Married Accident

Married Accident
Makan Siang Bersama



Lea nampak mengobrol santai bersama Velyn di sofa ruang tamu cukup lama. Hingga dering ponsel Lea membuat wanita paruh baya berdarah thailand itu langsung pamit pulang setelah menerima telpon nya.


Karena putri bungsunya minta di buatkan bubur kacang hijau dari tangan Mami nya. Setelah mengantarkan Mami mertuanya sampai di depan pintu mobil.Dan menunggu sampai mobil mewah sang Mami mertuanya menghilang dibalik pagar.


Velyn kembali masuk ke dalam rumah. Karena ia juga sejak tadi belum mandi sama sekali. Namun, sebelum nya ia sudah menyuruh pelayan untuk membereskan bekas gelas teh dan cemilan nya tadi bersama Mami mertuanya.


Setelah mengobrol santai bersama Mami Lea. Velyn banyak tahu apa yang si sukai dan tidak disukai oleh Jery. Dan bahkan Lea memberitahu semua tentang suaminya itu. Dari mulai makanan favoritnya dan juga warna kesukaannya.


Velyn masuk kedalam kamar berniat untuk Mandi. Karena tubuhnya sudah gerah, sejak tadi pagi belum sempat mandi. Namun, sebelum nya Velyn membuka ponselnya terlebih dahulu.


Kening Velyn berkerut saat ia membaca pesan yang di kirim oleh Jery. Karena tak biasanya Jery mau berkiirm pesan padanya.


Velyn meletakkan kembali ponsel miliknya di atas nakas setelah selesai membalas pesan dari suaminya. Velyn kembi menarik sudut bibirnya. Karena ini hari pertama Jery mengajaknya makan siang bersama di luar.


Lalu tanpa pikir panjang lagi, Velyn langsung membuka piyama tidurnya . Ia tidak tahu jika di kamar itu di pasangan CCTV oleh Jery. Dan hanya Jery yang bisa melihatnya dari ponselnya.


Tubuh putih mulus Velyn jelas terlihat tanpa cela dan noda sedikitpun. Karena Velyn rajin perawatan selama ini. Sebab, sebagai seorang pramugari Velyn harus tetap terlihat fress dan segar.


Sedangkan di Perusahaan Jery langsung melotot sempurna melihat keindahan tubuh Velyn. Yang saat ini bisa ia lihat dengan sadar.


Jery langsung menutup ponselnya saat ia kembali menyaksikan kekonyolan Velyn yang malah kembali bertelanjang. Dan dengan santainya masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh yang sudah polos.


"Tuan... ".Evi kembali memanggil Jery saat Jery terlihat tidak fokus pada meeting nya pagi ini. Meeting dengan para petinggi perusahaan yang sebenarnya jadwalnya setelah makan siang. Harus di majukan karena Jery akan pergi meninjau lokasi proyek barunya setelah makan siang.


"Ah, iya lanjutkan saja!!! ".Jawab Jery yang kembali memasang wajah serius nya setelah tadi ia hampir saja berpikiran kotor saat melihat tubuh polos istrinya.


Meskipun Jery sering menunjukkan sikap cuek , dingin dan datarnya. Ketahuilah jika ia juga seorang pria normal pada umumnya. Apalagi ia juga sudah satu bulan lebih tidak pernah melakukan olahraga ranjang.


Terakhir kalinya saat Manda belum masuk rumah sakit. Itu pun ia melakukan nya dengan perasaan was was. Karena kondisi Manda sangat tidak mendukung untuk bertindak lebih semangat.


🌿🌿🌿🌿🌿


Velyn segera menyuruh sopir yang telah bekerja lama di rumah Jery. Ke lokasi restoran yang di kirimkan lewat pesan oleh Jery suaminya. Tapi Velyn tidak pergi sendirian. Ia malah mengajak Mayra juga untuk ikut bersamanya.


"Bunda, kita sebenarnya mau kemana sih??? ".Tanya Mayra mulai bertanya dengan wajah menggemaskan nya.


" Papa ajak kita makan siang di luar sayang. Jadi, sekarang kita mau temui Papa di restoran yang sudah Papa kirim alamat nya sama Bunda".Jawab Velyn sambil mengelus rambut panjang Mayra.


"Asyik bisa makan siang sama Papa juga".Seru Mayra senang bukan main. Velyn bisa melihat wajah cerai dan berbinarnya Mayra saat ia mengatakan akan makan siang bersama Jery.


Setelah hampir lima belas menit dalam perjalanan. Kini mobil yang di tumpangi oleh Velyn dan Mayra. Sudah sampai di sebuah restoran mewah di jalan xx.


" Terimakasih mang Jang".Ucap Velyn sambil tersenyum pada sopir pribadi mereka saat pria paruh baya itu telah membukan pintu mobil untuknya. Membuat sang sopir mengangguk kan kepalanya.


"Ayo sayang!!! ". Velyn menggandeng erat tangan Mayra. Dan mulai masuk kedalam restoran.


Saat masuk Velyn sudah di sambut sopan oleh pelatan restoran. Dan langsung membawa Velyn pada Jery. Dimana ia sudah memasan meja khusus untuk mereka di Restoran itu.


Senyum Jery mengembang saat ia melihat Velyn datang bersama putrinya. Padahal ia sama sekali tidak menyuruh Velyn untuk ikut membawa Mayra. Tapi wanita itu sangat paham dan memang layak untuk jadi ibu sambung Mayra.


"Papa... " Seru Mayra yang langsung lari menghampiri Jery.


"Jangan lari lari sayang nanti jatuh!!! ".Velyn selalu saja khawatir saat Mayra berlari seperti itu. Ia takut jika Mayra sampai terluka lagi dan membuat Jery kembali marah padanya.


" Wah, anak Papa juga ikut sama Bunda ya untuk makan siang sama Papa".Jery menarik satu kursi untuk sang putri. Setelah Mayra duduk dengan nyaman Jery kembali manarik satu kursi lagi untuk istrinya.


"Mayra ganti baju dulu yuk, biar makan nya nyaman!!! ".Mayra pun mengangguk kan kepalanya dan kembali beranjak dari duduknya.


" Mas, aku temanin Mayra ganti baju dulu ke toilet ".


" Iya Bun".Jawab Jery santai.


Velyn nampak sedikit tercengang saat Jery menyertakan kata Bun di ujung kata katanya. Apakah itu panggilan sayang Jery padanya???. Entahlah itu urusan Jery. Dan Velyn tidak mau berbesar kepala terlebih dahulu. Mungkin saja Jery sedang salah bicara.