
Keesokan harinya saat matahari mulai memperlihatkan sinarnya. Masuk melalui sela sela jendela kamar. Jery mulai membuka matanya perlahan. Semalam adalah pertama kalinya ia tidur satu ranjang bersama Velyn. Wanita yang ia nikahi hampir tiga minggu yang lalu.
Jery menoleh ke samping dimana sisi sebelah kirinya. Nampak seorang wanita cantik masih tertidur dengan lelapnya. Tanpa terusik sedikit pun oleh terpaan sinar matahari yang menembus pentilasi udara.
Nampaknya ia benar benar lelah. Sampai sampai pergerakan Jery saja tidak membuatnya bangun. Pria itu terus menatap wajah cantik Velyn. Ia baru sadar jika Velyn juga tak kalah cantiknya dengan mendiang istrinya. Bahkan wajah dan kulit Velyn terlihat begitu mulus dan terawat.
Kedua wanita yang sudah ia nikahi itu memiliki karakter dan ciri khas nya sendiri sendiri. Baik Manda maupun Velyn keduanya adalah sosok wanita mandiri. Punya kadar tingkatan kecantikan masing masing. Jika Manda cantik dengan wajah orang indo dan ayu khas Jawa. Sedangkan Velyn yang memang notabene adalah keturunan asli Tionghoa khas Chinese.
Mata keduanya juga sama sama indah, kalau Manda memiliki mata bulat dan teduh sedangkan Velyn memiliki mata sipit dengan tatapan sejuknya. Dua hal yang berbeda, Namun sangat pas dan itu adalah keunggulan masing masing dari mereka berdua.
Velyn juga selalu nampak begitu wangi setiap saat. Padahal sewaktu di rumah sakit ia sama sekali tidak mandi. Hanya suster yang membantu nya untuk mengelap tubuhnya. Namun, harum tubuh Velyn tak pernah hilang.
Ya mungkin wajar saja karena Velyn juga pernah bekerja sebagai seorang pramugari. Ia juga sering perawatan. Tidak mungkin juga seorang Pramugari tapi badan nya bau. Bagaimana penumpang pesawat bisa betah kalau pramugari nya badannya bau.
Jadi, Velyn sudah tahu bagaimana cara merawat tubuhnya. Dan sudah terbiasa akan hal itu. Jery masih saja terlihat bersalah ketika ia menatap wajah Velyn. Kebodohan nya membuat wanita itu kehilangan janin nya. Dan karena kebodohan nya juga membuat wanita secantik Velyn harus terseret kedalam masalah hidupnya.
Namun, kali ini Jery benar benar serius untuk mulai membuka hatinya. Ia sebisa mungkin untuk tidak egois dan selalu terpuruk. Kehilangan orang yang sangat kita cintai itu memang tidak mudah. Tapi, mau bagaimana pun juga, dan sekeras apapun Jery bertahan dengan keegoisan nya ini. Tetap saja tak akan membuat Manda kembali.
Sekarang yang Jery pikirkan bukan hanya tentang kebahagiaan nya sendiri. Melainkan Maura dan juga wanita yang sudah ia rusak masa depan nya ini. Rencana Tuhan kita tidak akan tahu. Dan mungkin ini sudah menjadi bagian hidupnya.
Yang harus Jery lakukan adalah tetap semangat dan ikhlas dengan apa yang telah terjadi. Berdamai dengan takdir, walaupun itu sangat berat dan tidak mudah saat mengatakan nya. Tapi percayalah rencana Allah itu jauh lebih indah jika kita bisa bersyukur dengan apa yang telah ia beri.
" Aku sadar saat ini mungkin aku belum memiliki perasaan apapun padamu. Tapi, percayalah aku sekarang aku akan belajar membuka hati ini untuk kamu Velyn. Memang tidak akan mudah namun aku akan tetap berusaha. Sampai waktu itu tiba aku mohon kau tetap berada di sisiku!!! ".Ucap Jery lagi pelan. Ia seperti berguman namun masih bisa di dengar dengan jelas di telinga.
Cup...
Jery mendaratkan kecupan singkat di kening Velyn. Meskipun ia sama sekali belum memiliki perasaan apapun pada Velyn. Tapi, Jery sudah bersikap manis pada istri nya. Setelah mengecup kening Velyn. Jery segera beranjak dari ranjang. Dan masuk ke dalam kamar mandi. Karena siang ini ia ada meeting dengan klien nya.
Bersamaan dengan masuknya Jery ke dalam kamar mandi. Velyn pun membuka matanya, air matanya yang sejak tadi ia tahan kini luruh sudah. Velyn ternyata sudah bangun sejak tadi. Hanya saja ia masih enggan untuk membuka matanya. Terlebih ketika Jery mulai bergerak.
Velyn semakin yakin jika foto yang ia terima semalam benar adanya. Dan Jery malah sengaja menyembunyikan semua itu darinya. Air mata Velyn terus menetes membasahi pipi mulusnya. Lalu tangan Velyn terulur menyentuh perut nya.
"Kenapa kau pergi secepat ini sayang???. Bahkan Bunda saja belum sempat melihat kamu".Tangis Velyn kembali pecah dalam isakan yang teriris.
Hati wanita mana yang tak akan sedih ketika janin yang ia kandung dan sangat ia nantikan kehadirannya malah pergi begitu saja. Padahal selama ini ia bertahan karena nya. Yang lebih menyakitkan lagi, suaminya malah menutupi semua ini dari nya.
Meskipun Jery sekarang bersikap lebih manis dan lembut padanya. Namun, rasa kecewa itu tetap ada. Bahkan Jery tak memberitahunya sama sekali.
"Kamu tega mas".Lirih Velyn di sela isak tangisnya.
Velyn menyeka air matanya, ketika pintu kamar mandi terdengar dibuka . Dan Velyn pun pura pura tidur kembali. Sambil menahan rasa sesak di dadanya.