Married Accident

Married Accident
Bar Bar Dalam Segala Hal



Mobil yang di tumpangi Calista saat ini sudah terparkir didepan rumah mewah milik sepupunya. Setelah mereka menempuh perjalanan kurang lebih sekitar lima belas menit lamanya.


Saat Calista turun dari mobilnya. Wanita itu tampak menajamkan indera pendengaran nya. Karena samar samar terdengar suara ribut ribut dari dalam rumah sepupunya itu. Sedangkan Calista tahu, jika Jery sepupunya sedang berada di perusahaan nya. Karena Calista sempat menelpon Jery tadi sewaktu di dalam perjalanan. Sebab, Velyn tidak mengangkat telpon nya.


Calista menautkan alisnya bingung. Melihat satu mobil asing terparkir di samping mobil yang biasa Velyn pakai. Dan suara di dalam rumah semakin terdengar jelas. Dimana ada suara seorang pria juga.


"Mam... Mami". Teriak Celine yang tiba tiba berlari dari arah dalam rumah dengan wajah panik nya.


" Sayang, ada apa??? . Bunda Velyn sedang ada tamu ya??? ". Tanya Calista penasaran.


" Tolongin Bunda Mam. Di dalam ada nenek sihir". Adu Celine memohon. Membuat Calista menautkan kedua alisnya semakin bingung.


"Nenek sihir siapa???".


" Ayo mami cepetan!!. Kasian Bunda dan dede bayinya ". Celine menarik tangan Calista untuk segera masuk kedalam rumah. Bodyguard Calista juga ikut masuk kedalam rumah. Karena mereka sudah mencium gelagat tidak enak di dalam sana.


Sedangkan di dalam ruang tamu saat ini. Para anggota Jery yang bertugas menjaga keamanan rumah sedang berusaha melindungi Velyn dan Mayra dari seorang pria dan juga wanita. Yang tiba tiba datang dan ingin membawa Velyn pergi.


Bahkan mereka membawa beberapa pria bertubuh kekar untuk menarik Velyn dengan paksa. Membuat Mayra ketakutan. Beruntung Celine bisa kabur dari mereka. Asisten rumah tangga Velyn pun sejak tadi ikut melindungi Nyonya nya.


"Verren apa mau kamu??. Kenapa kamu bawa dia ke rumah ini??". Teriak Velyn yang sangat tahu siapa pria yang sedang di hadapan nya saat ini. Pria gila yang sangat terobsesi pada dirinya sejak dulu.


Verren tertawa dengan lantangnya. Karena ia pikir saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuat Velyn lebih menderita lagi. Bahkan ia mengira Jery tidak akan tahu apa yang sedang terjadi dirumah ini. Karena Pria itu sedang meeting.


Pria itu terus berusaha menarik tangan Velyn dan sudah menghajar tiga orang anggota Jery. Hingga ketiga anggota Jery tersungkur di lantai.


" Verren lepaskan putriku!!! ". Teriak Velyn saat tangan Mayra di tarik oleh Verren.


" Hahahaa, putri???. Siapa putrimu Velyn?. Anak ini bukan siapa siapa mu. Dia adalah anak dari wanita lain yang suaminya kau rebut". Sinis Verren dengan sok taunya.


"Bunda... ". Mayra terus memanggil Velyn dan Velyn pun tak tinggal diam saat Mayra di perlakuan kasar seperti itu oleh sepupunya sendiri.


Bersamaan dengan itu bodyguard Calista pun langsung di perintahkan untuk mengjar anak buah Verren dan juga pria asing yang tak di kenal oleh Calista itu.


" Kau... " . Verren menatap tak percaya wanita yang sempat menyenggol bahunya di Bandara waktu itu. Dan malah memarahinya kini ada di hadapan nya lagi.


Verren pun kini lebih fokus pada Calista sedangak ia langsung melepaskan tangan Mayra begitu saja. Mayra langsung di peluk oleh Velyn yang saat ini sedang menahan nyeri di perutnya.


Verren berjalan menghampiri Calista. Sedangkan Calista malah berdiri dengan santainya sambil terus menggandeng tangan putri sambungnya. Sedangkan keadaan rumah sudah sangat kacau. Bahkan saat ini bodyguard Calista sudah membabat habis empat orang pria bertubuh kekar beserta satu pria asing yang terlihat singing itu.


"Berani kau datang kemari ". Verren mengangkat tangannya berniat ingin menampar Calista yang tak sadar siapa Calista sebenarnya.


Plakkkk...


Bukan tangan Verren yang mendarat cantik tepat di pipi hingga membekas warna merah bekas lima jari. Melainkan tangan Calista yang lebih dulu sampai di pipi Verren. Sedangkan tangan Verren masih menggantung di udara dengan di cekal oleh salah satu tangan Calista.


" Kenapa masih kurang???. Hm? ".


Plakkkk... Plakkk...


Velyn hanya diam dengan tatapan masa bodohnya saat kedua pipi Verren sudah di tampat berulang kali oleh Calista. Tak berniat sedikitpun Velyn untuk melerainya. Karena Velyn begitu sangat kecewa dengan apa yang di lakukan oleh sepupunya itu.


Brakkk...


Verren tersungkur di lantai saat perutnya ikut di tendang oleh Calista. Wanita itu benar benar bar bar dalam segala hal. Bahkan ia tak memberi cela untuk Verren bisa membalas nya.


"Hentikan!!! ".


Deg...


TBC