
Ketika Febby dan juga Naufal sedang sibuk mempersiapkan diri untuk datang ke pesta ulang tahun teman SMA Febby. Di tempat yang berbeda juga saat ini, Leon sedang melakukan giat tugasnya. Di jalan xxx, bersama rekan rekannya yang lain.
Razia sore hari yang biasa di lakukan oleh anggota Polresta setempat untuk memeriksa kendaraan yang tidak lengkap ataupun tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Karena Leon memang di dinas kan sebagai polantas tidak seperti Naufal yang menjadi anggota Reskrim.
Saat Leon sedang mengambil minum di pos, tiba tiba dari arah berlawanan ada seorang pengendara motor king nya. Malah dengan sengaja menerobos lampu merah.Bahkan ia juga tanpa memakai helm. Beruntungnya ia memakai masker untuk menutupi wajahnya.
"Selamat sore mbak, bisa minta tolong perlihatkan surat surat kendaraan nya!!! ".Seorang anggota lantas langsung menyetop kan motor king itu. Membuatnya mau tidak mau harus berhenti karena ia juga baru sadar jika disana sudah ada banyak anggota polisi.
" Aduh, gini ya pak saya tadi buru buru jadi lupa bawa surat surat kendaraan saya. Lagian rumah saya deket kok pak di belokan itu udah nyampe".Bujuknya berusaha mengelak.
"Maaf mbak, anda terpaksa kami tilang karena mbak sudah menerobos lampu lalu lintas dengan sengaja dan juga tidak memiliki surat surat kendaraan yang lengkap".Dan bapak polisi paruh baya itu mulai mengeluarkan surat tilangnya.
" Tunggu dulu pak!!!. Tolong dong saya jangan di tilang!. Saya telpon orang rumah dulu ya pak buat anterin surat kendaraan nya".Seru gadis itu memohon. Dan ia pun merutuki kebodohan nya sendiri yang memang seperti menyerahkan dirinya untuk minta di tilang dan berurusan dengan polisi.
"Silahkan mbak, kalau memang ada saya tunggu selama 5 menit".Jawab pak polisi itu memberi waktu untuk si gadis menelpon.
Tapi lagi lagi gadis itu menepuk jidad nya karena ia baru ingat jika ponselnya juga tertinggal di apartemen nya. Karena tadi ia juga buru buru untuk keluar. Motor yang ia pakai saja motor hasil pinjem.
"Hehehe... Maaf Pak handphone saya ketinggalan juga".Ucapnya sambil nyengir kuda dan menggaruk temgkuknya yang tidak gatal. Membuat pak polisi itu menggeleng kan kepalanya melihat tingkah gadis muda ini. " Apa saya boleh pinjem handphone bapak buat nelpon pak!!! ".Pintanya memelas.
" Yasudah nih pakai saja dulu!. Tapi inget jangan lama lama!!! ".Pak Polisi itu pun menyodorkan ponsel miliknya. Karena saking gemasnya dan baiknya mau meminjamkan handphone nya untuk si gadis itu yang sejak tadi juga tidak mau membuka maskeran ya.
Tapi saat sudah memegang ponsel itu. Ia malah kembali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Karena ia juga bingung harus menelpon siapa. Sebab, tak ada satupun nomor ponsel yang ia ingat saat ini. Bahkan nomor ponsel nya sendiri pun ia lupa.
" Kenapa???. Bingung mau nelpon siapa??? ".Tebak pak polisi itu sambil sedikit meledek.
Polisi itu kembali mengeluarkan surat tilang nya membuat si gadis itu mulai memutar otaknya supaya tidak kena tilang. Saat ia sedang bingung menemukan ide tiba tiba saja otaknya langsung teringat seseorang.
"Tunggu pak, gimana kalau saya hubungi calon suami saya saja pak!. Dia juga anggota polisi juga pak sama kayak bapak".Dengan beraninya gadis itu membaca pet nama wilayah yang ada di lengan kemeja dinas pak polisi itu. " Nah, calon suami saya juga dinas di kantor yang sama dengan bapak".Serunya dengan lantang.
"Siapa calon suami mbak??? ".Tanya Pak Polisi itu membuatnya sedikit ragu untuk menjawabnya.
Tapi saat otaknya sulit untuk membuat kebohongan lagi. Tiba tiba saja ia melihat seseorang yang ia kenal. Membuat senyumnya mengembang sempurna.
" Itu tunangan saya pak".Tunjukknya ke arah Leon yang baru saja keluar dari pos polisi yang ada di dekat jalan arah lampu lalu lintas.
Gadis itu pun langsung membuka turun dari motornya dan berlari menghampiri Leon. "Sayang... bantuin bilang ke bapak itu! Masa aku mau di tilang sih".Rengeknya manja sambil bergelayut di lengan kekar Leon. Tentu saja Leon langsung menautkan keningnya karena tjba tiba saja di gelantungi oleh seorang gadis yang tidak ia kenal sebab gadis itu memaki masker.
Sadar akan tatapan Leon yang tidak mengenalinya. Gadis itu langsung menarik maskernya hingga mata Leon membulat sempurna saat tahu dan baru sadar jika gadis itu adalah orang yang sangat ia kenal.
"Kamu... " Leon nampak terkejut sambil menatap gadis itu. "Ngapain kamu disini??? ".Bisik Leon sambil melirik ke arah rekan rekan kerjanya. Karena saat ini mereka berdua sedang menjadi tatapan semua anggota dan juga orang orang disana.
" Sayang kamu kok gitu sih sama tunangan kamu sendiri. "Rengeknya manja sambil terus bergelayutan di lengan Leon.
" Hani... "Seru Leon agak sedikit berteriak.
" Iya sayang".Jawab Hani santai.