
Tak terasa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12 dini hari . Keadaan rumah juga sudah sepi, hanya ada dua orang pelayan yang memang sudah terbiasa menunggu majikanya pulang terlebih dahulu, Baru mereka akan istirahat.
Jery melangkah kan kakinya dengan banyak pikiran yang memenuhi otaknya. Tapi Jery tetap mencoba tenang. Pria 35 tahun itu langsung menuju kamar sang putri. Ketika ia sudah melewati para pelayan yang bekerja dirumahnya.
Ceklek...
Ketika handle pintu di buka pandangan Jery langsung tertuju pada putri nya yang kini tengah tertidur lelap di ranjangnya. Senyum Jery terangkat tapi matanya memancarkan kesedihan.
Jery melangkah dan duduk di sisi ranjang. Seraya satu tangan nya terangkat untuk mengelus wajah Mayra pelan. Dan menyingkirkan anak rambut panjang sang putri, yang menutupi wajahnya cantiknya Mayra.
"Maafkan Papa sayang!. Papa gagal menjadi suami yang baik untuk Mama kamu. Tapi, Papa akan tetap menerima Mama meskipun Mama sudah mengkhianati Papa".Lirih Jery pelan sambil berusaha untuk tegar.
Dalam kondisi seperti ini, Jery bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, sebisa mungkin ia tidak akan memperpanjang masalah. Semua Jery lakukan hanya untuk Mayra putrinya.
Jika ditanya sakit?. Mungkin semua orang sudah pasti tahu jawabannya. Bukan hanya sakit tapi juga kecewa, hancur, dan juga emosi menjadi satu. Ketika kita melihat dengan mata kepala kita sendiri.Sangat dekat dengan orang lain.
Melihat pacar atau kekasih jalan dengan pria ataupun wanita lain saja kita sudah sakit dan kecewa karena merasa di khianati. Apalagi melihat pasangan sah jalan berdua dengan lawan jenis. Dan masuk kedalam kamar hotel yang sama lagi.
Flashback On...
Jery tadi siang bergegas pergi ke Bandara setelah melihat istrinya meminta sopir pribadi dirumah . Untuk mengantarkan nya ke Bandara.
Jery ingin melihat langsung apa benar istrinya ada urusan kerjaan dadakan. Dan harus terbang ke Singapura. Sebenarnya Jery tidak mau merasa curiga dengan Manda. Tapi, sikap Manda yang berubah drastis membuat Pria satu anak itu. Memilih untuk mencari bukti sendiri.
Dan setelah tiba di Singapura, Jery malah mendapati kenyataan pahit. Dan pemandangan yang sangat tidak pernah ia bayangkan sebelumny. MAnda istri yang selama ini ia banggakan. Dan juga selalu bersikap lemah lembut.Serta selalu menutup auratnya rapat rapat. Saat ini malah menusuknya dari belakang.
Memang tak sulit bagi Jery untuk menemukan keberadaan istrinya. Meskipun Manda berada di Negara orang. Hanya dengan hitungan menit saja, Jery sudah berhasil menemukan hotel tempat istrinya menginap.
Beruntung Jery langsung di tenang kan oleh asisten nya. Karena Evi selalu ikut kemana pun tuan nya itu pergi. Meskipun Evi rela meninggal kan putranya di asuh oleh ibu mertuanya. Karena itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Evi sebagai seorang asisten pribadi bosnya.
Evi pun langsung menyarankan Jery untuk pulang kembali ke Jakarta. Dan menunggu Manda pulang, baru meminta nya untuk memberikan penjelasan. Evi juga sudah mengambil bukti, dimana Manda dan dokter Ridwan menginap di satu kamar yang sama.
Flashback Off...
Jery mengecup pucuk kepala sang putri dengan sedikit lama. Lalu setelah itu ia membenahi selimut Mayra. Kemudian kembali melangkah pergi ke luar dari kamar Mayra.
Jery bukannya tidur dan istirahat. Tapi justru ia malah kembali keluar rumah.Dan hanya pamit pada security yang ada di depan gerbang dan juga tukang kebun nya saja.
Jery pun mengendarai mobilnya dengan sedikit ugal ugalan ditengah malam. Beruntung suasana kota sedikit sepi. Karena mungkin para manusia sedang waktunya untuk istirahat.
Berulang kali Jery mengusap wajahnya kasar. Ketika mobilnya sudah berada di depan sebuah club malam terbesar di ibu kota. Begitu banyak masalah yang ia hadapi saat ini. Membuat otak Jery sedikit oleng.
Jika masalah pekerjaan saja, mungkin Jery masih bisa untuk bersantai. Tapi, kali ini adalah masalah hati dan masalah perasaan. Jery merasa harga dirinya sebagai seorang laki laki sekaligus suami di injak injak. Padahal dia tidak tahu apa kesalahannya. Sehingga Manda tega mengkhianati nya.
Jery pun tidak menyangka jika Manda tega berbuat hal biadab dibelakang nya. Dengan dalih urusan pekerjaan. Tapi, malah bermain serong dengan pria lain. Yang tak lain dan tak bukan adalah pemilik rumah sakit tempatnya bekerja.
"Hais... Berengsek".Jery memukul stir mobilnya dengan dada yang turun naik menahan emosinya.
Jujur pikiran Jery saat ini sangat kacau. Ia tidak tahu harus menyikapi semuanya bagaimana. Di lain sisi ia tidak mau Mayra menjadi korban keegoisan dia dan istrinya. Tapi disisi lain, Jery juga sudah sangat kecewa dengan Manda istrinya.
Jery pun langsung turun dari mobilnya. Melangkah masuk ke dalam club yang sangat dijaga ketat oleh para bodyguard. Karena Club itu adalah club paling mewah dan tak sembarangan orang bisa masuk kedalam sana.