Married Accident

Married Accident
Tidak Ada Urusan Lagi



Bara dan Calista keluar dari ruangan rapat dengan penampilan yang sudah rapi kembali. Namun, dres Calista terlihat sedikit kusut karena ulah suaminya beberapa menit yang lalu. Sekarang keduanya melangkah bersama menuju ruangan kerja Bara.


" Loh Celine kemana Pi? ". Begitu masuk ruangan kerja suaminya. Mereka berdua tidak menemukan Celine disana. Bahkan asisten Joe saja tidak ada di dalam ruangan kerja Bara.


Bara pun mulai merogoh ponselnya untuk menghubungi Joe. " Dimana kalian? ".


Tampak beberapa detik Bara berbicara lewat sambungan telepon nya dengan Joe. Setelah itu Bara kembali memasukkan benda pipih nan canggih itu kedalam saku jas nya.


" Bagaimana sayang? ".Tanya Calista lagi menatap wajah suaminya.


" Ada di Cafe depan, Celine minta waffle ". Jawab Bara yang langsung menarik tangan istrinya menuju kursi kerjanya. Dan Bara pun tanpa bilang apapun mendudukkan Calista di pangkuannya.


Calista tersenyum dengan senyum bahagia nya. Bara memang sangat kaku dan dingin. Tapi, Pria itu juga sesekali bisa bersikap hangat padanya. Bahkan saat Bara memanggilnya dengan panggilan sayang. Hal itu justru membuat Calista sangat berbunga bunga. Kata yang sangat langkah bisa keluar dari mulut Bara. Dan itu justru menjadi kata yang istimewa bagi Calista.


" Tubuh kamu makin berat saja ". Celetuk Bara dengan sedikit menggoda istrinya. Bahkan ia sambil mengulum senyumnya.


Namun, Calista langsung mencebik kesal saat dibilang berat. Itu artinya tubuhnya mulai gendut. " Bukankah kamu makin ketagihan dan itu artinya ini makin terjepit ". Calista sembari meremas lobak Bara dengan sedikit kesal.


" Kalau dia kembali bangun siap siap saja kita lakukan ronde kedua". Ucap Bara tegas. Sontak membuat Calista langsung melepaskan tangannya dari lobak barat itu. Dan memanyunkan bibirnya.


Perutnya yang semakin membuncit membuat tubuhnya semakin terlihat semok dan berisi. Bahkan bagian dada Calista juga ikutan padat. Padahal ukuran sebelum nya juga sangat pas di tangan Bara. Tambah sekarang hingga membuat Bara selalu gemas untuk memainkan nya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sedangkan di cafe tepat di depan perusahaan Bara. Saat ini Joe sedang menemani gadis kecil cantik itu memakan waffle dengan toping keju coklat nya. Membuat Joe hanya bisa menatap Celine dengan menggeleng kan kepalanya.


Celine memang sejak dulu akrab dengan Joe. Selain mereka pernah tinggal bersama. Celine juga sudah menganggap Joe seperti Papinya sendiri. Bahkan Celine memanggil Joe dengan panggilan Papa.


" Apa belum kenyang juga? ".Tanya Joe mengulum senyumnya. Melihat ekspresi wajah Celine yang merengek manja saat meminta Waffle kembali padanya.


" Habisnya enak. Tapi Celine mau toping yang lain ". Joe pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


" Tapi, makan nya di kantor saja ya!. Papa juga harus kembali bekerja ". Ucap Joe lembut pada gadis kecil itu.


" Okey Papa". Sahut Celine mengacungkan jempolnya sembari tersenyum senang.


Joe pun kembali bangkit dari tempat duduk nya. Untuk memesankan Celine Waffle. Namun, saat Joe sedang berada di meja kasir. Celine malah di hampiri oleh Mamanya.


" Celine sayang, mama kangen banget sama kamu sayang". Seru Melly yang entah darimana ia datang. Tiba tiba menghampiri Celine di meja pojok.


Sontak membuat Celine bangkit dan mundur dari hadapan Mamanya. " Papa". Teriak Celine hingga membuat semua pengunjung menatap kearah Celine. Termasuk Joe yang ikut menoleh dan kini langsung menghampiri Celine.


" Ada urusan apalagi Nyonya datang kemari? ".Joe tampak dingin bertanya pada sosok wanita yang memakai pakaian minim itu. Bahkan sorot mata Joe penuh kebencian di dalamnya.


" Bukan urusan kamu Joe. Saya hanya ingin mengambil anak saya. Tidak ada urusannya dengan kamu". Sentak Melly menatap tajam pada Joe.


" Pengadilan telah memutuskan jika Celine jatuh pada tangan tuan Bara. Jadi, saya pikir anda sudah tidak mempunyai hak penuh untuk Celine lagi. Kecuali jika Celine yang akan datang sendiri pada Anda". Joe menatap sinis pada sosok wanita tidak punya malu itu. Membuat Melly pun bungkam.


Wanita itu lupa jika dirinya sedang berhadapan dengan pria kaku dan dingin. Sama halnya dengan mantan suaminya. Bahkan dulu saat dia dan Bara akan menikah. Asisten Joe adalah orang pertama yang menentang pernikahan mereka.


" Joe... Joe... Kau itu sungguh sangat bodoh sekali ". Melly mulai ingin menjalankan rencana keduanya. " Mau sampai kapan kau terus menjadi kacung Bara?. Sedangkan kau juga sangat layak untuk jadi seorang bos. Kau itu cukup cerdas dan juga multitalen. Bagaimana kalau kita bekerjasama saja?. Hitung hitung kita berdua simbiosis mutualisme ".Ucap Melly sedikit pelan.


Celine pun sudah bersembunyi si balik tubuh Joe. Entah apa yang membuat Celine sangat takut begitu ketika melihat Melly. Sepertinya anak itu pernah mengalami trauma. Hingga ia terlihat ketakutan saat bersitatap dengan Melly.