
"Gue gak ditawarin masuk dulu nih??? ".Tanya Leon santai saat ia sudah mengantarkan Hani sampai di depan pintu apartemen nya.
" Udah malam, mending loe langsung pulang aja deh!!!. Gak enak sama tetangga bawa cowok malam malam masuk ke Apartemen gini ".usir Hani secara halus.
Leon hanya diam tidak menanggapi ucapan Hani. Membuat Hani mengerutkan keningnya. Karena Leon hanya fokus pada layar ponselnya. Sampai sampai tidak mendengar apa yang barusan di katakan Hani.
Kesal akan sikap Leon Hani pun membuka pintu Apartemen nya. Lalu masuk kedalam tanpa berniat ingin pamitan dulu dengan Leon. Tapi langkah Hani kalah cepat dengan Leon. Pria itu malah ikut mendorong pintu Apartemen Hani. Dan ia pun segera menerobos masuk tanpa memperdulikan tatapan tajam pemilik Apartemen itu.
"Leon... Apa apaan sih?. Ini udah malem loh. Buruan keluar balik sana!!! ".Usir Hani lagi sambil menarik lengan tangan Leon.
Tapi lagi lagi Leon malah mendaratkan bokongnya duduk di atas sofa empuk milik Hani yang ada di ruangan itu. " Ternyata Apartemen mu lumayan juga. Apa masih ada yang kosong disini???. Bila perlu tepat di depan pintu Apartemen mu ini".Serunya Sambil tersenyum.
"Dasar polisi gila".Cibir Hani kesal dan pergi masuk ke arah dapur. Meninggalkan Leon yang terkekeh geli akan cibirannya tadi.
Hani kembali dengan menyodorkan satu botol air mineral pada Leon. " Nih minum dulu, Loe kan gak suka minum minuman bersoda ".Ucap Hani yang masih mengingat apa saja yang disukai dan tidak disukai Leon.
Leon menerima botol minum yang disodorkan oleh Hani. Dengan senyum yang merekah, karena walaupun Hani ketus dengan nya setidaknya gadis itu masih ingat semuanya. Leon memang tidak pernah lagi mau minum minuman yang bersoda ataupun alkohol. Sebab, ia sudah trauma karena pernah mencelakai orang lain akibat kebodohannya sendiri.
Dan membuat Naures sahabat nya yang harus mengorbankan dirinya untuk membantunya dan menyelamatkan nya dari amukan kedua orang tuanya.
"Terimakasih ".Ucap Leon tulus. Hani hanya menatap sekilas lalu kembali melangkah masuk kedalam kamarnya.
" Loe mau ngapain ke kamar??? ".Leon bertanya dengan nada sedikit menggoda Hani.
Ceklek...
Hani kembali membuka pintu kamarnya dan menyembulkan Kepala nya saja. " Gue mau mandi dulu. Kenapa mau ikut??? ".Tantang Hani dengan nada mengejek.
Leon pun langsung menoleh dan bahkan badannya pun ikut berubah posisi. " Emang boleh??? ".Tanya Leon dengan raut wajah mesumnya.
Brakkk...
Leon malah langsung kembali terkekeh akan ulahnya sendiri. Dan membuat Hani mengupat kesal.
🌿🌿🌿🌿🌿
Dan di tempat yang lain juga. Saat ini Naufal malah membawa Febby untuk pulang ke rumah orang tuanya. Bukannya malah mengantarkan Febby pulang ke rumahnya sendiri.
Kinan yang melihat putranya masuk dengan membopong tubuh seorang gadis langsung bergegas menghampiri nya. "Naufal sayang... Ini siapa yang kamu bawa pulang malam malam begini??? ".Tanya Kinan sedikit panik. Karena ia belum melihat wajah Febby yang tertutup oleh rambut panjangnya.
" Husstt... Bunda nanti Naufal jelasin. Sekarang bantu Naufal buka pintu kamar Naufal dulu Bun!!! ".Jawab Naufal malah sambil menyuruh Bunda nya.
" Awas saja kalau kamu berbuat macam macam!. Bunda tidak akan memaafkan kamu Naufal. Dan ingat Bunda hanya ingin Febby yang jadi menantu Bunda titik!!! ".Seru Kinan kesal. Lalu Kinan malah pergi meninggalkan putranya dan menyuruh art untuk membantu Naufal.
"Bunda ini Febby yang Naufal bawa. Bukan gadis lain. Apa bunda tidak mengenali calon menantu Bunda lagi".Ucapan Naufal membuat Kinan kembali menoleh dan berhenti melangkah. Lalu ia langsung menyibakkan rambut panjang Febby yang tadi menutupi wajah cantiknya.
" Astaga... Kenapa kamu tidak bilang daritadi Fal. Ini kenapa Febby bisa berantakan begini???. Atau jangan jangan...
"Bunda please... Tunda dulu pertanyaan nya!!!. Berat nih Bun".Potong Naufal cepat.
" Ah, kamu ini baru aja gendong calon istri udah berat berat aja. Mengeluh itu namanya. Belum juga dinas malam ".Ledek Kinan sambil melangkah menuju arah kamar Naufal.
Beruntung rumah Raka dan Kinan hanya satu lantai saja. Dan tidak naik turun tangga. Jadi memudahkan Naufal untuk membawa tubuh Febby yang sudah terlelap sejak di jalan pulang tadi.
" Uhh, calon mantu Bunda, tidur aja masih cantik gini sih. Gemes deh".Seru Kinan sambil mencubit gemas pipi chubby Febby.
"Bunda... Febby itu bukan boneka. Ini manusia Bun".Lirih Naufal pelan sambil menarik tangan Bunda nya untuk menjauh dari Febby yang kini sudah Naufal baringkan di atas kasur king size yang ada di dalam kamarny.
Kinan hanya mencebikkan bibirnya. Saat di ajak keluar oleh Putranya agar tidak mengganggu tidurnya Febby.
TBC