
Satu jam lebih Naures dan Yuni berada didalam kamar itu. Hingga mereka keluar kamar dengan keadaan yang jauh lebih segar. Tapi mereka tidak menimbulkan kecurigaan di depan semua keluarga. Karena Naures dan yuni masih memakai baju yang sama. Bahkan rambut yuni juga tidak basah.
Semua keluarga ternyata sedang duduk santai di taman belakang. Sambil mengobrol ringan. Naures dan Yuni pun ikut bergabung.
"Darimana Res kok kalian daritadi tidak kelihatan??? ".Tanya Mona yang baru melihat Naures dan juga istrinya.
" Naures ada kerjaan yang harus diselesaikan oma dikamar ".Sahut Naures santai. Justru itu membuat Yuni ingin sekali menutup mulut suaminya itu agar tidak membahas urusan mereka di ranjang tadi.
" Sama Yuni istri kamu juga??? ".Tanya Mona lagi yang selalu saja kepo.
" Iya oma, Yuni tadi sibuk nyusun barang barang kami di lemari".Jawab Naures sambil menarik kursi untuk istrinya duduk.
Mona akhirnya hanya beroh ria tanpa ingin banyak bicara lagi. Yuni juga merasa lega karena Oma Mona tidak kembali rempong. Sampai akhirnya Naura dan mark datang setelah mereka sudah lama berada di taman belakang itu. Dan perhatian Oma teralihkan dengan tanda kissmark di leher jenjang Naura yang kulitnya memang sangat putih itu.
Ceritanya ada di Bab Novel SBOP ya, bunda tidak akan mengulang nya lagi disini😁Untuk kecerian dan kebersamaan keluarga besar Bagaskara. Begitu pun dengan kedatangan Al
🌿🌿🌿🌿🌿
Waktu weekend pun sudah usai. Dua hari sudah keluarga Bagaskara berada di villa. Dan menghabiskan waktu weekend bersama keluarga mereka disana.
Setelah pulang dari Bandung Naures memutuskan untuk langsung pulang ke Apartemen mereka. Karena siang ini Naures juga ada jam kuliah. Sebab Naures mengambil waktu weekend untuk kuliahnya. Sedangkan kemarin ia harus izin karena ingin kumpul bersama keluarga besarnya.
Naures membuka pintu Apartemen mereka dan tersenyum kearah istrinya. "Kenapa capek ya??? ".Tanya Naures yang melihat istrinya seperti masih mengantuk.
" Tidur saja sayang kalau masih ngantuk!!!. Ini juga udah jam 11 siang".Sambung Naures sambil meletakkan koper dan juga tas istrinya di meja sofa ruang tamu.
"Tapi aku belum masak sayang, untuk makan siang kita".Jawab Yuni
" Nggak usah masak kalau masih capek!!!. Lagian kita bukan orang susah sayang. Aku masih mampu beli makanan untuk sekedar makan siang saja".Jumawa Naures sambil tersenyum.
"Ah, iya aku lupa jika aku punya suami yang kaya raya".Sahut Yuni meledek.
Yuni hanya bisa nyengir kuda. " Habisnya aku bingung kak untuk beli apalagi???. Sedangkan apapun yang aku butuhkan sudah ada semuanya. Bahkan ****** ***** saja sudah lengkap ".Jawab Yuni jujur.
Itu semua evi asisten jery yang membantu Naures untuk melengkapi semua kebutuhan istrinya.Yuni saja tidak pernah sekalipun membeli barang barang yang ia gunakan setiap hari. Yang melekat ditubuhnya dengan tangannya sendiri. Ia juga tidak pernah kehabisan uang. Hidupnya memang benar benar berubah sejak ia tinggal dirumah suaminya.
Bahkan saat acara bansos di kampus pun yuni menggunakan uang cash yang ia miliki. Karena jatah uang jajan nya dari suaminya itu. Yang bagi yuni sangat berlebihan.
"Kamu juga harus menikmati hidupmu sayang!!!. Gunakan lah kartu itu untuk membeli apapun yang belum kamu miliki!!!. Itu hak kamu sayang".Ucap Naures sambil duduk di samping istriya di sofa ruang tamu.
" Ah, baiklah. Nanti akan aku pakai untuk beli mobil saja. Apa bisa sayang??? ".Seloroh yuni yang bicara asal pada suaminya.
" Apapun itu sayang. Memangnya mau mobil merk apa. Hm??? ".
Deg...
Yuni sangat terkejut karena bukannya marah atau menolak. Suaminya itu malah langsung setuju saja.Padahal kan tadi yuni hanya bercanda. Ia tidak serius dengan kata katanya.
" Ayo sebutkan saja sayang, kau ingin mobil yang bagaimana???. Nanti aku akan minta brosurnya pada evi".Naures malah terlihat semangat sekali.
Sedangkan Yuni hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. "Tidak... Tidak... Tadi aku hanya bercanda kak. Itu tidak serius, untuk apa aku beli mobil. Aku kan tidak bisa nyetir".Tolak Yuni sambil menggeleng kan kepala nya.
" Itu urusan gampang sayang. Kamu hanya cukup belajar saja. Tapi itu setelah anak kita lahir!!!. Karena aku tidak akan mengizinkan kamu nyetir mobil sendiri selama hamil".Seru Naures tegas.
"Aku juga tidak mau belajar nyetir kak".Sahut Yuni lagi.
Yuni tak habis pikir kenapa semudah itu suaminya mengiyakan permintaan konyolnya. Padahal ia hanya main main saja. Yuni sampai menggeleng kan kepalanya. Ia berpikir betapa sultannya suaminya itu dengan keluarga besarnya. Sampai sampai beli mobil saja di anggap enteng dan remeh.
TBC