tersenyum ramah dan sopan pada warga yang kepoh itu.


Ceklek...


Suara pintu rumah yang dibuka dari dalam. "Eh, ada Bu Kinan... Mari Bu silakan masuk!!! ".Ibunya Febby menyambut kedatangan Kinan dengan sangat ramah. Bahkan dengan suara yang pelan dan lembut.


" Maaf Bu, Saya datangnya dadakan!. Apa saya tidak menganggu ibu??? ".Ucap Kinan merasa sedikit tidak enak.


" Oh, jelas tidak Bu Kinan. Saya malah senang ibu mau sering sering main kesini. Nanti kapan kapan kalo di perbolehkan saya juga mau berkunjung ke rumah Ibu Kinan juga".Jawab Ibunya Febby prontal. Membuat Febby menepuk jidad nya saja di dalam kamar. Karena ibunya itu memang tidak punya malu sama sekali. Saking jujurnya ia bahkan langsung to the point saja bilangnya.


Kinan pun langsung tersenyum dan menanggapi dengan ramah. Karena ia juga sangat mengharapkan jika hubungan Naufal dan Febby bisa sampai ke jenjang pernikahan kelak. Sebab, Kinan sudah tahu latar belakang keluarga Febby. Meskipun sederhana dan penuh kekonyolan. Tapi Febby dan juga kedua orang tuanya adalah orang orang yang baik. Dan tidak gila harta, bahkan suka menolong orang juga.


Bukan kekayaan ,kekuasaan,dan juga penampilan yang Kinan cari untuk wanita yang pantas mendampingi putranya. Karena mereka sudah memiliki segalanya. Tapi hati yang bersih, atitud dan juga kesederhanaan itulah yang penting. Apalagi bisa sayang dan sopan pada orang tua. Kinan dan Raka belajar dari keluarga Rayen dan Lea. Yang bisa menerima menantu dari orang biasa biasa saja tapi tidak sombong. Bahkan rumah tangga nya sampai sekarang langgeng saja tanpa cekcok sedikit pun.


Dari sana Kinan belajar semaunya itu tidak bisa di ukur dan di nilai dari harta dan jabatan saja.


**TBC


Kalo Typo harap maklum gengs, Bunda Othor nulisnya sambil ngantuk nih๐Ÿคญrela lembur demi Up tepat waktu ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚**