Married Accident

Married Accident
Gara Gara Papa Rayen



Saat ini kedua pria berbeda usia sedang berada di dalam mobil. Sambil saling beradu mulut. Dimana sang Papa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejak tadi Jery menggerutu.


Bagaimana tidak menggerutu karena semua pesanan istrinya. Malah di habiskan semuanya. Terutama tahu campur yang sejak tadi siang di inginkan oleh Velyn. Begitu mereka turun kebawah, sudah tandas oleh Papanya.


"Papa sih pake dihabisin segala".Gerutu Jery sambil menyerit mobilnya.


" Salah kamu belinya cuma satu. Mana Papa tahu kalau itu buat Velyn. Kan tadi kamu main kasih saja ke Papa Jer".Jawab Rayen mengelak.


"Kan Jery bilangnya titip sebentar pa. Bukan nyuruh makan nya".Timpal Jery tak mau kalah.


" Yaa Maaf Jer. Papa pikir daripada mubazir. Mending dimakan saja. Mumpung masih anget".Rayen benar benar membuat Jery kesal. Sudah menghabiskan makanan yang diinginkan oleh Velyn. Hingga tak ada sisa sedikitpun juga.


Bukan masalah makanan yang membuat Jery kesal. Tapi, karena penjualnya yang jaraknya lumayan jauh. Dan hanya itu saja yang menurut evi rasanya enak dan sesuai dengan lidah Velyn.


Dengan terpaksa saat ini mereka berdua harus pergi bersama. Demi membeli kembali tahu campur yang di inginkan Velyn. Karena yang tadi Jery beli sudah habis dimakan Papanya. Dan saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan ke tempat lokasi yang menjual tahu campur. Tempat Evi membelinya tadi.


Demi menuruti ngidam istrinya Jery rela kembali ke res area. Dengan mengajak Papanya sang biang masalah sebenarnya. Rayen juga terpaksa ikut karena Lea yang menyuruhnya untuk ikut bertanggung jawab.


Akhirnya mereka saat ini pergi bersama dengan gerutuan Jery di sepanjang perjalanan. Sebenarnya Jery dan Rayen bisa saja menyuruh orang orangnya. Untuk membelinya. Tapi, Karena yang ngidam hanya menginginkan suaminya sendiri yang beli.Mau tak mau Jery pergi dan mengajak Papa nya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Jery keluar dari mobilnya setelan sang Papa memikirkan mobilnya tepat di halaman depan rumah nya. Setelah hampir empat puluh lima menit bolak balik. Akhirnya Jery masih bisa mendapatkan pesanan istrinya.


"Assalamu'alaikum, sayang".Teriak Jery saat ia masih sampai di depan teras.


" Ada dibelakang Mi. Velyn sama Mayra dimana Mi??? ".Tanya balik Jery sambil menenteng kantong kresek di tangan kanannya.


" Ada di dapur tuh ".Jery pun langsung kembali melangkah ke arah dapur. Untuk segera menemui istrinya.


Sampai di dapur Jery pun langsung memeluk pinggang istrinya dari arah belakang. Saat Velyn sedang mencuci sayuran di wastafel dapur. Membuat Mayra yang melihat aksi Papanya langsung berkata.


" Papa disini masih ada Mayra loh".Seru Mayra yang kini berdiri di samping meja bar.


Jery langsung menoleh dan tersenyum kikuk. Membuat Velyn ingin sekali terkekeh. ".Makanya lihat lihat dulu mas kalau mau peluk peluk".Lirih Velyn sambil mengulum senyumnya.


Jery hanya melirik istrinya . Lalu berjalan menghampiri sang putrinya. " Mayra mau tahu campur juga gak???. Tadi Papa udah beli banyak loh".Tawar Jery membuat Mayra langsung tersenyum.


"Mau pa".Jawab Mayra dengan cepat".Ayo Bunda kita makan bersama!!! ".Sambung Mayra memanggil Bundanya.


" Buat Oma ada jatahnya juga gak ni??? ".Goda Lea sambil tersenyum.


" Jelas ada dong sayang. Tadi kan Opa yang beli bayarin semuanya. Masih untung penjual nya tidak Opa bawa pulang sekalian "Jawab Rayen dengan jumawanya.


Velyn hanya mengulum senyumnya saja. Apalagi saat ingat bagaimana Papa mertuanya dan suaminya tadi sempat beradu mulut. Ketika sang Papa mertuanya malah menghabiskan semua makanan yang dibeli oleh Jery untuknya.


Mereka berdua sudah mirip seperti anak kecil yang sama sama tidak mau mengalah saja. Apalagi Jery yang selalu menggerutu sampai ia masuk kedalam mobil. Sungguh pemandangan yang langkah bagi Velyn.


Jika begitu seolah Velyn bukan melihat Jery sebagai suaminya. Karena yang Velyn ketahui selama ini Jery hanya bisa bersikap datar dan juga cuek serta dingin. Sangat jarang sekali berbicara kalau tidak perlu.