Married Accident

Married Accident
Emosi Jery



Velyn hanya tersenyum dan tetap berbaring diatas tubuh suaminya. Membuat Jery terkekeh dengan nafasnya yang baru akan teratur kembali.


"Kenapa kok lemes??? ".Ledek Jery menahan kekehan nya.


" Sejak kapan mas gak bikin aku lemes??? ".Sahut Velyn yang masih tetap mengatur deru nafasnya.


" Tadi katanya mau menyiksa mas??. Kok malah lemes duluan ".


Jery benar benar sangat senang menggoda istrinya. Padahal sejak tadi Velyn tetap saja dapat siksaan darinya. Karena meskipun Velyn diatas tubuh nya, Namun tetap saja kebanyakan Jery yang bergerak.


" Punya mas gede sih".Celetuk Velyn dengan gamblangnya. Bahkan ia sampai tidak berani menatap wajah suaminya. Ia malah semakin menduselkan wajahnya menyusup ke dada bidang suaminya.


"Gede atau panjang??? ".Tanya Jery menggoda istrinya kembali.


Velyn bangkit dari tubuh suaminya. Lalu menatap Jery sekilas " Dua duanya. Satu lagi mas tahan lama".Jawab Velyn bersemu merah dan beranjak lalu melangkah kekamar mandi.


Jery pun langsung terkekeh. Kemudian ikut bangkit dari ranjang nya. Ikut masuk kedalam kamar mandi. Menyusul istrinya. Jangan di tanya apa yang terjadi lagi di dalam sana. Sudah pasti Jery melakukannya kembali.


Karena tak ada dalam kamus Jery hanya satu kali saja sudah selesai. Apalagi istrinya juga doyan. Meskipun cenderung malu malu begitu.


Setelah hampir empat puluh lima menit. Akhirnya sepasang suami istri itu keluar juga dari dalam kamar mandi.


Velyn yang lebih dulu keluar kini sedang menganti pakaian di dalam ruangan walk in closet. Dan ketika Jery keluar dari kamar mandi ingin masuk kedalam ruangan walk in closet menyusul istrinya juga.


Dering ponsel di atas nakas membuat Jery menoleh. "Bun... Ponsel kamu bunyi tuh".Ucap Jery yang sudah hafal nada dering ponsel milik istrinya.


Jery pun langsung melangkah kearah ranjang. Dengan masih memakai handuk yang ia lilitkan sebatas pinggang nya. Untuk melihat siapa yang menelpon istrinya sore sore begini.


Tapi ketika melihat nomor si penelpon yang tidak ada namanya. Jery sedikit ragu untuk mengangkat nya. Karena ia seperti mengenal nomor si penelpon. Belum juga sempat Jery mengangkat telponnya. Ada notif pesan yang masuk karen telpon ny sudah terputus.


Betapa terkejutnya Jery saat melihat isi pesan yang dikirimkan oleh nomor tersebut. Dan juga ada beberapa foto dirinya yang sedang duduk satu meja dengan Karin.


Jery mengepalkan tangannya dan sangat emosi. Ia tidak menyangka jika wanita licik itu telah menyiapkan semuanya. Dan sudah berani menipunya. Sampai sampai membuat drama sedemikian rupa.


Jery pun langsung menghapus isi chat dari nomor yang tidak dikenal itu. Lalu membersihkan dan memblokir nomor tersebut. Bertepatan dengan dengan Velyn yang baru saja keluar dari ruangan walk in closet.


"Siapa yang menelpon mas??? ".Tanya Velyn membuat Jery sedikit gugup.


" Hanya orang iseng Bun. Tidak usah diladeni kalau ada nomor baru masuk!!! ".Jawab Jery sambil mengecup singkat bibir istrinya. Lalu ia masuk kedalam ruangan walk in closet untuk mengganti pakaiannya.


Velyn pun tak mau ambil pusing ia juga tidak pernah menggubris setiap nomor baru yang masuk kedalam ponselnya selama ini. Velyn juga tak mau ambil pusing atas semua pesan yang ia terima selama ini. Karena fokus Velyn hanya untuk suami dan anak anaknya.


Di dalam ruangan walk in closet ternyata Jery sedang mengirim pesan pada asisten nya. Dan memerintahkan Evi untuk sesuatu tugas. Jery tidak mau kalau sampai wanita gila itu kembali stress. Dan berakibat merusak rumah tangganya.


**TBC


MAAF GENGS OTHOR BARU BISA UP UNTUK AL DITUNGGU YA, INSYAALLAH HARI INI JUGA UP TAPI SEDIKIT SORE ATAU MALAM YA🙏🙏🙏**