Married Accident

Married Accident
Cafe Milik Naures



Kini naures dan yuni sudah berada di cafe milik naures yang terletak di jalan xx. Dimana letak cafe naures sangat strategis. Bahkan sangat ramai pengunjungnya.


Kedatangan Naures dengan yuni membuat semua karyawan nampak terkejut. Karena mereka sebelumnya sudah pernah melihat Naures membawa seorang wanita tapi bukan wanita yang sama seperti sebelumnya.


Bahkan yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah saat Naures bos mereka memperkenalkan yuni sebagai istrinya. Hal itu justru membuat semua karyawan langsung membulatkan mata mereka saking terkejut nya mendengar pengakuan bos nya itu.


Tapi mereka pun ikut berbahagia melihat bos mereka sudah menikah. Walaupun ada beberapa karyawan wanita yang patah hati karena bos mereka yang tampan itu ternyata sudah sold out. Dan kini sudah ada yang memiliki. Tapi rasa itu hanya sebatas patah hati karena mengagumi bukan karena hal lainnya ataupun ingin memiliki.


"Mau minum apa sayang???. Biar nanti aku suruh karyawan buat nganterin ke sini aja!! ".Ucap Naures sambil membuaka laptop di ruang kerjanya.


Sedangkan Yuni kini sudah duduk santai di sofa yang ada di dalam ruangan kerja suaminya. "Kayaknya jus melon boleh lah kak".Sahut yuni sambil tersenyum.


" Siap Nyonya Naures"Seru Naures sambil ikut tersenyum dan dengan bangganya menyebut istrinya dengan sebutan Nyonya Naures.


Yuni pun tak kalah salting nya saat dijuluki dengan sebutan Nyonya oleh suaminya itu. Dan Naures pun langsung menelpon seseorang menggunakan ponselnya.


"Udah aku pesenin. Sebentar lagi pasti di anter".Tutur Naures sambil meletakkan kembali ponselnya di atas meja kerjanya. Yuni hanya mengangguk kan kepalanya saja sambil tersenyum.


" Kalau capek istirahat saja sayang!!!. Nanti aku bangunin kalau udah waktunya makan siang. Soalnya mungkin kita akan agak lama di sini. Pekerjaan ku sudah menunggu nih".


"Iya kak, aku bisa menunggu kok sampe pekerjaan kakak selesai".Sahut Yuni sambil memberikan semangat pada suaminya dengan menggerakkan tangannya.


" I love you".Seru Naures


"To".Balas yuni sambil tersenyum.


Kemudian Naures pun fokus pada layar laptop di depannya. Memeriksa semua laporan keuangan cafe selama satu bulan ini. Karena ia juga sudah lama tidak mengunjungi cafe. Sedangkan Yuni fokus pada ponselnya sambil sesekali melirik kearah suaminya. Naures begitu nampak sangat terlihat tampan saat ia serius begitu.


Kalau memang dasarnya tampan, mau bagaimana pun juga kondisi dan penampilan nya maka tidak akan merubah bahkan mengurangi kadar ketampanan nya sedikit pun.


🌿🌿🌿🌿🌿


Naures melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 wib. Dimana sudah saat nya makan nya siang. Lalu Naures menatap kearah sofa dan malah melihat istrinya sudah tertidur pulas disana.


"Pantas saja sejak tadi hening".Lirih Naures sambil tersenyum dan beranjak dari tempat duduk nya. Berjalan mendekati sofa dimana istrinya tidur dengan damainya.


Bahkan yuni masih dengan memegangi ponselnya yang kini ada diatas dadanya. Naures mengecup singkat bibir ranum istrinya. Dan menyibak kan rambut panjang Yuni yang menutupi sebagian wajahnya.


Naures melepaskan hoodie nya untuk menyelimuti istrinya. Ia seakan tak bosan memandangi wajah ayu istrinya itu. Wanita yang lemah lembut dan santun serta memiliki hati yang sangat tulus.


Tok tok...


Pintu ruangan Naures diketuk dari luar. Naures beranjak lalu membuka pintu ruangan kerjanya. Hingga menampakkan salah satu karyawan nya.


"Bos mau makan apa???. Biar disiapkan oleh chef".Tanya pemuda yang merupakan karyawan paling lama yang bekerja di cafe Naures. Bahkan pemuda itu adalah orang kepercayaan Naures. Usianya memang lebih tua dari Naures karena umur pemuda itu tidak jauh dari Al.


" Nanti saja, istriku masih tidur. Apa abang sudah makan siang??? ".Tanya Naures pada pemuda itu.


" Saya gampang bos. Nanti bisa gantian dengan karyawan yang lain. Cafe lagi rame banget nih bos ".Serunya


" Alhamdulillah kalo rame. Omset kita makin naik dong".Sahut Naures sambil terkekeh.


"Yoi bos".Jawabnya lagi.


" Oh ya, bagaimana kondisi ibu nya abang sekarang???".Tanya Naures sambil menutup kembali pintu ruangan kerjanya. Ia tidak mau tidur istrinya terganggu hanya mendengar obrolan nya dengan Ibnu.


"Alhamdulillah, berkat bantuan bos ibu saya bisa dirawat dengan baik dan sekarang kondisinya sudah mulai membaik bos".Jawab Ibnu tulus. " Dan berkat bos juga adik saya bisa melanjutkan sekolah nya kembali. Terimakasih bos tanpa bos Naures mungkin kehidupan saya tidak akan seperti sekarang ini. Dan mungkin ibu saya juga sudah...


"Sudahlah bang, saya hanya membantu yang saya mampu dan sebisa saya saja. Abang tidak usah memikirkan biaya rumah sakit ibu abang!!!. Sekarang abang fokus saja kerja dan membantu saya mengembangkan cafe ini bang. Karena mungkin saya akan jarang ke cafe setelah ini. Semuanya saya serahkan ke abang!!! ".Ucap Naures serius.


Ibnu nampak melongo dan setengah tak percaya jika Naures begitu mempercayai nya. Padahal pertemuan awal keduanya waktu itu tanpa disengaja sama sekali. Bahkan Saat itu Naures lah yang membantu biaya pengobatan ibu Ibnu dirumah sakit.


Penampilan Ibnu kala itu pun sangat memprihatinkan sekali. Dan memakai pakaian yang tak layak lagi untuk dipakai. Bahkan saat itu Ibnu ditolak pihak rumah sakit saat membawa ibunya. Karena Ibnu tidak bisa membayar biaya awal pengobatan ibunya.


"Saya percaya sama abang".Ucap Naures lagi sambil menepuk pelan bahu Ibnu. " Dan saya juga akan naikkan gaji abang mulai bulan depan".Sambungnya lagi.


Ibnu langsung nampak berkaca kaca. Mendengar penuturan Naures. Karena bagi Ibnu gajinya sekarang saja sudah lumayan sekali. Bahkan mereka juga sering mendaptkan bonus setiap bulannya. Padahal jumlah karyawan Naures saat ini sudah 20 orang. Karena cafe nya semakin hari omset nya semakin meningkat jadi Naures juga berinisiatif untuk menambah karyawan nya kembali. Agar tidak kelabakan dan sistem kerjanya bisa bergantian.


"Terimakasih bos. Terimakasih jika bos tetap bisa mempercayai saya".Ucap Ibnu tulus


Naures hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum. Bagi Naures sangat jarang bisa menemukan orang yang jujur seperti Ibnu di zaman sekarang ini. Jadi tak ada salahnya jika ia pun bisa mengandalkan Ibnu untuk mengurus cafe nya.