
Ketika Leon dan Hani sedang bertengkar perihal aksi gila keduanya. Sedangakan di tempat lain juga saat ini Naufal sedang mengantarkan Febby untuk pulang ke rumah nya.
"Ayo turun!!!. Udah sampe nih".Naufal berucap entah sudah keberapa kalinya. Tapi Febby masih terlihat enggan untuk turun dari mobilnya.
Naufal menautkan kedua alisnya bingung. Tapi Febby malah menatapnya tanpa ingin berkata sepatah kata pun.
" Kenapa??? ".Lagi Lagi Naufal kembali bertanya. " Ini udah sampe dirumah kamu loh".Sambung Naufal lagi.
"Abang aja deh yang turun duluan!!! ".Sahut Febby dengan melihat ke kanan dan kiri kiri.
Tok.. tokkk...
Belum juga lagi Febby sempat bicara. Tiba tiba kaca mobilnya sudah di ketuk saja dari arah luar. Febby langsung memejamkan matanya. Dan menoleh kearah samping. Benar saja sesuai dugaanya sebelum nya.
Ibunya Febby sudah berdiri di samping mobil Naufal. Dan lengkap sambil membawa alat andalan nya. Apalagi kalau bukan sapu.
"Yaelah... Baru aja mau di omongin. Udah muncul aja mak emotnya".Lirih Febby sedikit takut dan ngeri melihat wajah ibunya.
Naufal mengulum senyumnya melihat ekspresi wajah Febby saat ini. Sangat lucu dan semakin menggemaskan saja.
" Buka....!!! ".Suara cempreng ibunya Febby kembali memekakkan telinganya.
" Bang... "Rengek Febby meminta bantuan Naufal.
" Udah turun aja, sana!!! ".Jawab Naufal santai.
Dengan sedikit gugup Febby mulai membuka pintu mobil. Dan ketika sudah terbuka ia langsung nyengir kuda kepada Ibunya.
" Hehee... Ibu sudah pulang?. Jam berap bu sampenya??? ".Febby berusaha mengalihkan perhatian Ibunya. Yang terlihat sudah siap memakan nya mentah mentah detik ini juga.
" Bagus... Disuruh jaga rumah. Malah keluyuran kagak jelas loe yak. Darimana aja, hm??? ".Cerocos Mak erot sambil memainkan sapunya.
" Yah... Emak gue kumat lagi nih".Guman Febby pelan.
Febby selalu saja banyak kata kata julukan untuk menggambarkan sikap ibunya. Yang memang super duper cempreng seperti kaleng rombenng itu. Saking cerewet nya Ibunya kadang bisa membuat telinga Febby serasa panas.
Tapi ya mau gimana lagi. Itu sudah watak Ibunya. Namun, meskipun demikian Ibunya adalah ibu yang baik dan juga sangat menyayangi anak anaknya. Ibunya juga selalu memperhatikan anak anaknya. Semua yang di lakukan oleh ibunya adalah untuk kebaikan anaknya juga.
" Waalaikumsalam.. Gantengnya ibu".Puji Ibunya Febby pada Naufal. Dan membuat Febby mengerucut kan bibirnya.
"Bukannya daritadi ibu sudah lihat kalau Febby itu datangnya sama bang Naufal??? ".
Tukkk....
Febby malah mendapatkan jitakan di jidad nya. Karena kata katanya yang ia lontarakan tadi untuk meledek ibunya.
" Abang bantuin!!!! ".Rengek Febby sambil bergelayut manja di lengan tangan Naufal.
" Heh... Lepasin!!!. Anak perawan kelakuan nya kayak cewek genit aja!!! ".Ibunya Febby langsung menarik tangan Febby supaya menjauh dari Naufal. Tentu saja Naufal hanya bisa terkekeh melihat aksi anak dan ibu tersebut.
" Ayo nak mampir dulu!!!. Biar ibu bikinkan teh hangat".Ibunya Febby sangat ramah dan pelan ketika berbicara pada Naufal. Tapi sangat kasar dan sangat ketika dengan putrinya sendiri.
"Wah gue berasa jadi anak tiri kalo kayak gini caranya".Sindir Febby sambil memanyunkan bibirnya.
" Gantian dong. Kalo dirumah Bunda kan lebih sayang sama kamu dibanding aku".Bisik Naufal sambil menaik turunkan alisnya.
"Haiss... " Febby yang kesal langsung saja masuk kedalam rumahnya tanpa memperdulikan Naufal dan teriakan ibunya.
Tapi begitu sampai di dalam kamarnya Febby langsung tersenyum. Karena apa yang dibilang oleh Naufal barusan adalah benar adanya. Jika Kinan Bundanya Naufal sangat perhatian dan juga menyayangi nya, Seperti putrinya sendiri.
Febby beruntung bisa kenal dengan Naufal dan juga kedua orang tuanya. Mereka sangat tajir dan bisa dibilang Sultan. Tapi keluarga Naufal tidak pernah angkuh dan sombong sama sekali.
Febby juga sudah mulai bisa beradaptasi dengan keluarga Naufal. Yang sangat tidak sebanding dengan keluarganya yang serba kekurangan ini.
"Ternyata benar ya kata Yuni. Jika keluarga kak Naures itu semuanya baik baik".Lirih Febby pelan sambil tersenyum.
Lalu Febby langsung merebahkan dirinya di kasur miliknya. " Ah, rasanya sangat beda sekali saat tidur di ranjangnya bang Naufal ".Febby kembali terkekeh sendiri saat ingat kejadian tadi pagi.
Dimana ia sangat terlihat bodoh sekali di hadapan Naufal. Malah ia merutuki dirinya yang bisa bisanya bilang minta pertanggungjawaban dari Naufal. Padahal ia sudah salah sangka. Dan berpikiran konyol.
Jika saja tadi pagi tidak mendengar suara dan melihat Kinan bundanya Naufal. Mungkin Febby terus saja berprasangka buruk pada Naufal. Dan tidak menyadari jika ia berada di rumah orang tuanya Naufal.
TBC