Married Accident

Married Accident
Minta Es Krim



Kini di tangan Bara sudah ada empat paper bag berbeda. Dan isinya jelas saja semua barang belanjaan istri dan juga putrinya. Sedangkan beberapa barang lainnya. Langsung Bara minta untuk di kirim ke mension nya saja.


" Mami Celine mau es itu!!". Tunjuk Celine sambil merengek menarik tangan Calista saat mereka melewati kedai es krim yang masih berada di dalam Mall tersebut.


" Oke sayang, Mami juga mau es krim ". Jawab Calista santai. Lalu Calista pun menoleh pada suaminya yang ternyata sedang memainkan ponselnya.Tampaknya Bara sedang membalas pesan. Karena wajahnya begitu terlihat serius.


Ya walaupun bagaimana juga setia saat wajah Bara selalu begitu bentuknya. Jarang sekali dan bisa di hitung kalau tersenyum nya.


" Apa??? ". Bara menautkan kedua alisnya bingung akan tatapan istrinya saat ini. Bara pura pura tidak dengar saat mereka berdua bilang ingin makan es krim.


" Papi sayang, ayolah!!. Anak anakmu menginginkan es krim itu! ". Calista mulai ikutan merengek sambil menunjuk kedai es krim tepat di samping mereka hanya berjarak beberapa langkah dari tempat mereka berdiri.


Bara menghela nafasnya pelan. Pikir Bara lebih baik ia kerja seharian dan mencari uang sebanyak banyaknya. Daripada menemani para wanita ke pusat perbelanjaan. Banyak maunya dan kalau tidak di turuti pasti begini bawaannya. Merengek melebihi anak kecil saja.


" Lebih baik duduk di kursi itu dulu sembari menunggu Papi beli es krim nya!! ". Ucap Bara melirik kearah kursi panjang yang tak jauh dari kedai es krim.


Karena kedai es krim itu juga terlihat padat pembeli. Bahkan sampai mengantri, bisa di tebak pasti antrian sebanyak itu tidak akan habis sampai satu jam lagi. Setelah memastikan istri dan juga anaknya duduk dengan nyaman. Bara pun meletakan paper bag di tangannya tepat di samping istrinya. Lalu ia mulai melangkah mendekati kedai es krim tersebut.


" Papi, Celine mau rasa coklat aja".


" Mami, kalung Celine nyangkut di rambut". Celine memperlihatkan ceruk lehernya. Membelakangi sang Mami. Lalu dengan telaten Calista mulai membenarkan rambut dan juga merapatkan kembali pengait kalung Celine.


" Ini es krim nya!!! ". Calista langsung menoleh dan melongo tak percaya saat Bara malah lebih dulu mendapatkan es krim. Apalagi ketika Calista melihat kearah kedai es krim nya. Disana masih banyak para pembeli yang masih antrian.


" Kenapa cepat sekali?. Bukankah tadi Papi paling belakang ya antrian nya". Calista menaruh curiga pada suaminya itu.


" Sudah jangan banyak tanya!. Ambil saja es krim nya!. Aku tidak punya waktu untuk mengantri". Jawab Bara tetap saja ketus. Meskipun ungkapan cinta sudah keluar dari bibirnya itu.


Calista masih saja menaruh curiga. Pasti suaminya itu telah melakukan sesuatu hal. Namun, berbeda lagi dengan Celine yang langsung menerima es krim nya. Dan langsung memakannya.


" Thank you Papi". Ucap Celine dengan tulus nya bahkan ia tampak tersenyum bahagia. Senyum yang selama ini hampir pudar dari dirinya. Dan saat ini senyum itu telah kembali memenuhi wajah gadis kecil cantik itu.


" Welcome sayang ". Jawab Bara mengulus senyum tipisnya. Membuat Calista ikut tersenyum saat melihat suaminya bisa bersikap hangat juga pada putrinya.


" Makan es krim nya nanti saja di mobil!. Karena Papi juga ada meeting 30 menit lagi". Bara kembali mengambil paper bag milik anak dan Istrinya. Lalu mengajak kedua wanita itu untuk segera keluar dari Mall tersebut.


TBC