Married Accident

Married Accident
Tepat



Calista tampak begitu terkejut karena saat ia sedang asyik menyantap rujak mangga bersama Velyn dan juga dua gadis kecil Mayra dan juga Celine. Tiba tiba saja ia mencium bau parfume khas milik pria yang sangat ia kenal.


" Mami kenapa??. Kok begitu??? ". Celine bertanya karena melihat aksi Calista yang sedang mengendus endus semua orang.


" Kok mami merasa ada bau papi disini sekitar sini ya??? ".


Velyn dan yang lainnya pun langsung tertawa terbahak-bahak. " Mami lucu, kalau mami rindu sama Papi, samperin aja tuh Papi ke kantor nya!!!. Iya kan Bun? ". Celine pun meminta persetujuan dari Bunda Velyn. Yang di jawab anggukan kepala oleh Velyn.


" Bukan begitu sayang. Tapi, beneran Mami barusan mencium bau wangi tu...


"Kita pulang sekarang!!!. Bariton suara seorang pria membuat ucapan Calista menggantung. Membuat semua orang pun langsung ikut menoleh kearah pintu pembatas antara ruang dalam dan juga teras belakang rumah mewah milik Jery.


" Papi... ". Celine tampak melongo tak percaya begitu juga dengan Calista.


" Penciuman kamu tajam juga ya Lis". Ledek Velyn setengah berbisik pada Calista. Sepupu suaminya yang katanya sering bikin rusuh itu.


"Ayo!!. Tunggu apalagi? ". Barra memang sangat menyebalkan. Jika sudah bilang apapun pasti tidak ingin dibantah. Hal itu membuat Calista bangkit sembari mencebikkan bibirnya kesal.


" Beneran nih mesti pulang sekarang??? ". Tanya wanita itu sembari melirik ke arah rujak mangga mudanya.


" Joe".


"Iya tuan".


" Bawa juga makanan istriku itu!!! ".


" Tapi tuan... "Ucapan sang asisten pribadi Barra langsung bungkam saat tatapan Barra begitu mendelik tajam padanya.


" Sudah, ambil saja!!. Biar nanti dibantu bibik buat pindahin wadahnya! ". Velyn pun hanya bisa mengulum senyumnya melihat tingkah pasangan pengantin baru itu.


" Ayo sayang kita pulang!!. Sebelum singamarunta keluar taringnya". Sindir Calista melambaikan tangannya pada sang putri.


"No Mi, Celine masih mau disini. Boleh ya Pi!!! ". Rengek Celine pada sang Papi yang hanya diam di samping istrinya.


" Ayolah pi!!!. Mami tolong bujuk Papi!!! ". Rengek Celine lagi karena Barra masih saja diam tanpa ingin bicara satu kata pun juga.


"Oke... Aku akan membayarnya nanti setelah sampai di mension". Potong Calista yang sudah bisa menebak kearah mana ucapan suaminya itu.


" Good ".


Calista dan Barra pun pamit pada Velyn. Mereka juga menitipkan Celine pada Velyn. Meskipun sang babysitter nya harus ikut tinggal juga bersama asuhan nya. Velyn hanya menggeleng kan kepala melihat bagaimana kaku nya Barra. Dan hal itu justru mengingat kanya pada awal pernikahan dirinya dan juga Jery dulu.


" Bunda, ponsel bunda bunyi nih". Seru Mayra yang masih asyik dengan sisa rujak buatan Calista.


Velyn tersenyum saat ia melihat nama suaminya yang menelpon. "Assalamu'alaikum mas".


" Waalaikumsalam, kamu sedang apa??". Aku baru saja tiba untuk transit sebentar". Velyn bisa melihat area sekitar suaminya yang masih berada di Bandara.


" Ini lagi sama anak anak makan rujak". Jawab Velyn jujur. Sembari mengarahkan camera ponselnya kearah Mayra dan juga Celine.


"Sejak kapan Celine disana??. Apa kedua orang tuanya sengaja menitipkan anaknya kerumah kita lagi? ".Cerocos Jery yang mulai menebak kelakuan sepupu nya itu.


Velyn terkekeh sambil menggeleng kan kepalanya. " Celine yang masih mau disini Sayang. Mungkin ia bosan tidak punya teman bermain di rumahnya. Biarkan saja!!!. Aku masih bisa menjaga mereka kok". Velyn begitu tulus mengucapkan kata kata nya. Sama sekali tidak keberatan menjaga anak anak.


"Terang saja dia bosan. Kedua orang tuanya sudah tidak tahu waktu lagi. Sibuk dengan urusan ranjang saja". Jery terlihat kesal akan kelakuan Calista dan Barra.


Velyn mulai menjauh dari anak anak. Tidak mau jika sampai Mayra dan juga Celine mendengar obrolan orang dewasa yang mulai membahas masalah sedikit fulgar.


"Bukankah mas juga begitu??? ". Sindir Velyn menarik sudut bibir nya.


" Itu beda sayang". Jery tak mau ikut di pojokkan. Membuat Velyn semakin semangat menggoda suaminya.


" Sudah lah sayang jangan seperti itu!!!. Aku baru saja ingin berangkat. Jangan membuat aku ingin putar balik lagi nih".


Velyn kembali terkekeh melihat raut wajah suaminya saat ini. Benar benar sekarang Velyn dan Jery sudah tidak saling canggung lagi. Velyn juga sudah lebih leluasa bersikap tanpa ada beban. Keduanya memang sama sama saling terbuka. Baik masalah hati dan masalah perilaku.


Apalagi sejak kehadiran baby Marchel. Hal itu membuat Jery semakin menunjuk kan perhatiannya dan juga perasaannya pada sang istri. Begitu pula Velyn yang dengan sangat senang hati menyambut perasaan suaminya.