
Rumah Sakit Bagaskara...
Jery tak bisa duduk dengan diam. Sejak beberapa menit yang lalu saat mereka tiba di rumah sakit. Dimana Sang istri terus mengeluarkan darah segarnya dari pangkal paha nya.
Dan kini Velyn tengah melakukan operasi cesar untuk pengambilan janin nya. Bukan masalah operasi nya yang Jery takut kan saat ini. Tapi, ia takut kehilangan kembali wanita yang saat ini telah menjadi belahan jiwanya itu.
Nyatanya kehilangan Manda dulu masih menjadi trauma bagi dirinya. Dan apabila sekarang Tuhan ingin mengambil kembali wanita yang ia cintainya. Maka, entah apa yang akan Jery lakukan. Apakah ia masih bertahan dan kembali bersabar?.
Dan jawabannya mungkin tidak. Sudah cukup bagi Jery untuk terus pasrah akan takdir. Karena takdir hidupnya begitu sangat kejam. Ia belum sanggup untuk kehilangan wanita yang ia cintai untuk kedua kalinya.
Flashback On...
Saat mobil yang ditumpangi Jery yang membawa Sang istri tiba di rumah sakit. Jery langsung disambut oleh team medis. Karena anak buahnya pun sudah sampai duluan di rumah sakit tersebut.
Dan Velyn yang sudah tak sadar kan diri langsung dibawa kedalam ruangan UGD. Perasaan Jery dibuat tak menentu ketika Sang dokter kembali ke luar dengan mengatakan jika janin nya harus segera di keluarkan secepatnya.
Dan hal yang membuat Jery gila adalah dia harus memilih dan menentukan pilihannya. Harus menyelamatkan istri atau kah bayinya. Sebab, kemungkinan terbesarnya adalah mereka tidak bisa terselamatkan . Jika Jery tidak bisa mengambil keputusan segera mungkin.
Dengan berat hati Jery memilih istrinya untuk di selamat kan. Meskipun nantinya mungkin Velyn akan marah besar padanya. Karena Jery tidak memilih putranya. Darah daging nya bersama Velyn.
Jery juga tidak pernah menyangka jika selama ini Velyn menyembunyikan masalah sebesar ini darinya. Dimana Velyn seharusnya tidak boleh hamil dulu dalam kurun waktu yang tidak bisa di tentukan. Sebab, keguguran nya waktu itu ternyata berdampak buruk bagi rahimnya.
Rahim Velyn mengalami infeksi yang akan membahayakan dirinya sendiri. Jika ia tetap memaksa untuk hamil kembali. Bahkan selama ini juga Velyn sering mengeluh kram dan nyeri pada bagian perutnya. Itu adalah efek dari luka di rahimnya dulu.
Dimana semakin besar usia kehamilan nya, maka semakin beresiko untuk kandungan nya. Dokter pun sudah pernah menyarankan Velyn untuk menggugurkan kandungan saja. Karena itu sangat beresiko baginya. Tapi, Velyn malah meminta dokter obgin untuk merahasiakan semua ini dari Jery suaminya. Bahkan keluarga nya sendiri.
Inilah akibatnya Velyn mengalami pendarahan hebat. Dan itu terjadi mulai usia kandungan Velyn masuk di bulan ke empat. Bahkan selama ini Velyn selalu mengkonsumsi obat pereda nyeri dan mengurangi rasa sakit pada tubuhnya. Semua itu hanya bersifat sementara saja.
Jery mengusap wajahnya kasar. Lagi lagi ia tidak tahu apa apa tentang yang terjadi dan di alami istrinya. Jery merasa dirinya sangatlah bodoh. Ia juga merasa gagal menjadi suami yang baik.
Brakkk Dukkk...
" Jery.... ". Bentak Rayen saat putra pertamanya itu meninju dinding rumah sakit di samping ruangan UGD .
Lea pun sampai menutup mulutnya. Karena begitu sampai malah melihat Jery yang tampak begitu kacau saat ini. Dengan rambut yang sudah acak acakan.
Tubuh Jery langsung lemas. Air matanya tak bisa dibendung lagi. Hal itu membuat Rayen dan Lea begitu sedih dan teriris melihat keadaan Jery yang seperti ini. Jika selama ini mungkin Jery masih bisa menyimpan dan menutupi kesedihannya. Tapi, kali ini Jery sudah tidak mampu lagi untuk membohongi perasaan nya.
"Kenapa mereka begitu senang membodohi ku Pa?. Kenapa? ". Seru Jery yang sangat prustasi dan juga marah pada dirinya sendiri dan juga kecewa pada istrinya.
Rayen memeluk tubuh putranya yang sedang rapuh itu. Ia bisa melihat bagaimana terpuruknya Jery saat ini. Pria yang biasa dingin dan datar bahkan tak pernah menitik kan air mata sampai seperti ini. Hari ini Rayen sadar jika selama ini Jery telah berjuang sendiri untuk tetap mampu bertahan.
"Jery... Papa tahu kamu kuat nak. Dan Papa yakin Velyn dan putramu akan baik baik saja!. Sekarang mending kamu ambil wudhu dan sholat!!!. Doakan yang terbaik untuk mereka yang sedang berjuang di dalam sana!! ".
Lea tak mampu membendung air matanya lagi. Meskipun ia adalah ibu tiri untuk Jery dan juga Jeny. Tapi Lea lah yang mengurus mereka sejak kecil hingga mereka tumbuh dewasa seperti sekarang ini dan memiliki keluarga masing masing.
Lea tahu betul apa yang Jery rasakan. Karena Lea juga pernah merasakan rasanya kehilangan. Meskipun itu adalah sosok ibu angkatnya sendiri.
TBC
AYO JANGAN DEMON DULUAN YA GENGS 🙏🙏🙏 NEXT ADA KEJUTAN LAGI BUAT KALIAN SEMUA NYA🤭🤭