Married Accident

Married Accident
Harapan Manda



Akhirnya setelah Velyn membacakan surat Ar-Rahman yang begitu menyentuh hati, menusuk kalbu. Bahkan Manda tak dapat berkata kata lagi. Hanya kalimat kalimat pujian dengan menyebut nama Allah.


Dan hanya dengan satu kali tarikan nafas Jery pun telah sah menjadikan Velyn istrinya. Yang di saksikan juga oleh istri yang paling di cintainya. Velyn nampak berkaca kaca dan sedikit ragu untuk mencium tangan Jery. Apalagi Jery juga nampak diam saja setelah ia menyematkan cincin di jari manis Velyn.


"Mas... ".Manda menegur suaminya dengan gelengan kepala nya membuat Jery langsung menyodorkan tanganya pada Velyn.


Brian dengan Evi pun hanya bisa mengehela nafasnya berat. Melihat sikap Jery pada Velyn. Sedangankan Velyn masih tetap bisa tersenyum pada semua orang. Termasuk pada Jery, wanita itu sedikitpun tak menunjukkan wajah sedihnya.


Evi bisa menebak jika saat ini Velyn sebenarnya tidak sedang baik baik saja. Apalagi karena ulah Jery sebelum pernikahan ini di mulai. Evi ingin sekali mengatakan yang sejujurnya pada Jery. Namun, karena permintaan Manda yang memintanya untuk tetap merahasiakan nya. Sampai waktunya tiba nanti, membuat Evi serba salah sendiri.


"Mbak... ".Velyn langsung memeluk tubuh Manda dengan sangat erat. " Apa mbak benar benar ikhlas aku menikah dengan...


"Husstt... Velyn sekarang mba bisa tenang, jika kau bersedia menjadi pengganti mba. Terimakasih Velyn, terimakasih telah mewujudkan permintaan Mba".Potong Manda dengan suara yang lirih. Karena sejak tadi ia berusaha menahan sakit di tubuhnya. Hanya untuk menyaksikan pernikahan suaminya dengan Velyn.


Dokter Ridwan ingin mendekati dirinya yang saat ini sedang memeluk Velyn. Tapi Manda menaikan tangannya agar Ridwan tetap tenang. Sedangkan Jery hanya memalingkan wajahnya ke arah lain melihat kedua istrinya saling berpelukan.


"Mba titip mas Jery dan Mayra ya!!!. Jaga mereka dengan baik!!!. Mba harap kamu bisa menyayangi Mayra seperti kamu menyayangi darah daging kamu sendiri!".


Velyn pun hanya bisa menganggukkan kepalanya." Velyn janji Velyn akan menganggap Mayra sebagai putri kandung Velyn sendiri dan.... "Velyn sedikit ragu untuk melanjutkan kata katanya. " Velyn juga akan menjadi istri yang baik untuk mas Jery seperti yang mba Manda lakukan selama ini. Jadi, Velyn mohon mba tetap berjuang untuk kesembuhan mba!!!. Kita jaga dan rawat mereka sama sama Mba".Ucap Velyn sambil terisak.


Jery pun mendengar apa yang di katakan oleh Velyn membuat hatinya berdesir. Tapi Jery nampak tak begitu hirau. Karena ia sengaja membatasi hatinya. Jery hanya mencintai Manda sebagai istri sah nya. Yang memang ia anggap sebagai istri satu satunya sampai kapan pun.


"Velyn mbak mohon apapun yang terjadi nantinya, Mba harap kamu tidak akan menyerah!!!.Tetaplah berada di samping mas Jery apapun yang terjadi!!. Mba percaya kamu bisa".Bisik Manda dengan suara yang semakin pelan.


Lagi lagi Velyn semakin terisak akan kata kata Manda. Karena jujur Velyn juga tidak tahu apa yang akan terjadi dalam pernikahan palsu ini kedepannya nanti.


Saat ini Velyn hanya tidak mau membuat Manda kecewa padanya. Velyn juga tidak mau semua ini terjadi. Sekarang Velyn menyesal karena sudah mengambil jalan yang salah. Demi menghindari perjodohan. Ia malah lari ke club dan merelakan dirinya di jamah pria yang ternyata adalah pria yang sudah beristri.


"Manda...".Seru Dokter Ridwan membuat Velyn langsung melonggarkan pelukannya dan melihat wajah pucat Manda dengan hidung yang berdarah.


Jery pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan menyingkirkan tubuh Velyn dari hadapan istrinya. Jery menarik tubuh Manda masuk kedalam pelukannya.


Beruntung tubuh Velyn langsung di pegangi oleh Dokter Ridwan sehingga Velyn tidak terjatuh ke lantai.


"Kamu baik baik saja??? ".Tanya Dokter Ridwan sedikit khawatir akan mental bumil itu. Tapi Velyn hanya bisa tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya saja.


Evi dan Brian nampak menghela nafasnya kasar. Mereka sudah bisa menebak akan seperti apa nasib Velyn kedepannya nanti setelah tinggal bersama Jery dalam sebuah hubungan di atas kertas. Tanpa adanya rasa cinta sedikit pun.


Sedangkan Jery kini hanya fokus pada istrinya yang semakin banyak mengeluarkan darah dari hidungnya. Tapi Manda tetap berusaha tersenyum dengan bibir yang semakin pucat. Manda memegangi wajah suaminya dengan satu tangannya.


"Mas mau berjanji padaku??? ".Lirihnya dengan suara yang semakin tercekat.


Jery pun menganggukkkan kepalanya lemah. Membuat Manda kembali tersenyum.


" Berjanjilah untuk tidak menceriakan Velyn sampai kapan pun mas!!. Berusahalah untuk mencintai nya mulai saat ini!!! ".Lirih Manda pelan bahkan sangat pelan.


Jery menegang beberapa saat karena itu adalah hal yang tidak mungkin baginya. " Bertahan lah sayang!!!. Kau pasti kuat".Jery malah mengalihkan pembicaraan Manda. Bahkan Jery nampak menitik kan air matanya. Wajah khawatir nya akan kondisi istrinya saat ini yang nampak memilukan hati.


Senyum Manda tak pernah pudar dari wajahnya yang cantik dan teduh. Tapi hanya dengan hitungan jari Manda mulai mengucapkan dua kalimat syahadat nya dengan suara sangat pelan. Membuat jantung Jery seakan berhenti berdetak detik itu juga.


Tubuh Manda semakin dingin, apalagi ketika Dokter Ridwan maju dan memeriksa denyut nadinya di pergelangan tangan Manda.


Gelengan kepala Dokter Ridwan membuat Jery langsung berteriak dan histeris. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun nampak tercekat. Apalagi Velyn, wanita itu dibuat serba salah saat ini.